Home SASTRA CERPEN CERPEN WABAH OPLOSAN
WABAH OPLOSAN

Mungkin ilusi sehabis lelah, angin yang menyetrum tubuh lalu menghilang tanpa arah entah ke mana, hanya memberi energi tambahan, yang ada hanya kesegaran terasa dalam pikiran.

Kadang pikiran mewakili hal tersebut, seakan itu nyata, bagi filsuf idealis mungkin benar adanya karena pikiran mewakili hal tersebut, lalu diterjemahkan dalam mencari bentuk hari makin menunjukan kegelapan, entah kegelapan apa..?

Seolah seperti peristiwa kegelapan yang melanda Yudea, selama hampir 3 jam yang mengakibatkan kepanikan seisi mahluk hidup dalam memandang keajaiban peristiwa kematian Yesus, yang tak berdosa, seakan menjadi nyata yang sedang lagi hot news di Yogyakarta akibat oplosan menghilangkan nyawa tak berdosa 22 orang.

Terbangun dari kursi menuju kamar mengambil perlengkapan mandi, lalu menuju kamar mandi, kebetulan antriannya sudah kosong jadi langsung masuk menyiram badan dengan air. Terasa segar, sampo untuk mengharumkan rambut, sabun lifeboy menjadi teman badan, pepsodent membantu memutihkan gigi, kata orang bijak kebersihan adalah bagian dari iman, termenung apakah adanya demikian atau hanya ilusi..!.

Tampilan luar tak selalu jadi jaminan beriman seseorang, tetapi mungkin adalah wujud ajakan moral untuk manusia agar mencintai kebersihan diri lingkungan maupun alam semesta ini, karena manusia tak selalu seindah taman di hutan, yang terpandang keindahannya. Manusia terpandang seperti bercak coretan yang tak menemukan arah logika penjelasanya, dasar hati manusia siapa yang mengetahuinya..??.

Mungkin hanya sang ilahi yang dapat memahaminya, sesama manusia hanya dapat menebaknya. Entah benar atau asumsi, tak menjadi masalah..?

Terdengar ajakan dari Z, kita ke Burjo yuk.

Bikin apa di Burjo Z..?? sapa aku balik.

Makan dan nongkrong ada sesuatu yang ingin saya sharing dengan kamu,

Emangya apa itu..?

Hm…

Rahasia yang pasti penting untuk dipikirkan sebagai orang muda, ada pepatah mengatakan generasi muda selalu memikirkan masa depan kemanusian, masa depan bangsa, masa depan pekerjaan, masa depan pasangan hidup, waktu menikah, rumah idaman, walaupun terkadang ada pesisme tetapi kadang juga ada optimisme tentang masa depan yang mungkin sempat di jalankan. Ada keterbatasan tetapi tidak menjadi hambatan, semua akan berjalan seiring waktu berganti, waktu tidak berhenti, begitupun semangat orang muda untuk perubahan.

Perubahan yang mengerti akan kebutuhan, bukan perubahan yang salah, karena kereta salah arah akan bertabrakan atau tergelincir ke jurang, tetapi kalau manusia salah arah akan ada suatu titik untuk melangkah ke arah yang benar, namun juga terkadang akan berakibat fatal hingga harus di terpikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan, penyesalan setelah kematian akan sia-sia.*

Kamu pesan apa tanya Z, kepada aku ..?

Aku josua aja, susu ples (Plus) extra jos, menambah stamina seperti kata iklan, nyata atau tidak sebelum kita merasakan, lalu ambil kesimpulan Hm. Sama rokok Gudang Garam Surya ngecer 4 batang, kelas mahasiswa pada tanggal tua selalu hemat jadi rokok pu ngecer, kalau makan nda mungkin ngecer nanti tubuh terlihat seperti batang lidi.

