Home PENDIDIKAN PENDIDIKAN SUARAKU UNTUK NEGERIKU, UNTUK TEMAN-TEMANKU
SUARAKU UNTUK NEGERIKU, UNTUK TEMAN-TEMANKU
Friday, 16 March 2018 16:00

Dari W. Yuventus Opki

Yth: Bapak Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang

Di – Tempat

Salam sejahtera kasih Kaka Aplim Apom, kiranya memberkati kita semua.

Dengan hormat,

Perkenalkan, nama saya Wengyepmut  Yuventus Opki. Saya telah lama tak mengenal Bapak, bahkan belum pernah bertemu dan berjabatangan. Bapak itu siapa? Namun puji Tuhan, saya mendapatkan kabar dari angin tentang Bapak. Ternyata Bapak adalah Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, yang bernama ‘’Costan Oktemka’’. Bapak, adalah orang asli Aplim Apom, Pegunungan Bintang.   Orang asli pemilik negeri Ok, yang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang. Bapak juga orang asli Aplim Apom pertama yang telah dipilih oleh rakyat untuk memipin rakyat ke arah yang lebih baik, demi kemajuan negeri tercinta, yaitu  “ Negeri Ok”, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Bapak Bupati yang terhormat, izinkanlah saya untuk bersuara. Walaupun, Bapak sudah mencabut hak suara anak perantauan “Negeri Ok” di kota Gudek (Yogyakarta). Saya telah mengikuti berbagai informasi tentang kepemimpinan Bapak yang sungguh sangat luar biasa. Luar biasanya adalah meskipun Bapak dicemoh, dikritik, dicacimaki, melalui berbagai cara oleh masyarakat. Bapak dengan teguh masih mau menerima kritikan pedas dari rakyat. Tentu Bapak sudah tahu siapa lawan-lawan Bapak, siapa Musuh, dan okunum-oknum yang berada di pihak Bapak dari informan Bapak.  Bapak Bupati yang terhormat, saya sangat tidak setuju dengan kebijakan Bapak terkait peningkatan MUTU SDM Pegunungan Bintang yang mana, Bapak memutuskan atau memberhentikan lembaga-lembaga Perguruan Tinggi Swasta maupun Negeri yang telah kerja sama dengan Pemerintah Kabuapten Pegunungan Bintang. Pemberhentian beberapa lembaga yang telah kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang di antaranya:

1. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kampus ini adalah kampus Swasta (Sekolah Katolik, Jesuit) yang pertama mengadakan kontrak MOU dengan Pemda Kabupaten PegununganBintang. Yang Bapak memberhentikan lembaga ini, tanpa Bapak berkoordinasi dengan pihak yang telah menandatangani kesepakatan MOU dengan Kampus Sanata Dharma.  Oleh karena itu, saya meminta dengan hormat kepada Bapak, bahwa, selangkah lagi akan masuk tahun Politik. Saya yakin, setelah masuk tahun politik, Bapak akan memulai turkam untuk blusukan bahasa Politik di masyarakat. Maka dari itu, saya suarakan kepada Bapak, agar segera menindak lanjuti atau menyurati ke lembaga ini, agar MOU segera diberlakukan kembali demi mengejar ketertinggalan SDM masa depan Negeri Ok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

2. Lembaga Yayasan Bina Teruna Bumi Cenderawasih atau disingkat  “BINTERBUSIH”. Yayasan BINTERBUSIH beralamat di kota Semarang, Jawa Tengah. Yayasan ini pula sudah lama kerja sama dengan Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang. Setelah ada kerjasama (MOU) dengan Lembaga ini, Pemda Kabupaten Pegunungan Bintang mulai mengirim anak-anak sekolah baik tingkat SMP, SMA, dan setingkat Mahasiswa ke luar Papua untuk studi khsusnya di Jawa Tengah. Semuanya telah berjalan dengan lancar dalam menangani SDM Pegunungan Bintang sejak itu. Namun, hubungan kerja sama itu menjadi mandek dan tidak berjalan hingga sekarang tahun 2018. Lembaga ini sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan, karena kepemimpinan Bapak saat ini. Saya tidak tahu kenapa hal ini terjadi? Apakah itu memang dihentikan karena beda Visi dan Misi Bapak yang dicanangkan beda dengan Visi dan Misi kepemimpinan Barisan Bapak Welington Wenda dulu? Sehingga lembaga ini menjadi mandek? Terobosan yang digagas oleh pemimpin hebat Negeri Ok, seperti Bapak Drs. Theo Sitokdana, Bapak Drs. Theo B. Opki, dan beberapa orang hebat lainnya yang tidak saya sebutkan itu, setidaknya Bapak harus bangga, mengestafetkan dan menambah semangat juang untuk memajukan SDM Negeri Tercinta, Negeri Ok. Setidaknya, manusia Negeri Ok, harus mengikuti sifat-sifat Ok (air). Air itu selalu tenang dan mengalir kemana arus gelombang yang ia tuju, tanpa melirik ke samping kiri-kanan atau menoreh ke belakang. Alirkanlah agar ia jalan sendiri sampai ia berhenti di mana, berarti dia akan tau kemana harus ia berlayar lagi. Manusia Ok tidak memiliki sifat Api. Jika ada api, padamlah api itu dengan air. Agar tidak ditelan api. Putusnya hubungan lembaga BINTERBUSIH, juga Bapak Belum bertatap muka bersama pengurus. Saya belum tahu apa sebab akibat dari putusnya lembaga ini dengan Pemda Kabupaten PegununganBintang? Tapi “mungkin” Bapak sudah tahu siapa oknum yang bermain di belakang itu, sehingga lembaga ini macet? Apakah oknum tersebut adalah temanmu, suadara kandungmu, pamanmu, atau dia hanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk mendapatkan sedekah dari Bapak? Ya semua itu Bapak ‘’mungkin’’ tahu. Karena Bapak adalah pemegang kebijakan. Yang jelas semua itu berakhir karena kebijakan Bapak. Namun satu hal yang saya sampaikan kepada Bapak, bahwa Kembalikanlah harkat dan martabat manusia itu seperti selayaknya manusia itu sendiri, terlebih pada hak-hak orang mendapatkan “PENDIDIKAN” yang sebebas-bebasnya. Human Is All Brothers (Mahadma Ghandi).

