Home SASTRA CERPEN
CERPEN
Description of traditional dance from papua “Ketengban Mut”


Penulis: Elias Duyala

Indonesia is many Island in Asia. Culture is a one thing that people have always created. All people who lived in different places have different culture too. Culture gives a big effect to peoples behavior. How people spent their time, how speak to each other, how they do something, it depends on their culture.

In this case culture will have a big effect on my village, this is a traditional dance, from Papua specialy my village (Ketengban), used many attribute for pick-official or Celebration and Happy New Year. And also traditional celeberation for example: wedding, and the other activities. Every culture has own meaning. This traditional costume is from "Sundown" or in mother language we call" Ketengban mut".

Read more...
 
SURAT CURHAT SEORANG SOBAT KARIB.

 

June 18, 2011 at 12:02pm

 

Siang itu sa pulang dari kampus, pas panas mantap e, sa cape, haus baru lapar lagi. Sa buru-buru buka pintu rumah, begitu sa mo masuk rumah, pas depan pintu ada 1 surat dengan amplop lukisan bunga ros warna merah hati, pake perangko USA. Macam sa pu rasa cape, panas, lapar n haus hilang tiba-tiba ka. Sa buang tas dengan map-map di lante saja, trus cepat-cepat sa buang diri di sofa, baru sa buka amplop tu pelan-pelan eee (macam sa rasa rugi skali kalo amplop tarabe takaruan ka). Booooo…ternyata itu surat dari sa pu sobat karib. Yooo…de tulis surat itu dalam bahasa Belanda tapi kalo kam juga mo tahu, pasti sa akan bantu terjemahkan….Jadi surat itu de pu bunyi begini….

StanRay yang sangat sa sayang,

Sa tahu bahwa begitu surat ini tiba, pasti ko akan tanya2,kenapa sampe sa harus tulis surat ini dengan tangan baru sa kirim via pos lagi. Kenapa sampe sa tra kirim via e-mail, bukankah lewat media elektronik malah lebih cepat dan hemat. Sa tahu bahwa ko itu orang yg kritis dan cepat sekali respons kalo ada yg ko liat tra beres. Tapi sebelum ko sampe ke situ, sa mo kasih tahu bahwa bagi saya, tulis tangan ini lebih berharga dan lebih bernilai dari pada sa pake computer, trus kalo tong tulis surat dengan tangan itu sama saja dengan tong sangat hargai orang yg tong tuju….jadi begitu,StanRay.

 

StanRay yang sangat sa sayang,

Sepuluh tahun tong berpisah, sa tra mo kasih kabar sama ko selama itu bukan karena sa lupa ko, tidak sama sekali. Ko dapat tempat tersendiri dalam sa pu hati. Sa pu janji dalam hati bhw tepat 10 tahun setelah tong berpisah, sa akan kembali ketemu ko,pas dengan hari dan tanggal serta bulan perpisahan itu.

Saya, Ray….akan kembali untuk ketemu ko dengan harapan bahwa ko bukan lagi seperti sa pu sobat 10 tahun lalu waktu tong 2 sama-sama masih umur 12 tahun. Sa harap bahwa kali ini tong 2 pu pelukan bukan lagi pelukan rindu antara sobat deng sobat tapi kalo bisa akan berubah jadi pelukan rindu antara 2 orang yang saling jatuh cinta. Sa berusaha dapat ko alamat dari Bro Berth yang pas saya ketemu di satu pusat perbelanjaan di New York, sa pesan sama dia supaya jang kasih tahu tentang tong pu pertemuan sama ko. Syukur karena Bro Berth de dengar apa yang sa bilang.

Hari itu, adalah hari yg paling bikin sa senang eeeee……..Sa sengaja pilih kemeja dam-dam warna merah jingga seling putih dan merah tua…sa tau itu ko pu warna2 kesayangan…pasangan dengan celana jeans ala USA deng dong pu sepatu cowboy….sa masih ingat skali ko paling senang utk nonton film cowboy, jadi sa mo bikin gaya macam cowboy biar tra pas asal bisa sedikit macam begitu.

