Home ARTIKEL SOSIAL POLITIK
DOMINASI KELOMPOK KIRI DAN KANAN TERHADAP MASA DEPAN RAKYAT PAPUA

Penulis: Fransiskus Kasipmabin


Menggembar gemborkan demokrasi sembari membungkam mulut rakyat adalah sebuah kebohongan. Menganjur- anjurkan kemanusiaan sembari menindas manusia lain adalah sebuah penipuan (Paulo Freire).


Tulisan ini ditulis untuk meneropong dominasi (kepentingan) dua kelompok besar (kelompok kiri dan kelompok kanan) dan dampaknya terhadap nasib rakyat papua di masa mendatang. Pembatasan dalam penulisan ini, kelompok kiri (para Nasionalis Papua untuk membentuk kepapuaan di Papua) dan kelompok Kanan (kelompok pendukung NKRI: nasionalis NKRI harga mati, para pejuang untuk membentuk keindonesiaan di Papua) dalam persaingan merebut rakyat Papua dan menentukan nasip masa depan rakyat papua di tanah Papua.

Rakyat papua saat ini dihadapkan pada dua gelombang besar diantarnya gelombang nasionalisme keindonesiaan di Papua dan gelombang Kepapuaan di Papua. Gelombang besar ini menciptakan ruang konflik dan menciptakan berbagai persoalan di Papua. Belum lagi, membangun nasionalisme dengan berbagai cara termasuk memaksakan kehendak dalam proses pendidikan, ikut kelompok kiri maupun kanan secara paksa dan lainnya. Rakyat Papua dalam memahami dua gelombang besar ini hanya sebatas pada percaya atau tidak, kebimbangan, kontradiksi dalam hidup mereka.

Read more...
 
MEMAKNAI ARTI KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

OLEH: MELKIOR N.N SITOKDANA

Essai ini ditulis untuk memenuhi syarat mengikuti latihan dasar kepemimpinan tingkat mahasiswa Katolik provinsi DI Yogyakarta, semoga dapat memberikan pencerahan bagi para pembaca.

Pancasila merupakan falsafah dasar Negara Republik Indonesia yang terdiri dari 5 sila. Secara umum jika kita memaknai satu persatu dari semua sila maka kita akan menemukan sesuatu pemahaman yang lebih luas karena mencakup semua aspek kehidupan. Pemaknaan tidak hanya dilihat dari isi sila namun dilihat juga dari urutannya. Sila pertama dan kedua berhubungan dengan hal-hal kekal (surgawi) sedangkan sila ketiga, keempat dan kelima berhubungan dengan nilai-nilai duniawi.  Khusus untuk sila pertama dan kedua, mengatur tentang bagaimana hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hubungan antara manusia dengan manusia, hal ini sangat relevan dengan hukum Tuhan pada  Injil matius pasal 22:37 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Pasal 22:39 “ Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.  Untuk itulah sangat penting untuk dibahas secara mendalam, khususnya dalam essai ini dibahas tentang hubungan antara manusia dengan manusia, seperti yang diatur dalam pancasila sila kedua , “ Kemanusiaan yang adil dan beradab”.

Read more...
 
POTRET BURAM HAM DI INDONESIA


Penulis: Ishak Bofra


Berbicara tentang kemanusiaan adalah suatu kewajiban dari setiap Individu,kelompok,ataupun Negara untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kemanusiaan mempunyai nilai yang sangat tinggi,sehingga manusia lain tidak mempunyai hak untuk melanggar Hak hidup seseorang. Hak hidup adalah hukum yang wajib bagi kita semua yang sering disebut sebagai manusia berpikiran Rasional dalam melakukan sesuatu, sebagai mahluk yang taat beragama, maka kita menghargai hak hidup orang lain.

