Home RENUNGAN RENUNGAN BAGIAMAN AKU BISA MENGATUR UANG
BAGIAMAN AKU BISA MENGATUR UANG

Penulis: Bryan Sefi Urwan


Seberapa sering kamu merasa kehilangan uang ?

@Tidak Pernah

@Kadang-Kadang

@Sering

Seberapa sering kamu membeli barang yang sebenarnya terlalul mahal untukmu?

@ Tidak pernah

@ Kadang-Kadang

@ Sering

Seberapa sering kamu membeli barang hanya karena sedang obral ,padahal kamu tidak benar-benar membutuhkannya?

@ Tidak pernah

@ Kadang-Kadang

@Sering

Apakah kamu selalu merasa kekurangan uang ? Kalau kamu punya lebih banyak uang , kamu bias membeli baju banyak, sepatu, handpone balckbery, Samsung dan lain –lain atau kamu mungkin menghadapi dilemma seperti Vian, yang mengatakan, “ Kadang, teman-teman mengajakku ke tempat-tempat yang mahal. Aku ingin ikut dan bersenang-senang dengan mereka. Tidak ada yang mau bilang, saying sekali , aku tak punya uang“.

 

Daripada kesal karena tidak punya cukup uang, bagaimana kalau kamu belajar untuk mengaatur uang yang ada di tangan? Kamu bias saja belajar mengatur uang nanti kalo sudah tidak tinggal bersama orang tuamu. Tetapi, coba pikir! Apakah kamu mau terjun dari pesawat terbang jika kamu belum pernah belajar cara menggunakan parasut? Memang, sambil meluncur ke tanah, seseorang mungkin bisa tahu apa yang harus dilakukan. Namun, alangkah lebih baik jika ia belajar prinsip dasar penggunaan parasut sebelum melompat dari pintu pesawat!

Demikian pula, saat terbaik untuk belajar mengatur uang adalah sewaktu kamu masih tinggal bersama orang tua, sebelum kamu menghadapi problem keuangan dalam kehidupan nyata. “Uang adalah untuk perlindungan“ tulis Raja Salomo-buktikan di Pengkhotba 7: 12. Tetapi, uang akan melindungimu hanya jika kamu belajar cara mengendalikan pengeluaranmu. Dengan melakukannya, kamu akan semakin percaya diri orang tuamu akan seakin merespekmu.


Belajar Prinsip Dasarnya

Pernahkah kamu meminta orang tuamu menjelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus rumah tangga? misalnya, tahukah kamu berapa biaya penggunaan listrik, telepon dan air setiap bulan atau berapa dana untuk menggunakan kendaraan , membeli makan, dan membayar sewa atau angsuran rumah ? Ingat , kamu ikut menggunakan berbagai fasulitas tersebut - dan jika tidak tinggal bersama orang tuamu lagi , kamu-lah yang harus membayarnya. Jadi , ada baiknya kamu tahu seberapa besar biaya hidupmu. Tanyakan orang tuamu dan dengarkan baik-baik saat mereka menjelaskan cara mereka menganggarkan dana untuk membayarnya.

“Orang berhikmat akan mendengarkan dan menerima lebih banyak pengajaran , dan orang yang berpengertianlah yang mendapatkan pengarahan yang terampil, “ kata Alkitab Amsal –buktikan di Amsal 1: 5. Anna meminta petunjuk orang tuanya. Dia mengatkan, “ Papa mengajariku cara membuat anggaran , dan ia menunjukkan betapa pentingnya kerapian dalam mengelola keuangan keluarga”.

Sedangkan ibunya mengajari Anna hal lain yang praktis, “mama menunjukkan pentingnya memanding-bandingkan harga sebelum membeli” kata Anna, dan ia menambahkan “Hebatnya, hanya sedikit uang, mama bisa melakukan banyak hal.“ Apa manfaatnya bagi Anna? “ ekarang, aku bisa mengelola keuanganku sendiri . Aku mengendalikan pengeluaranku dengan cermat sehingga pikiranku tenang dan tidak pusing untuk uang.


Kenali Godaan

Memang, mengendalikan pengeluaran tidak semudah yang dikatakan , khususnya jika kamu masih tinggal bersama orang tua dan mendapat uang saku atau punya gaji sendiri. Mengapa? Karena kemungkinan besar orang tuamu yang membayar sebagian besar tagihan dan biaya hidup keluarga . Jadi, mungkin hampir semua uangmu bisa kamu belanjakan sesukamu . Dan membelanjakan uang bisa jadi menyenangkan .

Namun, masalah bisa muncul jika teman-temanmu mendesakmu untuk berbelanja melebihi batas yang masuk akal. Liliana, 22 tahun , mengatakan, “Di mata teman-temanku, berbelanja atau shoping telah menjadi bentuk rekreasi yang utama. Sewaktu aku jalan-jalan bersama mereka , seolah-olah ada aturan tak tertulis : Kalau Mau bersenang-senang, kita harus keluar duit. “

Wajarlah kalau kamu ingin diterima oleh teman-temanmu. Tetapi Tanya dirimu, apakah aku berbelanja atau shoping bareng sama teman-teman karena aku memang MAMPU atau aku merasa HARUS? Banyak orang membelanjakan karena ingin menaikan gengsi di mata teman dan rekan kerja. Mereka berusaha membuat orang lain terkesan dengan harta mereka dan bukan siapa diri mereka. Kecenderungan ini dapat menimbulkan masalah keuangan yang serius bagimu, Khususnya kamu punya kartu ATM atau kartu kredit .Bagimana kamu bisa mencegah hal itu?


Kendalikan

Ketimbang menghabiskan uang di ATM dalam waktu sekejap, coba cara Elena“ Sewaktu hendak pergi dengan teman-teman, “ katanya , Aku membuat rencana di muka dan menghitung batas pengeluaranku . Gajiku langsung masukan ke bank dan aku hanya mengambil uang seperlunya dalam acara itu . Aku juga sadar bahwa labih baik berbelanja atau shoping bersama teman-teman yang berhati-hati menggunakan uang dan yang akan menganjurkanku untuk membandingkan harga dulu , bukannya langsung membeli “.

Berikut ini beberapa saran yang kamu bisa terapkan jika punya kartu ATM atau kartu kredit; Jangan sembarang memberikan nomor kartu kredit atau ATM kepada siapapun, bahkan teman. Penarikan uang tunai biasanya dikenai bunga yang lebih tinggi; Jangan pernah pinjamkan kartu kredit atau ATM kepada orang lain; Segera bayar tagihan kartu kreditmu . Jika mungkin , Lunasi .

Tetapi, bukankah dengan punya lebih banyak uang,semua masalah pengeluaran akan terselesaikan? Sama sekali Tidak! Sebagai ilustrasi, jika kamu sedang mengemudi dengan mata tertutup , apakah dengan mengisi lebih banyak bensin , kamu pasti tiba di tempat tujuan dengan selamat? Demikian pula, jika kamu tidak belajar cara mengendalikan pengeluaranmu, mempunyai lebih banyak uang tidak akan memperbaiki keadaanmu.

Artikel ini menulis tentang bagimana mengatur dan memandang uang dari sudut pandang Alkitab atau sering dikenal dengan “God’s economy“. Penulis bukan orang yang kaya dan bebas secara financial, justru mengatur dan mengendalikan pengeluaranlah yang menjadi hal rumit dan dilemma bagi kita semua . Tentu , mempunyai banyak uang tidak memperbaiki keadaan kita saat ini . Semoga Tuhan Yesus mencintai kita senantiasa sampai Hari Maranata . Amin.


Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Sastra Inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing STBA LIA Yogyakarta

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.