Z sendiri memesan segelas emergen karena terkandung sereal menambah lemak pada tubuh, sekitar 3 menit, tibalah apa yang kami pesan, aku membakar rokok menempelkan di bibir, menarik sedalam mungkin untuk merasakan kenikmatanya, asap perlahan keluar dari mulut, dan hidung seakan seperti motor yang mengeluarkan asap.

Z, apa yang penting kamu ingin cerita padaku, tanyaku pada Z.

Iya kamu ada dengar tidak, akibat miras oplosan yang menewaskan 26 orang, di antaranya 9 adalah anak Papua. Iya sempat sih, dengar obrolan beberapa orang waktu di Busway, tetapi selintas saja.

Bagaimana kejadiaaNnya Z, beberapa hari yang lalu tepatnya hari kamis, tanggal 6 februari 2016, pada keracunan orang-orang yang minum miras oplosan di larikan ke rumah sakit Rs. Bethesda dan Rs. Sarjito, konon katanya mereka semua membeli di satu tempat, ada yang tertolong tetapi banyak yang gugur dalam perang melawan kematian.

Kasihan mati sia-sia akibat miras oplosan jenis ciu, dan jenis sari vodka, minuman yang tak ada lebel resmi, tega sekali penjualnya demi meraup keuntungan sebesar mungkin mengakibatkan kematian yang sia-sia, seperti akodan yang dibuang ke kolam yang mengakibatkan kematian serentak ikan, ini seakan seperti wabah penyakit atau wabah kelaparan, namun ini wabah miras oplosan.

Sekarang bagaimana perkembanganya Z, pihak berwajib sedang melakukan penyelidikan jenis campuran apa yang di pakai sehingga mengakibatkan kematian..?

Ini dia orangnya sudah datang, siapa Z tanya aku..?

Oh ini Dita, wartawan di salah satu media lokal di Yogyakarta dan juga penggagas gerakan anti miras oplosan..!

Hai malam Z,…!

Z memperkenalkan aku padanya, hai aku Dita.

Dita menduduki tempat yang sudah disediakan oleh Z, kamu minum apa Dita biar aku pesan..?

Aku jus Alpokat aja dan rokok sampoerna mild, baik Dita..jawab Z.

Kalian berdua lagi nongkrong hal apa..?

Hal terkait yang sedang kamu liput Dita,

Oh kematian 22 orang yang terjadi beruntun itu Ya..

Aku baru meliput dari Rs. Sarjito dan Rs. Betesda, lalu aku menuju ke Polsek Sleman untuk mengali informasi..? Ya itu kerjamu Dita, wartawan seperti predator yang memburu mangsa, tetapi mangsamu adalah berita, kalau predator mangsanya adalah daging.. Hm.

Betul itu Z.. ya namanya kerjaan wartawan di tuntun untuk selalu memburu berita..!

Campuran yang di pakai ke dalam minuman jenis ciu sama sari vodka adalah etanol dan methanol dengan kadar 40 % gila itu.!

Menurut Dr.Sulastiningsih, bahwa hasil lab menunjukan bahwa etanol dan metahanol yang di campurkan lebih dari yang seharusnya biasa digunakan, sehingga mengakibatkan kebutaan pada gejala awal, ginjal mengalami pendarahan yang mengakibatkan muntah-muntah ,kalau terlambat di tolong akan berakibat fatal,

Menuju kematian atau mengalami kebutaan seumur hidup.!!

Gila itu penjual miras..emangya nyawa manusia semurah itu…’’ bingung aku siapa yang gila, pelaku ,korban atau nasib..

Pastinya penjual yang gila uang..tanpa terpikir panjang, mencampurkan bahan yang dapat menyebabkan kematian pada minuman,

Itu pelaku harus di hukum.!

Memang sih akan di hukum.

Ada empat pelaku, satu pasangan suami isti, dua lainnya masih dalam proses penyelidikan. Suami istri akan di jerat dengan unsur kesengajaan yang mengakibatkan kematian dengan hukuman seumur hidup dengan jerat 204 ayat 1, kata Kapolsek yang sempat di Tanya.

