Home RENUNGAN RENUNGAN BAGAIMANA SEHARUSNYA PANDANGANKU TENTANG TEMAN KAMPUS ATAU TEMAN SEKOLAH?
BAGAIMANA SEHARUSNYA PANDANGANKU TENTANG TEMAN KAMPUS ATAU TEMAN SEKOLAH?

Penulis: Briyan S. Urwan


Kadang, kalau melihat sekelompok remaja, aku berkata dalam hati, wah mereka akrab sekali, aku mau jadi teman mereka, Ryan. “Aku tidak sulit berteman di Kampus atau Sekolah . Gampang sekali. Tapi, itu masalahku-Mia”.

Setiap orang butuh teman-orang yang bisa diajak bersantai saat senang dan bisa diandalkan di saat susah. Yesus Kristus punya teman dan Ia senang bergaul dengan mereka-Injil Yohanes 15: 15. Dan, menjelang kematian di Kayu Salib , Yohanes –murid yang sangat Ia kasihi berada di dekat-Nya- Injil Yohanes 19: 25-27; 21: 20. Kamu butuh teman seperti itu –orang yang selalu berada di sisimu dalam suka dan duka!

 

Barangkali, kamu merasa telah menemukan teman seperti itu di Sekolah atau di Kampus, satu atau dua teman sekelas enak diajak bergaul. Kalian punya minat yang sama dan senang mengobrol bersama. Menurutmu, mereka bukan teman bergaul yang buruk-Baca 1 Korintus 15: 33), kita bertemu anak-anak itu hampir tiap hari, kata vian. Jadi kita merasa nyaman di dekat mereka. Tidak seperti ketika berada di antara saudara-saudara rohani, manaklah kita kadang merasa perlu lebih berhati-hati. Di Kampus atau di Sekolah ita bisa merasa santai , selain itu kamu mungkin memiliki pandangan sperti Loisa, yang mengatakan “aku ingin teman-teman kampusku atau sekolahku melihat bahwa orang Kristen tidak terlalu berbeda seperti yang dikira semua orang, aku mau menunjukkan bahwa kita normal.” Apakah semua ini alasan yang tepat untuk akrab dengan teman-teman Kampus atau Sekolahmu?


Mengapa Perlu Behati –Hati?

Perhatikan apa yang terjadi atas Mia, yang dikutip di awal pembawaannya supel membuat dia mudah berteman di Kampus, tetapi sulit menetapkan batas. “Senang rasanya disukai teman-teman, lelaki dan perempuan“ katanya. Akibatnya, aku jadi semakin tersedot ke dalam pusaran pergaulan dunia ini”. Loisa mengalami hal serupa “Aku terpengaruh sikap teman-teman“ katanya. “ Aku mulai bertingkah seperti mereka”

Hasil seperti itu tidaklah mengejutkan. Lagi pula, agar bisa menjadi terus berteman akrab, kamu harus punya minat dan standar moral yang sama. Jika kamu menjalin persahabtan dengan orang yang tidak terpaut pada kepercayaan dan standar Alkitab , pergaulan seperti itu pasti akan mempengaruhi tingkah lakumu –buktikan di Amsal 13: 20 . Untuk alasan yang masuk akal, Rasul Paulus menulis “Jangan memikul kuk secara tidak seimbang bersama orang-orang yang tidak percaya-buktikan 2 Korintus 6: 14.


Yang Bisa Kamu Lakukan!


Apakah nasehat Rasul Paulus berarti bahwa kamu harus jauhi teman kuliahmu atau sekolahmu dan mengabaikan mereka? Sama sekali tidak! Untuk memenuhi amanat membuat orang-orang dari segala bangsa menjadi murid orang kristen perlu tahu cara berinteraksi dengan pria dan wanita dari segala ras, agama, dan kebudayaan –Matius 28 .

Rasul Paulus menjadi teladan bagus dalam hal ini. Ia tahu caranya bercakap-cakap dengan segala macam orang sekalipun mereka tidak seiman ( 1 Korintus 9: 22 -23). Kamu bisa mengikuti teladan Paulus. Bersikaplah ramh kepada teman-temanu.

Belajarlah berkomunikasi dengan baik kepada mereka. Namun, sehubungan dengan tutur kata dan tindahkan, lawanlah keinginan untuk meniru teman-teman kuliahmu atau sekolahmu. Sebaliknya, sesegera mungkin jelaskan kepada mereka dengan penuh respek mengapa kamu memilih untuk hidup menurut Standar Firman Allah -2 Timotius 2 : 25 sangat membantu.

Memang kamu akan terlihat berbeda dan itu bukan hal yang mudah dijalani – 1 Yohanes 15 : 19. Tetapi, mengapa tidak memandang masalahnya seperti ini ? Seandainya kamu berada di skoci penyelamat dan di sekelilingi ada orang-orang yang terkatung –katung di air , bagimana kamu dapat benar-benar menolong mereka-dengan meninggalkan skoci dan melompat ke dalam air untuk bergabung bersama mereka ? Tentu tidak!

Demikian pula, di Kampus dan di Sekolah anda berada di anatar orang-orang yang tidak menikmati perlindungan yang diperoleh karena menjadi sahabat Allah (Mazmur 121: 2-8). Jika kamu meninggalkan standar Allah Cuma supaya akrab dengan teman –temanmu, kamu akan memabahayakan kesehatan rohanimu dan kebahagiaanmu yang sesungguhnya –buktikan Efesu 4: 14 -15 dan Yakobus 4: 4. Betapa jauh lebih baik jika kamu mencoba menolong mereka agar bergabung bersama di skoci penyelamat dengan menunjukan kepada mereka cara melayani Allah.


Syalom. Selamat hari minggu.Tuhan Yesus selalu mencintai kita. Amin

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.