Home ARTIKEL KESEHATAN KESEHATAN KARAKTERISISASI POTENSI BAHAYA: VIRUS HEPATITIS DAN HIV
KARAKTERISISASI POTENSI BAHAYA: VIRUS HEPATITIS DAN HIV

Virus Hepatitis

Pada umumnya penyebab hepatitis virus adalah virus hepatitis B (VHB) dan hepatitis C. Gejala-gejala hepatitis dapat berupa rasa tidak nyaman/enak di bagian perut, mual, kehilangan nafsu makan, mudah lelah, demam, kulit kuning dan air seni yang kecoklatan. Tes darah digunakan untuk menentukan penyebab dari penyakit hepatitis tersebut dan, jika mungkin, jenis virus yang menyebabkan infeksi.

Virus Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat ditemukan di dalam darah dan cairan/bahan tubuh seperti air mani (semen). Virus hepatitis B dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui darah yang terinfeksi atau lewat cairan/bahan tubuh yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi sebagai berikut:

  1. melalui suntikan atau luka akibat peralatan suntik yang terkontaminasi (seperti luka karena jarum suntik atau penggunaan obat melalui intravena) atau benda tajam lainnya;
  2. melalui hubungan seksual (terutama virus hepatitis B);
  3. melalui transfusi dengan darah atau produk darah yang terinfeksi atau transplantasi dengan bahan yang terinfeksi;
  4. melalui perpindahan secara tidak langsung dari darah yang terinfeksi lewat penggunaan pisau cukur, sikat gigi dan barang-barang pribadi lainnya secara bersama-sama.
  5. melalui kontal selaput lendir (seperti percikan cairan/bahan tubuh lewat mulut, hidung, mata atau kulit yang terbuka); atau
  6. Selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui dari ibu ke anak.

Virus hepatitis B dapat bertahan dalam darah dan cairan/bahan tubuh di luar tubuh. VHB biasanya tidak tertular melalui hubungan biasa diantara beberapa orang. Orang yang menggunakan peralatan suntik yang telah terkontaminasi memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terinfeksi VHB. Pada tempat kerja, sebagian besar infeksi terjadi melalui penularan melaui jarum yang terkontaminasi dan benda-benda tajam lainnya di tempat kerja, atau dari kontak mukosa (seperti: percikan cairan/bahan tubuh dari mulut, hidung, mata, atau kulit yang tidak utuh).

Telah tersedia vaksin untuk mencegah infeksi VHB. Sebagian besar orang dewasa yang telah terinfeksi VHB tidak menderita sakit yang serius dan mungkin tidak berkembang menjadi penyakit kuning. Jika sakitnya benar-benar timbul, tingkat keparahan berbeda-beda. Beberapa dari mereka yang terinfeksi VHB tidak pernah sembuh dari infeksi tersebut dan akan menjadi pembawa penyakit selama hidupnya. Beberapa pembawa penyakit tersebut mampu menularkan penyakit ini kepada yang lainnya, tetapi tingkat infeksinya berbeda untuk setiap orang dan untuk orang yang sama pada waktu yang berbeda.

Risiko untuk menjadi pembawa penyakit ini sangat tinggi terutama pada mereka yang terinfeksi waktu lahir dari ibu mereka yang terinfeksi. Pembawa penyakit dalam jangka waktu yang panjang akan menghadapi risiko sirosis hati dan kanker hati primer.

Virus Hepatitis C (VHC)

VHC menular melalui kontak darah dengan darah, risiko tertinggi terjadi saat penggunaan jarum suntik narkoba secara bersama-sama Tindakan yang berisiko sedang sampai rendah yaitu penularan seperti pada pembuatan tatoo dan menusuk tubuh dengan peralatan yang telah terkontaminasi, luka karena jarum suntik, serta transfusi produk darah dimana tidak dilakukan pengawasan secara ketat, dan penularan dari ibu ke anaknya. Walaupun VHC tidak digolongkan sebagai penyakit infeksi menular seksual, tetapi ada kemungkinan terjadi penularan melalui hubungan seksual jika terjadi darah bercampur, meski hal ini terbilang jarang. Sampai saat ini tidak tersedia vaksin sebagai perlindungan terhadap akuisisi VHC.

Dalam tahap permulaan infeksi sering tidak ada tanda-tanda atau keluhan dari penyakit. Sekitar 75% dari orang yang terkena infeksi HCV akan berkembang menjadi infeksi hepatitis C kronis (jangka panjang). Sebagian besar orang yang menderita hepatitis C kronis akan menampakkan beberapa gejala, berkisar antara ringan sampai parah, setelah kira-kira 10—15 tahun.

Keluhan yang paling sering timbul adalah lelah, mual, sakit dan nyeri otot, sakit pada bagian perut dan kehilangan nafsu makan. Di tempat kerja, infeksi VHC dapat terjadi melalui cedera dari benda tajam yang terkontaminasi atau, lebih jarang, melalui selaput lendir (seperti mata, hidung dan mulut) yang kontak dengan darah.