 

Sa pinjam Oom Jess pu mobil dan sa tancap ke ko pu rumah. Dalam perjalanan ke ko pu rumah, sungguh mati seeehhhhh…. Sa rasa dalam sa pu diri ini macam ada 1 gudang yg penuh dengan ribuan perasaan dan 1000 macam pertanyaan, StanRay!

Read more...
 
ENAM TAHUN DI BIME

Di kampung Bime hiduplah mereka. Seri menghidupi kehidupan di kampong itu, kampong yang sangat berbeda dengan kampong sebelumnya (kampong asalnya). Kampong Bime terlihat di timur sebuah gunung yang melintang dan mengilinginya. Gunung tersebut diselimuti salju abadi. Salju tersebut masih tetap kokoh, walau musim panas tiba. Sebelah barat, utara, selatan Bime melingkupi daratan yang sangat luas. Daratan tersebut sangat luas, tidak ada gunung yang terlihat. Daerah lembah ini luasnya sampai mendekati lautan pasifik. Hasil bumi berlimpah, masyarakat disekitar tidak banyak kerja. Hanya mereka mengambil hasil bumi yang sudah ada sejak mereka belum ada di bumi. Misalnya pisang, sagu, buah merah, ikan, dan lain-lainnya.

Read more...
 
TERPAKSA KELUAR DARI SEKOLAH KUMU ITU

Pak guru jangan pergi…,jangan pergi..,mau ke mana pak guru…,bantu kami sekolah, kami ingin sekolah!!


Itulah suara yang terdengar dengan kata-kata penuh harapan. Nadanya sesak, tidak mau berkata-kata. Hanyalah air mata yang keluar dari mata putih itu, mengalir dan membasahi pipi dan mengalir ke tanah yang diinjakinya. Boca-boca ingusan berbaris di pinggir halaman, saling berpelukan, saling berpegang tangan. Mereka menghucapkan kata-kata dengan polos yang dikeluarkan oleh mulut anak-anak itu. Anak-anak tersebut bersama sebuah gedung menjadi teman penghibur dalam menghidupi kehidupan mereka. Gedung itu menjadi teman sepermainan. Bersama gedung itu, mereka menjadi senang, semangat, menghidupkan tanda-tawa. Setiap sore sekitar pukul 15.00 mereka berkumpul bersama, saling menceritakan pengalaman mereka sewaktu pergi bersama ayah-ibunya. Entah kemana mereka! Mereka menceritakan. Lupakanlah anak anak ingusan tersebut! Cerita tersebut diatas adalah hasil pertengahaan cerita pendek ini, ketika 12 tahun kemudian.

Mereka berdiri di salah satu Daerah kumuh di pedalaman. Daerah yang konon ceritanya berada dibalik gunung, disebelah jurang, dibatasi dengan sungai dan bukit-bukit terjal menjulang di sana, jauh dari kota keramaian, berdiam di sana. Daerah tersebut berdiam tanpa kata-kata. Daerah terpencil yang belum mengenal dunia luar. Sebaliknya Dari luar belum mengenal daerah itu.

Adalah Nongme. Nongme wilayah kumuh, berlokasi dibalik gunung. Wilayah itu, saat ini dikenal dengan distrik nongme. Distrik baru pemberian kado Ulang tahun sekitar tahun 2011 silam. Distrik hasil pemberian pemerintah Indonesia melalui kaki tangan pemerintah daerah. Pemerintah daerah itu adalah Kabupaten Pegunungan Bintang yang beribukota oksibil. Genaplah menjadi 42 distrik di kabupaten itu. Kabupaten pegunungan bintang yang baru dimekarkan dari kabupaten induk, kabupaten jayawijaya pada tahun 2003 tersebut kini berkembang menjadi 42 distrik. Lupakan kado pemekaran ulang tahun.

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 2 of 2


Copyright by KOMAPO.