3. Pemerintah Kab. Pegunungan Bintang juga pernah bekerja sama dengan Surya University Institute, di Tangerang, Jawa Barat. Dalam kerja sama itu, pemda mengirim 10 anak asal Pegunungan Bintang. Sebelum Bapak jadi Bupati Pegunungan Bintang, lembaga ini pula berjalan dengan lancar, tidak ada hambatan. Namun kerja sama itu, kembali jadi kacau. Semua itu karena kepentingan-kepentingan Politik di daerah demi merebut kursi empuk di birokrasi. Saya merasa kecewa dan tidak terima dengan kebijakan Bapak yang sampai saat ini, Bapak mengabaikan atau membiarkan mahasiswa terlantar di kota studi di seluruh Indonesia khsusnya di Pulau Jawa. Bapak Bupati yang terhormat, Bapak sudah menyiapkan satu lembaga besar di daerah, yang mengelola SDM Pegunungan Bintang, yaitu DPSDM. Namun, sampai saat ini, dinas tersebut bekerja dengan sangat lamban menangani SDM negeri Ok untuk 10 atau 20 tahun yang akan datang. Bapak harus ingat bahwa, 1 orang korban dalam ketidaksuksesan pendidikan, maka kepemimpinan Bapak telah gagal memanusiakan manusia di muka bumi negeri Ok melalui pendidikan.

Bapak Bupati yang terhormat, saya menyuarakan melalui surat ini, bahwa kepemimpinan Bapak sudah menjalan dua setenga tahun. Dengan sejumlah kebijakan yang Bapak membijaki, ini membuat publik merasa tidak nyaman. Tidak nyaman karena apa? Kebijakan yang Bapak ambil tidak sesuai dengan bidangnya dan tupoksi yang diembankan. Buktinya setelah dua tahun terakhir ini, Bapak sudah mengantikan Kepala Dinas SDM dua kali. Namun dinas tersebut tidak bekerja secara baik. Oleh karena itu, saya minta kepada Bapak agar ada perubahan kebijkan mengenai “PENDIDIKAN’’ yang betul-betul serius memperhatikan pendidikan melalui Dinas Pengembangan Sumber Daya Manusia (DPSDM) Pegunungan Bintang. Bapak Bupati yang terhormat, setela saya melihat dan mengamati kondisi daerah di Pegunungan Bintang selama empat bulan, lingkungan sama seperti dulu waktu saya masih jalan kaki ke sekolah dari Okpol ke Yapimakot, Esipding masih dalam lumpur-lumpur. Kepala Sekolah Sutardjo kejar saya dan teman-teman dari belakang dengan mengayunkan sepeda.

