Home SUARA PEREMPUAN SUARA PEREMPUAN KELUARGA BERENCANA VERSI RENEE ANNESTHASIE STANLEY BIDANA
KELUARGA BERENCANA VERSI RENEE ANNESTHASIE STANLEY BIDANA

 

Dewasa ini, ketika kita mendengar atau membaca istilah Keluarga Berencana atau Family Planning, kontan saja yang terlintas dalam benak dan bayangan kita adalah sebuah keluarga "mungil" yang terdiri dari bapak, ibu dan dua orang anak.Sesuai dengan kampanye yang dilancarkan oleh instansi-intansi yang menjalankan program tersebut yakni, "Cukup dua anak saja. Laki-laki atau perempuan sama saja".


KB itu apa?

Keluarga Berencana,bagi saya adalah sebuah keluarga yang direncanakan.

KB dalam konteks pemikiran saya,bukanlah sekedar sebuah keluarga dengan dua anak saja melainkan sebuah keluarga yang terbentuk setelah ada perencanaan yang benar-benar matang.

Jadi,sebelum sampai pada jenjang perkawinan,seseorang sudah harus punya rencana jauh-jauh sebelumnya.

Mungkin lebih sering dikenal sebagai apa yang dicita-citakan.

Banyak hal penting yang perlu dilihat yakni mulai dari pendidikan,karier sampai pada perkawinan itu sendiri dan berapa jumlah anak yang diinginkan serta persiapan-persiapan lainnya yang nantinya akan berguna bagi kelangsungan hidup dari keluarga yang direncanakan tadi di masa mendatang.

 

Persiapan menuju sebuah KB

Membentuk keluarga bukanlah hal yang mudah semudah kita menghayal.

Ketika kita menginginkan pembentukan sebuah keluarga,sebenarnya tanpa sadar kita telah mengambil ancang-ancang untuk menandatangani sebuah "kontrak" seumur hidup.

Kita dituntut untuk bertindak sebagai seorang dewasa yang benar-benar mandiri dan bertanggung jawab baik secara jasmani maupun rohani,secara materil maupun mental.

Oleh karena itu hendaknya sebelum memasuki jenjang perkawinan,seseorang seharusnya telah berusaha semaximal mungkin agar telah memiliki "modal" yang cukup dan persiapan yang cukup matang untuk menunjang  keluarganya yang akan dibentuk kelak.

Kira-kira,persiapan apa saja yang dibutuhkan?

a. Mental dan Kasih

Membentuk  dan menjalani kehidupan berkeluarga memang kadang sangat rumit.

Seseorang perlu persiapan mental yang baik demi menghadapi hidup ke depan.

Keluarga awalnya adalah ikatan kasih antara dua pribadi yang berlainan dalam berbagai aspek kehidupan,ibarat pasangan puzzle yang berusaha dicocokan,hal itu amat sangat tidak mudah.

Tanpa persiapan mental yang baik,berbagai masalah hidup pasti akan muncul.

Biasanya pada tahun-tahun pertama perkawinan dan pada usia belasan tahun pertama,masa di mana pasutri berusaha menyatu dan mencocokan kepribadian mereka satu sama lain.

Kasih,amat sangat penting dalam membentuk keluarga.

Kasih adalah landasan utama,basis dan rel bagi sebuah rumah tangga.

Rumah tangga tanpa kasih ibarat rumah tanpa dasar.

Dengan kasih,sebagian besar masalah2 dalam rumah tangga pasti akan dapat diatasi

b. Pendidikan

Persiapan yang utama dan terutama yang amat sangat perlu adalah pendidikan bagi dirinya.

Untuk mengubah segala sesuatu saat ini tidak ada jalan lain melainkan hanya melalui pendidikan.

Dengan berbekal pendidikan yang memadai,seseorang akan lebih mendapat kemudahan-kemudahan untuk melangkah lebih lanjut dan bahkan dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin.

c. Ekonomi

Ekonomi adalah tulang punggung sebuah keluarga.

Keluarga tanpa ekonomi yang memadai sama saja dengan mati.

Oleh karena itu,perlu dipikirkan baik-baik tentang langkah apa yang akan diambil guna memperkuat perekonomiannya sebelum memasuki tujuan intinya yakni membentuk keluarga.

Paling tidak seseorang juga harus memiliki tabungan jangka panjang dan jangka pendek.


d. Papan

Sebelum berkeluarga sebaiknya perlu dipersiapkan rumah sebagai tempat bernaung yang aman kelak.Dalam memilih rumah, hendaknya ada halaman yang luas agar halaman tersebut bisa dimanfaatkan kelak sebagai dapur hidup demi meringankan kebutuhan hidup keluarga juga bisa memberikan ruang  bagi sang buah hati untuk bermain atau bergerak dengan leluasa kelak.

Ciptakanlah suasana yang benar-benar asri yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi sang anak dan juga keluarga secara keseluruhan bahkan setiap orang yang berada pada lingkungan tersebut,demi sehatnya jasmani dan rohani.

Persiapan lain-lainnya pasti akan dilengkapi secara perlahan-lahan sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Kesimpulan

Nah,sudah jelaslah bahwa sebuah KB bukan hanya sebuah keluarga inti yang terdiri dari  dua anak saja,melainkan sebuah keluarga yang pembentukannya telah direncanakan matang dan telah dipersiapkan secara baik sejak awal.

Anak bukanlah kriteria satu-satunya yang menandai apa yang disebut Keluarga Berencana.

Silahkan,mau punya anak sampai 12  pun boleh asalkan telah direncanakan dengan baik agar masa depan anak itu tidak sia-sia.

Intinya Keluarga Berencana versi saya adalah sebuah keluarga yang dibangun atas dasar persiapan yang matang dan tanggung jawab penuh yakni sebuah KELUARGA BERTANGGUNG JAWAB.

Demikianlah pandangan saya tentang Keluarga Berencana.

Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Terima kasih.



Venlo,13-07-2013,

Renee Annesthasie Stanley Bidana.

Share
 


Copyright by KOMAPO.