Kenapa tidak sekalian saja di hukum mati, seperti penjual narkoba yang dilakukan oleh pak Jokowi,

Ya mau aku juga begitu, karena harus ada efek jera bagi semua penjual miras oplosan yang lagi main kucing-kucingan, maupun anggota yang juga ikut main kucing-kucingan ibarat sembunyi tangan, kalau sudah menjadi perhatian public baru hadir, terkesan ada pembiaran.

Aku dan kawan-kawan dari gerakan anti miras oplosan merasa ada keanehan karena kasus serupa pernah terjadi di tahun 2010 dan juga kalau melihat baik berita cetak maupun online di beberapa wilayah Jawa selalu ada korban akibat miras oplosan.

Mengapa setelah banyak yang gugur, baru pihak berwajib bergerak, mengapa lambat sekali, sudah ada bencana baru mau bergerak, padahal bisa di antisipasi.

Banyak tunas muda yang gugur karena sebagian besar dari mereka usia dibawah 30 tahun, yang paling muda 19 tahun dari Papua, harapan perubahan telah gugur, gugur tak meningalkan jejak, jejak mereka hanya tertampang di surat kabar dan Tv “ Korban Akibat Miras Oplosan”, pasti keluarga mereka merasa malu dan merasa kehilangan karena kematian yang datang seperti kilatan petir menyemput lalu menghilang kembali, seakan tak percaya tetapi itulah kenyataan yang ada.

Ada rasa kesal terpampang dari wajah Dita, Ia seakan tak percaya, seakan ini adalah kegilaan, hilangnya pikiran menjerumuskan manusia dalam banalitas kejahatan seperti di tulis Hanna Arendt, filsuf perempuan, membunuh tanpa merasa malu, tanpa merasa menyesal, seakan ia adalah malaikat pencabut nyawa, seakan Ia memiliki izin dari Tuhan untuk mengambil nyawa seseorang, dasar orang stres uang. Sesal aku memikirkanya nasib tragis yang menimpa 22 manusia tak berdosa..*

Dita apa yang akan gerakanmu (organisasimu) lakukan untuk mengantisipasi bencana ini tak terulang lagi,Tanya Z..?

Yang pasti mengajak tokoh agama untuk selalu memberi ceramah tentang dampak miras oplosan, mengajak seluruh elemen yang peduli akan miras untuk bersama melakukan sosialisasi tentang dampak miras oplosan bagi kesehatan maupun nyawa, karena yang menjadi korban adalah mahasiswa yang merantau untuk menimba Ilmu. Yogya adalah kota studi yang selalu memiliki daya tarik bagi Mahasiswa rantau,Yogya seperti gadis cantik yang menjadi idola setiap generasi muda.

Saya hanya bisa mengharapkan agar peristiwa ini menjadi pelajaran karena manusia pasti memiliki pikiran, apalagi mahasiswa untuk lebih menjaga diri jangan terjebak pada hal-hal yang akan merusak hidup. Hewan aja bisa menyadari untuk menghindari jebakan yang sama, apalagi manusia harus bisa, jangan sampai bangun sudah berada di liang kubur, memang kematian adalah milik semua orang tetapi kematian yang bagaimana dulu, bukan kematian akibat miras atau kematian akibat perempuan.

Hm.

Aku dengan Z juga berpikir demikian, kalau mati untuk hal yang positif no problem, tetapi mati untuk hal yang negatif jangalah, kasihanlah hidup .!

Hidup ini membutuhkan kita untuk melakukan sesuatu yang baik karena hidup singkat maka jangan di persingkat lagi..

Dituliskan: Yogyakarta 17 februari 2016

Catatan

- Korban Miras Oplosan Di Yogyakarta, Bulan Februari 2016

- Methanol Adalah Bahan Campuran Bensin, Kl di Konsumsi Melebihi Kadar Akan Berakibat Fatal Pada Tubuh.

Share
 


Copyright by KOMAPO.