Home PENDIDIKAN PENDIDIKAN ANALISIS KRITIS PEMBENTUKAN ORGANISASI MAHASISWA-PELAJAR PEGUNUNGAN BINTANG BERBASIS WILAYAH
ANALISIS KRITIS PEMBENTUKAN ORGANISASI MAHASISWA-PELAJAR PEGUNUNGAN BINTANG BERBASIS WILAYAH
Saturday, 04 November 2017 09:43

Analisis Kritis terkait permulaan, perencanaan dan pembentukan basis organisasi mahasiswa dalam lingkungan Mahasiswa Pegunungan Bintang. Awal terbentuknya organisasi Mahasiswa Pegunungan Bintang pada tahun 1996. Pada tahun ini dipakai nama Ikatan Mahasiwa Ngalum Kupel (IMNK) dan ada nama lain yang juga digunakan untuk menghimpun seluruh mahasiswa. Setelah itu pada tahun 2000 diadakan musyawarah dan mengambil sebuah kesepakatan untuk mengantikan nama organisasi tersebut. Dan dipakailah nama IMPPETANG (Ikatan Mahasisa, Pelajar Pegunungan Bintang) yang sekarang. Setelah Impetang dibentuk, disusulah KOMAPO (Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom) tahun 2003 untuk mahasiswa yang berstudi di beberapa kota di luar Papua.

Setelah organisasi umum Mahasiswa Pegunungan Bintang dibentuk, beberapa tahun kemudian muncul ide baru untuk membentuk sub organisasi/organisasi basis distrik. Ide ini muncul ketika jumlah mahasiswa semakin bertambah banyak, selain itu untuk kepentingan pembagian dan pemerataan anggaran dana atau beasiswa yang dianggarkan oleh pemerintah dan juga untuk pengkaderan mahasiswa tingkat distrik. Organisasi basis distrik yang dibentuk memungkinkan mahasiswa berkontak dalam lingkup distriknya.

Sesudah dibentuk organisasi basis ada terobosan baru lagi yang merupakan potensi untuk membentuk organisasi baru (continuity organisation). Sebab yang terjadi sekarang adalah mulai dibentuk organisasi berdasarkan letak wilayah distrik yang berdekatan. Misalnya yang saat ini terjadi ada dua "Ikatan/Organisasi", yakni (a) (2012) Komunitas Mahasiswa Pelajar Okyop, Okyop, Okhamo (KOMAPOK) terbentuk tahun 2012; (b) Komunitas Mahasiswa, Pelajar dan Pemuda Wilayah Kirime (KMP2WK) terbentuk tahun (2016); dan (c)Himpunan Mahasiswa Pelajar Oksopsebang (HIMAPOKBA) terbentuk tahun (2017), dan ada kemungkinan untuk dibentuk lagi Ikatan atau Organisasi di wilayah tertentu.

Setelah melihat perkembangan organisasi/Ikatan mahasiswa/pelajar yang semakin hari semakin mengalami perubahan ini, dilihat "Aneh" tetapi merupakan suatu kenyataan yang perlu dilihat, dianalisis, dinilai dan diberitakan bobot terhadap organisasi/ikatan yang dibentuk ini.

Dari urutan pembentukan ini, pada akhir analisis ini dapat diberi kemungkinan dampak yang terjadi baik yang positif maupun negatif:

Berdimensi positif: (a) Merupakan suatu terobosan yang dapat mempersatukan mahasiswa dari asal distrik yang berdekatan; (b) Membantu mempermudah administrasi mahasisawa untuk kepentingan organisasi mahasiswa IMPPETANG maupun kepentingan pendataan pemerintah daerah; (c) Mahasiswa dipermudah untuk mengurus sesuatu yang dibutuhkan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam lingkungan distriknya maupun organisasi umum, dan manfaat positif lainnya.

Berdimensi Negatif: (a) Pertama dan terutama adalah matinya/mematikan organisasi induk (IMPPETANG) yang mana menghimpun seluruh mahasiswa dan pelajar Pegunungan Bintang. Misalnya kebobrokan IMPPETANG yang terjadi saat ini (misalnya saja); (b) Ruang berdemokrasi mahasiswa amat terbatas, termasuk hak bersuara dan berpendapat dalam independensi mahasiswa kepada pihak-pihak yang berkepentingan; (c) Pembentukan organisasi/Ikatan baru menimbulkan sempitnya komunikasi dan dialog antar kalangan mahasiswa baik dari basis wilayah distrik lain, organisasi mahasiswa internal maupun eksternal (organisasi lain); (d) Bisa jadi ikatan yang dibentuk merupakan suatu indikasi kepentingn individu atau politisasi pihak-pihak tertentu, dan lain-lain.

Penulis: Oksianus Kotipky Bukega, SS, Calon Imam Katolik, menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Fajar Timur” Jayapura.

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.