KOMITMEN DIRI

Penulis: Rafaela Setamanki

Pada dasarnya Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan hidup. Sedangkan Komitmen diri adalah suatu perasaan yang muncul dari dalam hati yang mempunyai hak untuk memilih suatu rencana yang dapat menjadi patokan untuk menjalani suatu kehidupan yang baru dan bertahan lama untuk wajib di laksanakan . komitmen diri sebagai suatu awal dimana kita merubah sikap,tingkah laku dan mengatur manajemen waktu yang mendukung dalam menjalani suatu kehidupan yang baru baik di lingkungan keluarga,masyarakat,kampus ataupun di lingkungan daerah lain.komitmen berjalan sesuai dengan arah/tujuan yang kita harapakan maka akan dengan mudah kita melakukan hal-hal yang kecil maupun yang besar.

Komitmen juga sebagai alat untuk mendorong kita menciptakan suatu habitus-habitus baru yang bersifat positif dan kita wajib membela nilai-nilai kebenaran yang terkandung didalamnya. Setiap keputusan seseorang akan membentuk berbagai kemampuan, bakat, serta kesempatan yang semula masih mentah itu untuk membentuk kepribadiaannya yang khas. Orang membentuk dirinya untuk menjadi kepribadiannya yang nyata, mau tidak mau kita harus menilai, menentukan, memilih dan memutuskan. Dengan memutuskan kita memilih satu keputusan diantara sekian banyak kemungkinan.

Apabila dengan mengikuti keputusan-keputusan yang di buat dapat dilaksanakan dengan baik maka dalam hubungan persahabatan setiap orang akan merasa peduli, kasih, dan cinta, sehinga melibatkan diri secara langsung kepada seseorang atau orang lain. Dengan demikian setiap orang dengan sendirinya saling mengenal, mendukung, membantu, menghibur, dan bekerja sama dengan menunjukan sikap kepercayaan yang tinggi. Misalnya Menurut Lukisan P.Picasso,Les amant,art institute Di Chicago (AS).Cinta sejati membuahkan komitmen mendalam.sebab,sepasang kekasih menginginkan dan mengusahakan yang terbaik untuk yang lain tanpa pamrih. Keterlibatan satu sama lain itu melampaui batas-batas kepentingan diri dan segala perhitungan. Masalah komitmen bukan terutama mengenai bagaimana mengadakan, melainkan bagaimana kita menepatinya. Kebanyakan orang mengalami kesulitan memegang janji dan menepati komitmen, maka komitmen itu bagaikan suatu pintu. Sehingga sekali orang melewati pintu itu dan masuk kedalam berarti orang itu sudah masuk dalam wilayah kesetiaan untuk mengungkapkannya dalam bentuk perkataan,tindakan,maupun aneka hubungan yang dijalani dalam kehidupannya. Namun pada saat hubugan dengan partner mengalami suatu krisis atau karena alasan lain,maka komitmen muncul kembali sebagai suatu masalah yang vital.semakin cepat kita melampaui krisis itu, akan semakin mudah kita menghayati dan menikmati hidup yang sesuai dengan komitmen yang diadakan.

Rafaela Setamanki Adalah Mahasiswi Akuntansi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.