Home ARTIKEL PENDIDIKAN
SISTEM PENDIDIKAN DI RUSIA



Sekolah internasional di Moskow


Pendidikan di Rusia diatur dan dikoordinasikan oleh negara , yang menjamin bahwa pendidikan umum gratis dan tersedia untuk semua orang . Sebagian besar sekolah adalah sekolah negeri , tetapi sekolah swasta juga telah didirikan dalam beberapa tahun terakhir .

Pendidikan biasanya dimulai dengan pra-sekolah sebelum usia enam
tahun , meskipun tidak wajib. Anak-anak biasanya pergi ke TK atau pra - sekolah lain yang fokus pada kegiatan intelektual dan fisik. Langkah selanjutnya adalah sekolah dasar , yang merupakan bagian dari program pendidikan umum .

Pendidikan umum di Rusia terdiri dari tiga tahap : pendidikan dasar , yang berlangsung selama empat tahun , pendidikan dasar umum yang berlangsung selama lima tahun dan pendidikan menengah yang berlangsung selama dua sampai tiga tahun .

Pendidikan umum Rusia ditujukan pada intelektual , emosional , perkembangan moral dan fisik individu . Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan yang akan memungkinkan siswa untuk beradaptasi dengan kehidupan di masyarakat serta membantu individu untuk membuat pilihan sadar mengenai pendidikan profesional .

Pendidikan umum biasanya terdiri dari 34 minggu belajar per tahun dan 27 sampai 36 jam belajar per minggu . Tahun akademik biasanya berlangsung dari tanggal 1 September hingga awal Juni . Ujian sekolah pada bulan Juni .

Bahasa pengantar adalah Rusia di semua lembaga pendidikan negara - terakreditasi , kecuali dalam pra - sekolah . Warga Federasi Rusia juga memiliki hak untuk menerima pendidikan umum dasar mereka dalam bahasa mereka sendiri .

Read more...
 
TEORI DAN KESIMPULAN PENULIS TENTANG KOMPOTENSI (KINERJA GURU)

Penulis:  Yulianus Maday


Kompotensi sama hal dengan kinerja. Di bawah ini saya ulas tentang kinerja/kompotensi guru berdasarkan undang-undang Guru dan Dosen (UU RI No. 14 Thn. 2005) Bab IV pasal 10 tentang Kompotensi/kinerja Guru. Kompotensi guru terdiri dari : 1. Kompotensi kepribadian Guru : Diulas tentang bagimana guru bernuansa spirit/kehidupan keimanan/ berkarakter. 2. Kompetensi Paedagogik guru : Diulas tentang bagimana guru memahami landasan ilmu pendidikan, menguasai kelengkapan administasi guru, mendidik, dan membina. 3. Kompetensi ocialional guru : Diulas tentang bagimana guru mengelolah kelas secara profesiaonal sehingga siswa memahami pengajarannya. 4. Kompetensi Sosial guru : Diulas tentang bagaimana kehidupan guru bersosial, ocial guru, siswa dan masyarakat sekitarnya.


Jadi keempat kompotensi atau kinerja guru amat penting dan berkaitan erat. Yang musti dimiliki seorang guru dalam pegabdian. Seandainya salah satu kompotensi tidak dimiilik guru berarti dia belum normal dan diperediksi menghambat mencapai tujuan nasional pendidikan maupu tujuan Institusi Sekolah. Diharapkan Berusaha membenahi diri dengan belajar/mengikuti kegiatan-kegiatan training Kompotensi Guru yang diadakan oleh Dinas Pendidikan kerja sama Sekolah terkait. Memeprhatikan Kompotensi guru berarti memperhatikan SDM. Karena SDM yang layak menyiapkan SDM yang berkualitas.

Read more...
 
DISINI LETAK PERBEDAANNYA

Saya teringat ketika itu,saat saya baru saja berusia 6 tahun dan harus masuk group 1 di sebuah Community School (SD 6 tahun)di sebuah kampung kecil  yang tidak jauh dari perbatasan antara East dan West PNG.

