Home SASTRA CERPEN CERPEN OBROLAN MAHASISWA
OBROLAN MAHASISWA

Hm. ya betul itu.

Bunga bermekaran di taman bunga, cinta tumbuh dalam dekapan perasaan terdalam.ha.ha.

sore bu aku pesan kopi hitam, pakai gelas kecil, sedikit gula, agar terasa sedup kopinya ketika mengalir dalam tengorokanku, sama rokok Gudang Garam surya 16 sebungkus, pasangan yang serasi dalam dunia nongkrong,Hm.

zhu kamu pesan apa, Tanya ibu, aku Good Day gelas kecil, karena hari akan menjadi indah bersama Good Day,rokok malboro sebungkus bu,kamu rokok juga zhu, ya bu tidak ada larangan bagi perempuan untuk tidak merokok, karena dengan merokok dapat memberi rasa ketenangan dan memacu insiprasi untuk saya bu.

Oh

Memang zaman berubah, perubahan gaya hidup pun berjalan mengikuti perubahan tersebut merokok bagi perempuan di anggap hal yang wajar, kalau zaman ibu, pasti di beri stigma negatif bagi perempuan yang merokok, ataupun keluar rumah lebih dari jam 9 malam’pasti di anggap perempuan kurang baik

Ya zaman telah berubah, fajar baru, telah menyingsing dari dunia barat ke timur,dunia telah maju, nda mungkin kembali pada masa ibu dulu, perempuan sekarang uda mulai sejajar dengan laki-laki.

Perempuan telah ada yang menjadi presiden, ada yang menteri, legislator perlemen, gubernur, bupati, walikota, aktivis, wartawan, TKW, maupun ada yang jadi ojek, sopir dan maupun kondektur pada busway, ataupun bis kota, ini dulu adalah pekerjaan yang identik dengan laki-lakisedangkan kami kaum perempuan hanya menanti di dapur atau di kasur pada malam hari tradisi itu telah berubah,perempuan juga bisa,sekarang juga banyak perempuan yang lebih memilih untuk mandiri,untuk tidak tergantung pada suami seperti anak kecil yang selalu tergantung pada orang tua,karena dengan bebas,tanpa ikatan akan mengalirkan perempuan untuk berkembang dalam mengejar cita-cita maupun impiannya.

Betul itu bu, air tak pernah berhenti untuk menunggu kita,air selalu mengalir dalam perkelanaanya,perempuan juga butuh perkelanaan bukan hanya laki-laki, era kebebasan bagi perempuan saat ini, bukan era siti nurbaya,bukan juga era ibu,tetapi sekarang era kami, perempuan yang berpikiran untuk selalu maju dalam hal yang dulu hanya menjadi tempat duduk nyaman bagi laki-laki,tetapi sekarang laki-laki berpikir ulang untuk mengangap bahwa perempuan tidak bisa, perempuan juga memiliki khans yang besar untuk kelak bisa mengantikanya, karena sekarang juga banyak perempuan yang berperang sebagai kepala keluarga dalam kehidupan,tanpa laki-lakipun perempuan bisa untuk otonom dan mandiri, pikiran yang dulu bahwa laki-laki di atas sekarang sudah tidak memiliki tempatnya lagi, mungkin tempatnya hanya dalam mimpi..Ya kalau mimpi nda papa, itukan pemikiran orang dahulu kala, Ha.ha..radikal sekali kamu zhu.

Radikal apa..?

Steven memang itu kenyataanya, aku nda mau berdebat dengan kamu, kalau soal feminisme aku no coment, karena itu hak setiap perempuan untuk maju dan berkembang sejajar bersama laki-laki,untuk menghilangkan tradisi patriarki yang sekarang masih kuat di Indonesia,tetapi kadang perempuan juga menikmati penindasan tersebut, gila kamu perempuan bodoh saja yang mau menikmati penindasan,masa uda tertindas tetapi inggin di tindas ulang, gila betul memangnya binatang, yang tidak bosan untuk di pukul, tetapi inga hewan juga bisa membalas, apalagi perempuan yang memiliki akal, dan juga memiliki perasaan untuk selalu membela diri, zhu kamu itu selalu keras kepala, dan nda mau dengar orang lain punya pendapat,kamu ini aliaran apa, feminism radikal…??

Mau aliran apa keh, tidak jadi masalah buat aku..!! yang penting, perjuangan perempuan untuk kesetaraan harus terwujud itu yang penting, bagaimana bu,sepakat itu nak zhu,perempuan harus berpikir untuk selalu maju, dan mandiri.karena perempuan bukan seekor burung yang selalu harus di kurung di sangkar,perempuan juga adalah manusia bebas, untuk terbang seiring anggin berhembus.

