Home SASTRA PUISI PUISI INI PUISI KARYA WENGYEPMUT OPKI
INI PUISI KARYA WENGYEPMUT OPKI

 

Sungai-sungai yang berliku-liku mengalir tiada henti

Ku dengar nun jauh disana burung-burung berkicau merdu

Sungguh mempesona usikan suara burung-burung nan pesona

Kapankah yang hilang akan kembali seperti semula


Karya: Wengyepmut Opki


Aku Si Penipu

Kata mu kau dasar penipu

Maafkan daku sayang...

Kukira waktu sedang menungguku

Sampai aku melupakanmu

Aku memang benar benar bodoh

Aku menjadi buta dan tak mampu melihatmu

Kini hari sudah petang jengkrik pun terusik kalbu

Aku tak jumpa lagi denganmu sayang....

Andaikan waktu ini kembali lagi kepadaku

Aku akan datang memaafkanmu

Helo my dear you don’t forget me

I will always waiting for you dear....


Oleh: Wenkyepmut Opki


Ibuku


Ibu ku kaulah yang perkasa bagiku

Kasih sayang mu tak terbatas

Cinta Tuhan selalu mengalir padamu bundaku

Diriku tak terbayang apapun

Disaat kamu menyusuiku...

Ku tak mengerti

Apa yang kamu lakukan padaku

Waktu terus berlalu aku beranjak dewasa

Sungguh betapa hebatnya ibu ku

Dimana kau pergi sembari membawa aku

Bagaikan mutiara yang kau tak lupakan

Sungguh kau pahlawan ku

Ibu....Ibu....

Kau begitu mulia dari segalanya

Aku tak sanggup membalasmu

Disaat aku sakit disaat aku lapar

Kau selalu disamping dan merawatku

Tetesan air matamu jatu berderai bagaikan

Hujan gerimis yang jatuh setapak dimalam hari

Aku menangis disaat malam hening

Diluarpun banyak bebunyian

Rasa takutmu begitu membara bagaikan nyala api

Sembari mencari jalan melindungi aku

Bila kamu jatuh engkau selalu memandangku

Tanpa engkau memandang dirimu

Meskipun ada rasa sakit

seolah olah lukamu disembuhkan olehku

Aku memandang dari jau dan memanggilmu

Ibu....Ibu....Ibu........

Ku merasa bahagia bersamamu



Oleh: Wenkyepmut Opki


(Yogyakarta, 29 Desember 2013)


Laptop


Hai laptop

Kenapa kamu ada disini

Aku tidak membtuhkanmu

Aku tidak mengerti denganmu

Kamu adalah benda mati

Kenapa aku harus menemanimu

Kamu tak bisa menolongku

Ah......untuk apa aku bersamamu

Hai laptop

Tadinya aku tak menerima kamu

Setelah aku pikir-pikir

Aku sanagt membutuhkanmu

Tadinya aku tidak mengerti denganmu

Tapi sekarang barulah aku mengerti

Walaupun kamu benda mati

Aku sangat membutukanmu

Engkau remot dunia bagi maklum bumi


Oleh: Wenkyepmut Opki (1 January 2014)


Freedom


Sudah lama ku berjuang

Air mata jatuh berderai

Membasahi tubuhku

Disaat hening aku berdoa padamu Tuhan

Bintang bintang di langit mengeluarkan cahay merah

Hatiku merasa takut melihat cahaya merah

Aku ingin bebas

Ku ingin kau bersama ku selamanya

Ku memandang mentari pagi di ufuk timur

Cahaya menenrangi kotaku

Aku tak memandang wajahmu

Diriku dibashi oleh hujan darah

Ya Tuhanku aku ingin bebas

Diriku direnguk oleh singa

Air mataku mengalir tiada henti

Ya Tuhanku Aku ingin dibebaskan


Oleh: Wenkyepmut Opki


 

KAUM BENALU


Sekian lama kau merantu

Muka yang begitu tampan

Hati seperti embun di atas daun

Seperti gajah masuk kampung

Ujung jarum halus kelindan sutera

Matamu merah bagaikan nyala api

Akar ditilang dedaunan kering

Ranting-rinting pun mengering

Tangan terikat tahan tak hampa

Jari jemari runtuh binasah

Anjing malam menjilat merah tinta

Burung merpati kehilangan sangkar

Gunung berdiam

Angin menyapu halaman

Air mengalir menerpa jiwa

Ada kaca ada muka

 

Karya: Wengyepmut Opki

 

Yogyakarta,2 Maret 2014


 

Share
 


Copyright by KOMAPO.