Home ARTIKEL SOSIAL POLITIK
DAMPAK PERUSAHAAN LOGGING, KELAPA SAWIT, DAN PERTAMBANGAN TERHADAP EKSISTENSI MASYARAKAT ADAT DI KALIMANTAN

Oleh: Melkior N.N Sitokdana

Tulisan ini dibuat setelah berdiskusi dengan salah satu pimpinan level manager di perusahaan kelapa sawit. Walaupun Beliau bekerja diperusahaan selalu prihatin dengan eksistensi masyarakat adat dan lingkungan setempat. Bukti kepeduliannya adalah membangun rumah baca dan melakukan bimbingan belajar siswa SD-SMA. Selain itu, mengajarkan anak-anak cara beriwirausaha. Anak-anak tersebut sudah bisa membuat kripik singkong, hasilnya mereka salurkan ke koperasi sekolah. Keuntungan yang didapat, mereka membeli buku bacaan, membayar uang sekolah dan perlengkapan lainnya, sehingga mereka tidak selalu membebankan orang tuanya. Kemudian Beliau mengajarkan ibu-ibu rumah tangga untuk membangun ekonomi produktif. Mereka sudah mulai membuat kripik dari batang singkong dan batang pisang. Awalnya Beliau melihat potensi singkong sangat melimpah, sedangkan masyarakat selalu tergantung pada nasi sehingga singkong terbuang begitu saja. Dengan melihat potensi tersebut, Beliau mengajak mereka berdiskusi, menurutnya; untuk ternak babi membutuhkan beribu-ribu singkong, kemudian ketika babi dijual mendapatkan keuntungan dibawah kisaran belasan juta. Jika satu batang singkong diolah menjadi kripik maka bisa menghasilkan belasan bungkus, kalau dijual dapat keuntungan puluhan ribu. Dari ratusan singkong saja, sudah dapat jutaan rupiah. Dengan penjelasannya secara langsung membuka mindset ibu-ibu tersebut, kemudian mereka meminta dia mengajarkan cara membuat kripik. Dengan bermodalkan buku panduan, dia mengajarkannya tahap demi tahap cara pembuatan kripik. Hanya butuh waktu sehari saja, mereka sudah bisa membuat kripik singkong. Melalui pendekatan dan bimbingan yang intens mereka berhasil membangun toko ekonomi produktif. Sekarang banyak yang bergelut dibidang ekonomi produktif, karena jika di kalkulasi keuntungannya sangat menjanjikan dibanding bisnis ternak babi.

Read more...
 
ORANG ASLI PEGUNUNGAN BINTANG JADI PENONTON DI TANAHNYA SENDIRI

Penulis: Agus Uropka

 

Anak Asli Aplim Apom Jadi Penonton Setia Dan Orang Luar Jadi Pemain Di Lapangan Aplim Apom Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Refleksi Kritis Atas Perilaku Pemain Orang Asli Didalam Segala Aspek.


Orang asli Aplim Apom atau Lim Dam kabupaten Pegunungan Bintang menjadi Penonton setia di pingir lapangan (penonton setia) untuk nonton pertandingan antara Tim luar lawan anak asli di lapangan Kabiding Oksibil. Hal ini merupakan salah satu ketidakseriusan orang asli Pegunungan Bintang menjadi pemain terbaik di Tanah sendiri.

Menjadi Penonton setia merupakan satu hal yang luar biasa karena anak asli Pegunungan Bintang terkesan tidak ada keseriusan dalam latihan Sepak bola, untuk nantinya menjadi pemain inti dalam pertandingan tersebut. Menempati posisi teratas pada pertandingan tingkatan masyarakat, Intelektual, Mahasiswa orang asli.