Oleh sebab itu, sungguh ironis ketika Negara tugas pokok dan kewajibanya adalah menjamin dan memberi rasa aman kepada seluruh tumpa daranya tanpa kecuali dalam segenap aktivitasnya sebagai manusia. Eksistensi manusia ditentukan oleh karya yang dihasilkan. Salah satunya adalah aktivitasnya,baik itu aktivitas aktivis selalu berperang melawan sistem yang tidak adil,penuh kepalsuan,dan korupsi merajalela, nepotisme yang menjamur seperti jamur yang menjamur di musim hujan. Penggiat HAM dalam aktifitasnya selalu berbicara tentang Hak Asasi Manusia untuk bebas dan hidup sebagaimana mestinya. Sebaliknya bukan dibatasi dan dilanggar haknya untuk menjalankan kehidupanya.

Read more...
 
SOLIDARITAS BERSAMA UNTUK MELAWAN MUSUH BERSAMA

 

Penulis: Ishak Bofra


Mengapa solidaritas penting sebagai suatu kekuatan dalam melakukan perjuangan? Dengan solidaritas kita akan memiliki suatu kekuatan masa rakyat yangkuat untuk merangkul seluruh kekuatan mempunyai suatu masalah bersama. Persoalan sejarah bersama,berada pada kondisi ketertindasan yang sama,berada pada kondisi kekerasan militer yang sama,termarjinalkan secara ekonomi yang sama,mengalami eksploitasi sumber daya alam yang sama,mengalami ketertinggalan yang sama.

Hal ini adalah potret yang selalu hadir di tengah kehidupan kita.Pertanyaan mengapa kita menerima keadaan tersebut ataukah kita adalah bagian yang memelihara kondisi tersebut?saya pikir tidak! Mengapa, karena ada suatu kekuatan luar biasa yang merekayasa dan memelihara kondisi tersebut. Maka muncul lagi aneka pertanyaan di benak kita siapa kekuatan tersebut apakah Negara atau apakah kapitalisme yang mempunyai kepentingan ekonomi politik atas Papua, pasti kita akan mengatakan keduanya.

Oleh karena, itu solidaritas bersama dari sorong sampai merauke sangat penting untuk di bangun. Berangkat dari pengertian solidaritas sendiri dalam kamus bahasa Indonesia ( KBBI ) solidaritas mengandung pengertian untuk bersatu karena dari ras yang sama dan mempunyai persoalan yang sama.Wikipedia juga mempunyai pendefinisian tentang solidaritas yaitu perasaan atau ungkapan dalam satu kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama. Apa kepentingan bersama kita yaitu bebas dari penjajahan baik itu penjajahan secara politik oleh proses pepera yang penuh dengan manipulasi dan tidak sesuai dengan mekanisme internasional yang menyebabkan Papua di rampas hak kebebasanya dan juga bebas dari penjajahan ekonomi yang di bangun oleh komprador Negara bersama dengan TNC/MNC internasional yang bertujuan mengkeruk habis-habisan hasil alam Papua untuk mencari keuntungan dan keuntungan itulah watak dari kapitalisme yang selalu menghisap seperti linta dan itu harus di lawan tidak bisa di biarkan,karena kalau di biarkan kita akan hancur.

Read more...
 
MENGENAL JENIS-JENIS KEKERASAN DIHADAPI MANUSIA


Penulis: Yaku Manfred Siraro


Kebanyakan orang menganggap kekerasan hanya dalam konteks yang sempit, biasanya berkaitan dengan perang, pembunuhan atau kekacauan, padahal kekerasan itu bentuknya bermacam-macam. Fenomena yang dapat dikategorikan dalam kekerasan seperti ini banyak sekali jumlahnya. Jika orang sepakat bahwa setiap tindakan yang mengganggu fisik atau kondisi psikologis seseorang adalah satu bentuk kekerasan, seharusnya orang menyadari bahwa rasisme, polusi atau kemiskinan dapat juga dianggap sebagai suatu bentuk kekerasan.

Adanya berbagai perbedaan kategori dan bentuk kekerasan membutuhkan berbagai macam klasifikasi yang spesifik, bebas dari bias dan jauh dari kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pembedaan atas bentuk-bentuk kekerasan yang analitis, tidak parsial dan teliti harus memenuhi dua kriteria utama, yaitu objektifitas (objektivity) dan kelengkapan yang mendalam (exhaustivity).

Read more...
 
« StartPrev123456789NextEnd »

Page 4 of 9


Copyright by KOMAPO.