Home SUARA PEREMPUAN SUARA PEREMPUAN PENGALAMAN MENGIKUTI MAKRAB KOMAPO 2011/2012
PENGALAMAN MENGIKUTI MAKRAB KOMAPO 2011/2012


Oleh: Emerensiana Ripka Urpon)*

Malam Keakraban (Makrab) merupakan sejenis kegiatan yang sering kali dilakukan oleh mahasiswa untuk saling mengenal antara satu sama lainnya. Terutama sebelum atau sesudah mahasiswa baru memasuki lingkungan kampus. Kegiatan ini juga merupakan langkah awal di mana mahasiswa diperhadapkan dengan kehidupan di lingkungan kampus. Tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga berlaku untuk kehidupan suatu komunitas. Makrab KOMAPO Se- Jawa Bali dan Sulawesi dilaksanakan pada hari kamis , tanggal 09–11 September 2011 di Monjali Yogkyakarta dengan maksud saling mengenal antara satu sama lain. Tidak hanya sekedar saling mengenal tetapi acara tersebut juga diisi dengan materi-materi tertentu yang dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa lama oleh senioritas KOMAPO dan sekaligus mengajak mahasiswa untuk berorganisasi. Acara tersebut juga diisi dengan berbagai macam permainan yang mana dipandu oleh dampok atau ketua-ketua kelompok supaya permainan yang dapat dimainkan itu berjalan dengan baik dan lancar.

 

Salah satu materi yang diberikan oleh senioritas KOMAPO adalah tentang organisasi dan kepemimpinan oleh Ibinweng Yulianus Uropdana SH. Dalam kesempatan itu beliau mengatakan bahwa berdasarkan realitanya pada masa- masa ini, wanita dari daerah lain memiliki karakter kepimimpinan yang sederajat dengan kaum pria pada umumnya tetapi mengapa perempuan-perempuan dari Aplim-Apom tidak bisa seperti perempuan-perempuan dari daerah lain.

Dengan demikian, saya mengajak wanita-wanita Aplim–Apom untuk terus-menerus mengikuti kegiatan-kegiatan organisasi baik di KOMAPO, Impetang maupun di organisasi-oraganisasi lainnya. Karena dengan berorganisasi, kita akan mendapatkan begitu banyak pengalaman yang sangat bermanfaat, seperti memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, melatih kepemimpinan. Tidak hanya itu tetapi juga dapat memiiliki banyak teman dari berbagai kalangan yang mendukung kita, di mana kita akan berproses dan mau membuka diri, membuka hati terhadap siapa saja yang bersedia untuk memimpin, mendidik, membimbing dan mengarahkan perjalanan hidup selama kita masih mengenyam pendididkan di bangku perkuliahan.

Oleh sebab itu, teman- temanku marilah kita belajar dari pengalaman yang kita jumpai dan petiklah apa makna yang terkandung dalam pengalaman itu bagi kita dan merefleksikannya kembali setelah itu laksanakan aksinya. Lebih khusus bagi perempuan Aplim-Apom yang nantinya akan menjadi contoh bagi teman-teman perempuan Aplim- Apom lainya terutama bagi adik-adik yang masih membutuhkan perhatian, perlindungan, ataupun pertolongan dalam berbagai aspek.

Bagi semua perempuan (wannang) Aplim-Apom di mana saja anda berada marilah kita gunakan waktu dan kesempatan yang ada sebaik mungkin, janganlah sia-siakan waktu dan kesempatan tersebut dengan mengisi kegiatan yang tidak membawah dampak yang baik demi perkembangan studi kita, tetapi isilah dengan kegiatan-kegiatan yang kita merasa bahwa itu hal yang paling penting buat pekembangan diri dan hidup saya nantinya.

Meskipun kita dihadapkan dengan kondisi dan realita yang berbeda namun apabila kita berani mengorbankan waktu, tenaga dan lainya maka kita akan menjadi pribadi yang kuat dan tidak dipengaruhi oleh berbagai masalah dalam kehidupan kita. Mari kita jadikan semua kritik dan saran dari orang lain itu sebagai suatu pelajaran untuk memperbaik masalah-masalah yang akan kiat hadapi nantinya.

Pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Hidup kita ini harus belajar dari pengalaman. Karena dengan adanya pengalaman, baik pengalaman pahit maupun pengalaman manis yang pernah kita rasakan adalah pelajaran sangat berharga. Sebab dengan adanya pengalaman itu kita akan tahu dan sadar akan kesalahan kita.

Sebenarnya apa yang terjadi sekarang ini tidak membuat kita tidak akan bertindak dan mengambil keputusan yang keliru/ ceroboh. Sebenarnya kami tidak menyerah tetapi hanya saja terjadi beberapa kendala yang menghambat kami, seperti halnya kurang adanya niat dari dalam pribadi seseorang untuk menempatkan diri dan mengikuti kegiatan- kegiatan organisasi. Oleh karena itu, kami masih membutuhkan dukungan dan pendampingan dari para orang tua, dan teman-teman sekalian agar tiang kami tidak roboh lagi melainkan berdiri kokoh dan kuat. Sebab tanpa dukungan dari kalian semua hidup kami masih terombang ambing dan kami tidak tahu kemana kami harus mencari pertolongan, namun kami percaya dan bersyukur bahwa Tuhan telah memberikan orang tua yang baik untuk mendidik, membimbing. membiayai kami dan teman-teman seperjuangan yang dengan rela berbagi suka dan duka hidup yang membuat kami tetap berdiri tegar sampai saat ini, dan kebersamaan itu akan semakin kokoh bila ada dorongan/dukungan dan kepercayaan timbal balik.

Dari buku mutu hidup

Tidak tenggelam dalam masalah; ingat akan hal-hal yang baik yang ada dan yang pernah dialami; yakin masa depan menyediakan banyak hal yang baik pula. manusia boleh kehilangan segalanya, asal jangan harapannya, “meski malam gelap gulita sang surya tetap ada”. Semua masalah akan berlalu dengan kesabaran banyak massalah akan teratasi.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Share
 


Copyright by KOMAPO.