Home ARTIKEL SOSIAL POLITIK
MARJINALISASI ORANG ASLI PAPUA

Oleh: Zebe Okbeng Hitokdana

Marjinalisasi adalah situasi yang dialami oleh kelompok subordinat sebagai akibat dari relasi kekuasaan yang bersifat asimetris dengan kelompok dominan, namun masih terdapat ruang bagi kelompok subordinat ini untuk bertahan. Pada konteks pengalaman orang Papua, marjinalisasi dapat dilihat pada aspek demografi, sosial ekonomi, dan sosial budaya. Pada aspek demografi, jumlah orang asli Papua mengalami penurunan sebagai akibat membanjirnya pendatang dari luar baik berupa transmigrasi maupun migrasi. Fenomena ini seringkali disebut sebagai displacement orang asli Papua.

Read more...
 
MEMBANGUN KEKUATAN RAKYAT, MODEL POLITIK ALTERNATIF

Penulis: Marcel M. Pigai



Cita-cita kemerdekaan sejatinya dibangun di atas nasib manusia konkret yang mengalami penindasan. Dengan kata lain, ide tentang kemerdekaan mewujud dari rahim ketertindasan yang dialami manusia konkret itu. Maka kemerdekaan, bagi Samora Machel, bukan hanya berarti merdeka sebagai bangsa dari penguasaan kolonial, melainkan yang substansial adalah membebaskan manusia dari kondisi ketertindasan itu sendiri. Caranya, menurut Samora Machel, dirikan kekuasaan rakyat untuk melayani rakyat.

Samora Machel (1933-1974) adalah ketua FRELIMO (Front Revolusioner Pembebasan Mozambique) dan presiden pertama negeri itu. Ia diakui secara luas sebagai salah satu arsitek besar revolusi-revolusi yang terjadi di benua Afrika. Pemikiran-pemikirannya juga berpengaruh kuat pada pemimpin-pemimpin FRETILIN (Front Revolusioner Kemerdekaan Timor Leste) yang memelopori gerakan pembebasan nasional.

Gagasan-gagasan Machel di dalam buku ini merupakan ceramah yang disampaikan di hadapan kader FRELIMO dalam rangka sepuluh tahun kemenangan bersenjata melawan kolonialisme portugal yang menurutnya, bukanlah akhir melainkan awal transformasi revolusioner menuju kemerdekaan total, yaitu membangun masyarakat baru tanpa penindasan dan eksploitasi.

Read more...
 
Kenapa Indonesia Takut Melepaskan Papua

Penulis: Wengyepmut Opki

Pada hari minggu Minggu 20/1/14,Yogyakarta, sekitar pukul 10.15 menit saya berada di salah satu warnet Terban GK.V dekat Fakultas Pisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, disana saya sambil membaca berita lokal seperti, Jubi dan beberapa media lainnya. Disamping itu, saya pun membaca sebuah berita yang sangat menarik dari salah satu media adalah Rajawalinews.com. Topik dari pada berita tersebut adalah Pasukan AS di Australia Antisipasi Papua Keluar Dari NKRI?. Berita ini tidak lain adalah mengenai keberadaan 2.500 personil militer USA yang ditempati di Darwin Australia Utara. Pada akhir dari berita tersebut, ada seseorang yang bernama Ferry mengomentari tentang berita tersebut sejak 14 hari yang lalu.

Berikutr isi Comentarnya ‘’Untuk menyelamatkan Papua perbanyak transmigarasi, segera buka pangkalan Meliter, kerjasama dengan Rusia, lalu buat pemekaran minimal 6, Propinsi maka segera buat undang undang bela negara. Beri insentif bagi ormas yang berhasil menangkap sparatis, dirikan FPI di Papua. Buat ormas islam sebanyak mungkin di papua sebab nasrani antek antek barat sekutu untuk memecah belah NKRI’’.

Read more...
 
KONTROVERSI PERAN BIGMAN DALAM PEMILIHAN SISTEM NOKEN DI PAPUA

Oleh : Melkior N.N Sitokdana

Yang dibahas dalam tulisan ini adalah peran Bigman dan noken sebagai symbol/alat politik. Subjek pemilih pada sistem noken adalah orang yang berpengaruh dalam sebuah komunitas masyarakat adat. Orang yang dimaksud  memiliki kemampuan atau kelebihan tertentu sehingga masyarakat setempat mengakuinya sebagai orang yang berwibawa. Beberapa suku mengakui seseorang atas kewibawaannya karena mampu memimpin kepentingan umum masyarakat setempat, seperti : (a) memimpin upacara adat, (b) membuka kebun kampung, (c) mendirikan rumah, (d) mampu menyelesaikan masalah, (e) mampu mengambil keputusan, misalnya dalam kondisi perang suku. Ada juga pemimpin-pemimpin klan yang diakui berdasarkan senioritas dan prestasi.

Read more...
 
ASAL MULA NAMA PAPUA

Penulis: Amo. Pigai


Pulau terbesar di Pasifik Barat Daya yang disebut Niew Guinea atau New Guinea terdiri dari dua bagian. Belahan Timur di sebut Papua Niguni (PNG), sedangkan belahan Barat adalah propinsi Papua yang merupakan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjalanan armada laut Portogis dari Malaka ke Maluku pada tahun 1511-1512 Irian dengan sebutan “Os Papuas” atau juga “Ilha de Papo Ia” sebutan tersebut diambil dari bahasa melayu kuno “Papuwah” yang berarti “orang hitam berambut keriting”. Pada tahun 1522 Fransisco Sarrao (Portugis) mengunjungi maluku dan menyebut nama yang sama yang disebut d’abreau. Demikian juga Don Jorge de Meneses dari Portugis melewati rute yang sama dan menamakannya Papua.

Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 5 of 9


Copyright by KOMAPO.