Virus-virus hepatitis lainnya

Di sini termasuk hepatitis A (dan yang tidak biasa hepatitis E), dan hepatitis D dan G. VHD dan VHG lebih jarang daripada, tetapi kemungkinan menyebar dengan cara yang sama dengan VHB dan VHC, dan dapat dikendalikan dengan upaya-upaya yang disarankan dalam kaidah ini untuk VHB dan VHC.

Human immunodeficiency virus (HIV)

HIV dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mampu lagi mengusir infeksi. Hal ini menyebabkan terjadinya sindrom berkurangnya kekebalan didapat (Acquired Immune Deficiency Syndrome - AIDS). AIDS). Suatu ciri penting dari infeksi HIV adalah bahwa biasanya diperlukan periode yang panjang setelah adanya infeksi awal dimana selama itu orang tersebut hanya sedikit sekali memperlihatkan atau bahkan tidak memperlihatkan gejala penyakit ini. HIV biasanya berkembang melalui beberapa tahap. Pada minggu-minggu awal infeksi, orang dapat memiliki gejala yang mirip dengan demam pembengkakan kelenjar. Antibodi terhadap virus biasanya baru terbentuk pada saat ini (3 sampai 12 minggu setelah infeksi terjadi).

Mengikuti infeksi awal, terdapat waktu yang panjang dimana selama itu orang tersebut hanya memperlihatkan sedikit atau bahkan tidak terlihat adanya gejala-gejala, tetapi keberadaan HIV tersebut telah terdeteksi melalui adanya antibodi didalam darah. Periode ini biasanya berlangsung dari tiga sampai delapan tahun setelah infeksi awal. Pada periode ini, virus mulai merusak sistem kekebalan tubuh dengan timbulnya beberapa gejala seperti kehilangan berat badan, demam, diare, dan pembesaran pada kelenjar limpa. Hal ini biasanya berlanjut sampai benar-benar AIDS, yang berkembang pesat sejalan dengan kerusakan yang parah pada sistem kekebalan tubuh. Orang tersebut dapat menjadi sakit dengan infeksi, kanker atau mengalami kerusakan sistem saraf.

HIV tidak se-infeksius hepatitis B (VHB) atau hepatitis C (VHC) tetapi menyebar dengan cara yang sama dengan VHB. Infeksi HIV dapat terjadi melalui perpindahan darah dari orang yang terinfeksi atau melalui cairan/bahan tubuh lainnya yang terjadi selama hubungan seksual baik anal atau vaginal, luka karena benda tajam (termasuk jarum suntik) dan jarum yang digunakan secara bersama dalam penggunaan narkoba.

Penyebarannya dapat juga terjadi dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan ataupun menyusui.

HIV biasanya tidak ditularkan melalui hubungan non-seksual, kontak orang dengan orang. Meski demikian virus ini dapat dipindahkan melalui bahan yang terinfeksi seperti darah atau cairan/bahan tubuh lainnya yang kontak langsung dengan kulit yang terbuka atau selaput lendir mata, hidung atau mulut. Penggunaan bersama sikat gigi dan pisau cukur mungkin meningkatkan risiko penularan. Di tempat kerja, pada umumnya infeksi terjadi melalui penularan lewat jarum dan benda tajam lainnya yang terkontaminasi, atau melalui kontak selaput lendir (seperti percikan cairan tubuh ke mulut, hidung, mata atau kulit yang tidak utuh).

Walaupun HIV dapat bertahan di dalam cairan/bahan tubuh di luar tubuh, tetapi virus ini lebih rentan daripada virus-virus hepatitis dan tidak dapat bertahan untuk waktu yang lama di luar tubuh. Saat ini belum ada vaksin yang dapat melindungi dan melawan akuisisi HIV.

Belum ada bukti bahwa HIV dapat ditularkan melalui serangga, makanan dan minuman atau karena berbagi peralatan makan dan minum; bersin, batuk, keringat, air mata, bertukar pakaian atau gagang telepon; ataupun penggunaan toilet, urinoir atau kolam renang bersama-sama.

Kesimpulan dari artikel ini adalah Virus hepatitis lebih berbahaya daripada virus HIV bila ditinjau dari segi epidemiologi dan cara penularannya. Karena HIV hanya menular melalui hubungan seks sembarangan, jarum suntik dan transfuse darah. Namun hepatitis dapat ditularkan melalui hubungan seksual, peralatan penderita( handuk, sendok, pakaian, tempat tidur), jarum suntik, transfuse darah dan sebagainya. (Joint ILO/WHO Guidelines on Health Services and HIV/AIDS, 2005/Isak Kalka)


Share
 


Copyright by KOMAPO.