Zhu aku setuju karena itu kehendak Tuhan,untuk mahlub ciptaannya untuk saling berdampingan, saling mengisi kata kejadian, bukan aku Ya.he.

Ya bisa pa pastor, gila kamu emangya aku pastor apa.?? Karena Tuhan juga patriarki,pastor juga patriarki, wah radikal sekali pikiranmu.Hm.

Perempuan itu indah, seperti taman bunga, yang penuh dengan keindahan, tetapi kadang tangan nakal yang menghancurkanya, liat saja tempatnya steven di Kalimantan hancur alamnya,karena perselingkuhan antara penguasa dengan pengusaha,lalu di lindungi oleh militer yang memakai pakain seperti terlihat warna hutan,tetapi merekalah yang turut untuk menghancurkan hutan, perempuan yang masih polos, di hancurkan sehingga seolah tanpa busana lagi,harga dirinya kini telah hilang,martabatnya telah di rampas,masa depan anak-anaknya tak menentu,terkadang semua ini seolah terlihat omong kosong, seperti mimpi bangun pagi telah terjadi perubahan,seakan tertidur dalam dunia mimpi.

Dunia yang dulu polos, kini suram,seakan air putih terisi tinta hitam dalam gelas, yang terlihat hanya bayangan kematian,

Dahsyat sekali, perilaku elit-elit kita,.

Steven termenung sejam membayangkan kematian, yang di paksakan, sakin pusin karena tak menemuka jawaban, anggin berhembus memberi tanda, namun soal ini, sulit.!

Ia memesan kopi itam,bersama rokok djisamsu untuk menenangkan sakit kepalanya, terkesan dari raut wajahnya ada rasa marah, ingin memberontak, namun itu hanya tanda tanya..??

Tempatku sudah hancur,yang ada hanya kuburan-kuburan kosong, yang lebarnya seluas lapangan bola kaki, bola volley, maupun sirkut balapan, kuburan kosong yang memakan korban, beberapa minggu lalu adek sepupu yang duduk kelas 4 SD,meninggal di kuburan kosong yang di genangi air kematian, sedangkan mereka para elit, pengusaha, militer menikmati pondi-pondi uang, menikmati hidup yang mewah, lalu kami apa..?? tanya Steven

Kami hanyalah barang bekas yang menjadi tempat sampahan, tak ada nilai lagi, tingal di buang saja semaunya.

Aku termenung, membayangkan tanah kita tanah madu,dan susu,lalu yang ada seperti burung pemangsa yang menanti kapan kita mati, lalu di jadikan santapan lezatnya. anak ayam mati di lumbung padi, anak elit mati bersama alkohol dan paha gadis montok.ha.ha.dunia ini seakan terlihat lucu.tawa dalam hati.

Uda jam berapa ni…?

Zhu.

Uda jam 18.30 ni. Wao uda malam, kayanya hujan belum reda, alam lagi menangis atas penderitaan umat manusia, yang di ekploitasi demi kepentingan ekonomi politik segelintir predator haus uang dan darah.*

Tak terasa kami uda 2 jam di angkringan bu Rini, di bawah bassman tempat parkiran motor, semakin malam semakin sesaak parkiran motor,mantel hujan mengantikan payung, demi sebuah tujuan, mengejar masa depan, untuk memperbaiki nasib kata orang tua maupun guru.

Kantin bu rini, kini mulai ramai, sambil menunggu kuliah mulai, mahasiswa kelas malam ada yang pesan kopi, teh, white kopi, susu jahe, mie rebus, untuk menghangatkan badan, sebelum berperang melawan dingginya Ac di ruangan, mata bergentayangan mencari jam, mulai menghilang satu persatu mahasiswa kelas malam, jam memangil mereka untuk masuk kuliah, menghilang satu persatu seperti menghilang di telan dingin,

Kini tingal kami bersama bu rini, gimana balik Yuk.

Gerimis hujan mulai reda, giman steven’’ n zhu

Ayo aku belum mandi ni, emangya kamu tau mandi juga zhu.

Emangya kamu pikir aku ni malas mandi Ya. Biar radikal dalam prinsip pikiran soal emansipasi tetapi aku juga harus terlihat feminine dikitlah.Ha.ha..

Berapa semua bu..?

Rp.46.000, ni kembalianya zhu Rp.4.000,.

Oke sampai jumpa besok, di kampus. Saay Good Bye Tommorow Again

Ishak Bofra,10 februari 2016

Share
 


Copyright by KOMAPO.