Oleh karena demikian pernyataanya kemudian adalah mungkin saja jumlah pemain anak asli terbatas!. Karena melihat pemain asli kekurangan pemain untuk melawan orang luar. Sebab pemain asli Aplim Apom tidak diperlukan untuk berbagai upaya yang tidak mudah di lakukan sebelum pertandingan itu dimulai.Status sebagai intelektual anak asli Aplim Apom tidak mau jadi pemain tetapi anak asli jadi penonton setia di pingir lapangan, maka tidak ada satu pemain untuk lawan mereka?

Ketidakseriusan dalam waktu pertandingan sepak bola di lapangan Kabiding Oksibil yang jadi tempat pertandingan agar anak asli bisa menang dengan skor 2-1 tetapi anak asli jadi penonton setia dipingir lapangan sekitar 3x Pertandingan yang tidak dapat pemain anak asli.

Read more...
 
PENETAPAN ANGGOTA KPU PEGUNUNGAN BINTANG BERBAU KEPENTINGAN!

Pada tanggal 11 Januari 2013 telah menetapkan UU Nomor 2 Tahun 2013. Undang–undang ini diundangkan oleh pemerintah, melalui menteri Hukum dan HAM RI untuk selanjutnya menjadi dasar dalam pelaksanaan Komisi Pemilihan Umum. Mengingat UU Nomor 12 tahun 2012, UU Nomor 15 tahun 2011, UU Nomor 8 Thun 2012 dan UU lainnya yang mengatur tentang KPU dan diundangkan oleh pemerintah.

Undang Undang Nomor 02 tahun 2013 tentang Seleksi Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. Pesta demokrasi tanah air yang kian semakin mendekat, maka dikeluarkan UU nomor 2 tahun 2013, berpedoman pada UU sebelmnya. Oleh karena dmeikian, KPU di pemerintah pusat sampai daerah kini disibukan pada seleksi dan penetapan anggota KPU.

Kerja professional KPU dibutuhkan saat ini. Tahun ini (2013) tahun politik, dan kemudian tahun 2014 adalah tahun dimana pesta demokrasi berlangsung. Mereka yang lolos dan ditetapkan, maka mereka yang akan mensukseskan Pemilihan umum tahun depan.

Pada tahun 2014, masyarakat Indonesia mengadakan pesta demokrasi. Perta demokrasi tradisi Indonesia dilakukan selama lima tahun sekali ini akan menentukan siapa pemimpin Bangsa Indonesia lima tahun ke depan (Presiden 2014-2019). Pemilu berlangsung pada bulan juli 2014 dan dewan perwakilan rakyat (DPR) pada tanggal 9 April 2014.

Read more...
 
TERIMA KASIH TUHAN KARENA TELAH MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA YANG KAYA BAGI ORANG APLIM APOM PAPUA

Oleh: Agus Uropka

(Mahasiswa Papua, Kuliah Di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)

Tanah adalah aset berharga yang dimiliki setiap suku bangsa di dunia, entah orang miskin atau orang kaya memiliki tanah sebagai hak ulayat yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyangnya. Bagi suku bangsa Papua, tanah adalah harta kekayaan yang paling utama dan terutama yang diwariskan untuk anak cucunya secara turun temurun. Tanah hak ulayat tersebut dibagi berdasarkan suku dan marga-marga masing-masing, sehingga wajib dijaga dan kelolah untuk kehidupannya.

Read more...
 
KEBIJAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAGI ORANG PAPUA SESUNGGUHNYA TIDAK ADA! SEKALI LAGI TIDAK ADA!.

Oleh : Apyimtean O.G Bidana

Tidak memihak kepada rakyat sebagai warga bangsa, bahkan tidak akan pernah berpihak kepada OAP. Semua aspek pembangunan mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehtaan, penegakan hukum dan HAM, bidang keagamaan dll. Bila kita JUJUR maka semua diberlakukan di Papua amat sangat menguntungkan orang non Papua yang ada di atas tanah Papua. Hal-hal di bawah ini terjadi di depan mata setiap hari, antara lain:

Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 6 of 9


Copyright by KOMAPO.