Bangunan sekolah yang sangat sederhana,berdinding gaba-gaba,beratapkan daun sagu dan berlantaikan tanah. Meja dan bangku kayu. Layaknya sebuah bangunan sekolah darurat. Gurunya ada 4 orang,3 orang wanita dan 1 orang pria.

Kami diajarkan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Nasional Papua New Guinea.

Walaupun demikian,dalam kurikulum bagi pendidikan dasar di negara tersebut,

bahasa daerah diwajibkan sebagai bahasa pengantar untuk kelas satu,dua dan tiga(khusus bagi sekolah-2 yang di kampung). Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika rata-rata guru-guru kelas satu dan dua bahkan sampai kelas tiga

di kampung-kampung umumnya adalah putra-putri daerah setempat yang tentunya mahir berbahasa daerah. Bahasa Pidgin atau Tok Pisin (bagi bagian utara atau New Guinea) dan Bahasa Motu (untuk bagian selatan atau Papua) juga dipakai sebagai bahasa pengantar  khusus bagi guru-guru yang datang dari luar daerah setempat. 

Read more...
 
GERAKAN PAPUA MENGAJAR, AGENDA MENDESAK!

Fransiskus Kasipmabin


Ketika sore itu, tepatnya pada hari selasa (21/09/2013), sejumlah mahasiswa Papua melakukan diskusi bebas di kantin Realino Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sekitar pukul 19.00, aktifitas perkuliahan di universitas tersebut, berangsur-angsur mulai sunyi dari keramaian kampus. Hanya disekitar Kantin realino sejumlah mahasiswa Fakultas Sastra, program studi Ilmu sejarah sedang asyik melakukan diskusi. Mereka diskusi apa, entalah.

Dua mahasiswa Universitas Dharma Dharma Yogyakarta sedang asyik diskusi, mereka adalah anggota NATAS. Natas adalah lembaga Pers Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Mereka sibuk dengan sebuah kertas putih yang berisi tulisan-tulisan, tak jauh dari meja diskusi kami di ruangan tersebut. Saya mengenal mereka. Mereka adalah anggota Natas. Baiklah lupakan saja mereka!

Read more...
 
MENYELAMTKAN PENDIDIKAN, FP2MPB MENGUNDANG PEMERINTAH DAN LEMBAGA KERJA SAMA KE YOGYAKARTA

Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua dalam perjalanannya ke Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memenuhi seruan mahasiswape gunungan bintang di luar pulau papua. Seruan tersebut sebelumnya (18/07/2013) disebarkan ke sejumlah pejabat terkait di papua. Kehadiran pemerintah (eksekutifdanlegislatif) di kota study Yogyakarta membawah suasana harapan yang besar oleh seluruh masyarakat, mahasiswa dan pemerintah untuk memperbaiki nasib pendidikan di Pegunungan Bintang.

Dalam rangka membicarakan permasalahan biaya pendidikan oleh pemerintah daerah di sejumlah lembaga kerjasama di tanah Jawa, mahasiswa Pegunungan Bintang yang tergabung dalam Forum Peduli Pembangunan Masyarakat Pegunungan Bintang (FP2MPB) memfasilitasi dan mengundang pihak pihak yang berekepentingan dengan kerjasama pendidikan untuk membicarakan permasalahan tersebut.

Pihak- pihak yang diundang untuk hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya pemerintah daerah (legislative maupun eksekutif) sebagai pihak pertama (menanggung biaya kerjama), perwakilan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Gadja Madah, Yayasan binateruna bumi cenderawasih, surya institute di Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Yogyakarta, senin (22/07/2013), berjalan dengan lancar walaupun sebagian besar mahasiswa tidak terima tanggapan pemerintah daerah.

Read more...
 
« StartPrev12345NextEnd »

Page 4 of 5


Copyright by KOMAPO.