Home SUARA PEREMPUAN SUARA PEREMPUAN RAPUHNYA SEBUAH ORGANISASI MAHASISWA
RAPUHNYA SEBUAH ORGANISASI MAHASISWA

Oleh Yudefa Uropkulin

Bila Organisasi kita sudah tidak lagi nyaman atau tidak berjalan sesuai dengan ADART yang telah disepakati bersama , haruskah mencari organisasi baru dan menempatkan diri di suatu organisasi tersebut? Yang mungkin kita mengenali melalui pergaulan bersama teman atau kerabat kita. Kalau saya boleh berkomentar tentu saya lebih menghargai organisasi yang telah di bangun dan sudah lama di jalani bersama (bersama pada pilihan untuk mengepakan sayap pada dunia lain). Senyaman kita bergabung dengan organisasi lain, lebih nyaman organisasi sendiri, meski organisasi kita berjalan dengan apa yang diinginkan (galau) seiring berkembangnya waktu dan perubahan iklim dalam organisasi. Contoh spesifiknya karena pergantian badan kepengurusan atau berbagai tugas yang menuntut kita untuk mengesampingkan organisasi yang telah lama di bangun. Sebab di dalam organisasi tersebut tercantum tujuan organisasi,visi-misi, serta menggambarkan jati diri sebuah organisasi.

Organisasi yang dididrikan tidak hanya dipandang sebelah mata, namun dibangun untuk memfasilitasi anggota organisasi dalam menuangkan ide-ide, mengasah keterampilan (skill), serta melakukan dalam tindakan nyata secara kritis, kreatif dan inofatif. Dengan adanya Organisasi pun dituntut untuk mampu menyikapi dan mengkritisi persoalan yang kerap terjadi di dalam organisasi dalam artian masalah eksternal maupun internal. Kenapa kita tidak berpegang tangan erat dan menyatukan pikiran yang terbelenggu oleh kebutuhan, mencoba saling merasakan, saling memahami, dan mengesampingkan ego hanya sesaat untuk menggali, menemukan, dan membangun kembali sebuah organisasi yang utuh bedasarkan komitmen yang telah di sepakati bersama.

Kalau ego berperan tidak dibarengi dengan kebijaksanaan, maka sulit bagi kita untuk bisa bergandengan tangan dalam menjalani sebuah komitmen atau tujuan. Mengapa kita tidak mencoba memandang konflik yang kerap dihadapi oleh organisasi dengan kepala dingin(secara logis). Hilangkan perbedaan di antara kita tidak ada kata, saya ,kami tetapi kita. Andai ada kemauan masih banyak cara mengatasi permasalahan dengan sudut pandang secara universa.seperti kata pepatah ”banyak jalan menuju roma” walau jalan itu harus dijalani dengan pengorbanan, namun bila akan menyelesaikan masalah dan mengembalikan ”sesuatu

yang hilang itu” mengapa tidak kita coba. Tidak ada masalah yang tidak selesai, kecuali tidak diselesaikan.

Apa yang ada sekarang bukan masalah aku dan dia atau bukan kepentinganku dan kepentinganya, tetapi masalah dan kepentingan kita bersama. Kita semua mempunyai tujuan yang sama dengan kepentingan yang berbeda, yaitu untuk merubah daerah kita dengan belajar dan mengejar ketertinggalan melalui organisasi yang ada. Kalau bukan kita siapa lagi.

Bercermin dari latar belakang kehidupan ekonomi, politik, sosial,budaya,dan pendidikan . jika kita tidak bercermin dari latar belakang kehidupan kita dan masyarakat kita di daerah maka apalah artinya mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan mengasa keterampilan dan menuangkan ide-ide yang kreatif.

Saya berharap KOMAPO tetap eksis dan dapat mengaktualisasikan organisasi di manapun dan kapanpun demi mengharumkan nama KOMAPO secara khusus dan Manusia pegunungan Bintang pada umumnya.

Penulis Mahasiswi Fakultas Ekonomi

Jurusan manajemen

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

Share
 


Copyright by KOMAPO.