Bapak Bupati yang terhormat, zaman sekarang bukanlah zaman Siti Nurbaya. Jaman sekarang adalah zaman perkembangan. Dimana, zaman sekarang dikuasai oleh teknologi digital. Jika Bapak menahan amarah,dengki, iri hati, dan egois, terhadap diri sendiri; daerah Pegunungan Bintang akan tetap jadi daerah tertinggal dari berbagai aspek Kehidupan. Terutama adalah di bidang pendidikan. Sudah saatnya Bapak harus sadar dengan berkembangnya era digital saat ini untuk berpikir dan membangun daerah di Pegunungan Bintang. Oleh karena itu, zaman yang sudah berlalu, janganlah Bapak melihat kembali masa lalu itu, melihatlah ke depan, yang sedang terjadi di depan mata Bapak. Bapak pernah dengar Kota HIROZIMA dan NAGAZAKI di Jepang? Sejarah PD II, tercatat bahwa Kedua kota itu dihancurkan oleh Sekutu Amerika Serikat dengan BOM ATOM buatan Albert Henstain (Ahli Fisikawan) berkebangsaan Yahudi kelahiran Amerika. Dua kota tersebut, yaitu Hiroshima & Nagasaki dibom berturut-turut; pada tanggal 06 Agustus 1945 di Hiroshima dan 09 Agustus 1945 di Nagasaki”. Akibat dari pada itu, rakyat Jepang tidak menghitung berapa kekayaan yang hilang? Tetapi seorang bernama Kaisar Hirohito bertanya,’’Berapa Banyak Guru Yang Masih Hidup?’’. Kemudian Kaisar memerintahkan Menteri pendidikan untuk mendata banyaknya guru yang masih Hidup. Setelah didata, guru yang masih hidup adalah sebanyak 45.000 guru. Hirohito mengarahkan guru yang sisa untuk membangun pendidikan dengan 5 perintah, yakni:

1. Guru harus melaksanakan pendidikan yang bermutu,

2. Guru harus disipilin lebih dari murid,

3. Guru Harus lebih pintar,

4. Pendidikan harus menuntun Industri, dan

5. Saya akan kirimkan sebagian anda ke luar negeri, pelajari dengan benar dan bawa pulang ke jepang untuk membangun kembali Jepang.

Bapak Bupati yang terhormat, jika diamati dengan baik, pernyataan Kaisar Hirohito di atas, setidaknya Bapak juga punya memiliki sikap yang lebih dari Kaisar Hirohito. Kenapa demikian? Sebab daerah Papua orang sering disebut dengan daerah DOM, OPM, dan sebagainya. Sehingga orang luar ketika hendak ke Papua atau ditugaskan ke Papua, khusunya di pelosok pedalaman Papua, orang pendatang kadang takut mati karena lapar, takut mati karena dapat dubunuh oleh OPM dan sebagainya. Oleh karena itu, Bapak harus merubah pola pikir itu kepada orang asing yang datang bertamsya di Negeri Ok. Bapak Bupati yang terhormat, maju dan tidaknya suatu daerah adalah ditentukan oleh Pendidikan. Jika Bapak mengabaikan pendidikan, maka hancurlah bangsa Papua beretnis Ngalum, Kupel, Murop, Kambom, Kimki, Lepki, Omkai, Batom, dan suku-suku lainya di Pegunungan Bintang oleh budaya asing. Oleh sebab itu, berpikirlah dulu sebelum mengambil tindakan/kebijakan.

Bapak Bupati yang terhormat, yang berikut adalah saya menyuarakan terhadap tenaga guru di Pegunungan Bintang. Setelah Bapak memberlakukan biaya study bersifat beasiswa berprestasi, kepada mahasiswa. Beasiswa yang dimaksud adalah bagi peserta yang mendapatkan IPK 2,75 dan 3,0 sekian, mereka itulah yang berhak mendapatkan beasiswa murni. Lalu Bagaiman dengan yang kurang (mampu) dari IPK yang ditetapkan? Bapak jangan mempersulit orang asli dengan kebijakan seperti itu dan mendatangkan guru kontrak dari luar Papua sebut saja Indonesia Pintar, Idonesia Mengajar, dan sebagainya. Seberapa hebatkah guru kontrakan itu dengan guru Aorang Asli? Lebih rugi yang manakah, Bapak? Bapak membayar tenaga kontrak. Sementara orang-orangmu sedang gamen di jalanan.  Anggaran bermiliaran keluar begitu saja kepada tangan orang lain. Seandainya guru kontrak pulang karena masa kontrak habis. Selanjutnya siapa yang mengajar adik-adik? Apakah harus memperpanjang kontrak guru-guru dari luar lagi?

Bapak Bupati yang terhormat, adik-adikmu sedang menangis untuk mendapatkan perhatian dari Bapak. Jauhi sikap amarah dan dengki yang selama ini Bapak simpan dalam hati. Jika hal ini Bapak masih berlanjut terus menerus, masa depan Kabupaten PegununganBintang cepat atau lambat akan hancur berkeping-keping seperti kota sodom dan gomora yang hancur lebur karena kesombongan manusia itu sendiri. Bapak Bupati yang terhormat, setelah membaca suara saya, saya mohon agar Bapak boleh menjawab keluahan-keluhan anak-anak negeri yang sedang menangis di negeri perantauan kota Gudek, Jabodetabek, Bali, Sulawesi, Sumatra, dan Kalimatan.

 

Salam Jabatangan: Yepmum, Telep, Lapmum, Asbe, Yelako, Ubrukane

Share
 


Copyright by KOMAPO.