Home ARTIKEL KESEHATAN KESEHATAN MASYARAKAT PAPUA (APLIM APOM) MEMBUTUHKAN TENAGA KESEHATAN YANG PROFESIONAL
MASYARAKAT PAPUA (APLIM APOM) MEMBUTUHKAN TENAGA KESEHATAN YANG PROFESIONAL

Penulis: Isak Kalka


Kesehatan manusia dimanapun, kapanpun pasti orang ingin sehat. Mengapa demikian? Karena kesehatan kata dasarnya sehat artinya kebutuhan dasar manusia yang mau tidak mau harus terpenuhi. Pada dasarnya kesehatan menurut undang-undang kesehatan adalah manusia harus sehat secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyakit cacat.


Sayangnya sekarang apa yang terjadi dengan kesehatan pribadi masing-masing orang yang ada di aplim apom. Siapa yang merugikan kesehatan orang aplim apom? Apakah diri pribadi orang aplim apom? Ataukah belum sadar tentang kesehatan individu itu sendiri? Atau kelalaian tenaga kesehatan yang bertugas dilapangan?

 

Bagaimana mengatasi atau paling tidak mengurangi angka kematian jiwa setiap manusia yang begitu meninggal cepat dalam beberapa tahun terakhir ini terus menerus? Marilah kita merenungkan bersama-sama dan saling mengingat serta menjaga kesehatan satu sama lain diantara kita. Karena kesehatan adalah kebutuhan mendasar dalam hidup setiap pribadi orang. Apalah arti makhluk sosial bila tidak mengingat atau memperhatikan satu sama lain.


Masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang membutuhkan kehadiran sosok seorang tenaga medis/kesehatan yang melayani hak-hak dasar pelayanan kesehatan secara prima. Sehingga setiap orang, tidak peduli apakah mereka saudara kembar atau rekan seprofesi dalam sejarah hidupnya mesti mengalami petualangan, perjuangan serta pengalaman hidup yang berbeda-beda dan unik. Kesemuanya itu menunjukkan kuasa serta keanggungan atangky sebagai pencipta alam semesta.

Hal serupa juga terjadi dalam sejarah kehidupan seorang tenaga kesehatan terutama seorang dokter. Mengapa dokter sangat penting? Karena, Dokter adalah manusia biasa yang datang dari berbagai latar belakang kehidupan : status sosial ekonomi, budaya, adat-istiadat, suku bangsa, agama, serta motivasi dan tujuan. Mereka bekerja dari rumah sakit besar sampai puskesmas.


Puskesmas merupakan pengobatan fundamental bagi pelayanan kesehatan masyarakat yang membutuhkan, maka membutuhkan minimal seorang dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya. Namun pada kenyataannya yang menangani dan menjabat sebagai kepala puskesmas hanya seorang yang pendidikannya di tingkat perawat tanpa gelar. Namun mempunyai ilmu tentang pelayanan kesehatan. Tetapi manajemen puskesmas belum begitu mapan. Sehingga wajar saja bila masyarakat mengeluh tentang pelayanan yang tidak memuaskan secara serius dan teratur.


Akan tetapi lebih sadis bila seoarang pelayan yang melayani manusia bermain judi dan bermabuk-mabukan, serta memakan uang rakyat secara Cuma-Cuma. Karena seorang tenaga kesehatan tatkala hendak menjalankan tugas yang mereka disumpah dan bersumpah untuk membaktikan hidup mereka guna kepentingan kemanusian; menjalankan tugas dengan cara yang terhormat, bersusila sesuai martabat pekerjaan mereka; kesehatan penderita akan senantiasa diutamakan.


Oleh sebab itu, disini ada suatu kejadian konyol. Mengapa kasus ini tidak diusut pada awal kejadian kemudian dibiarkan begitu saja berlalu, seolah-olah masyarakat setuju dengan caranya atau ? bukankah ini suatu yang penggunaan uang rakyat dan uang negara yang tidak bertanggungjawab? Suatu pembangunan atau program khusus untuk menanggani dan menyelamatkan kesehatan [jiwa] masyarakat yang tiada arti. Rencana, target dan laporan penyelesaian proyek dimana-mana dilingkungan kesehatan dilihat bagus, berhasil, hebat tepat waktu disertai dengan LPJ yang meyakinkan.

Namun kenyataan, hasil masih sangat jauh dari harapan hidup manusia aplim apom. Apa yang membuat tenaga kesehatan terjerumus dalam hal-hal pribadi dan tidak memperhatikan hak hidup orang lain dengan tulus. Apa yang kurang dari Papua pada umumnya dan pegunungan bintang pada khususnya.


Suatu inspirasi “Langit diatas bentangan Pulau cenderawasih sangat cerah dihiasi beberapa gumpalan awan tipis yang sedang membias dan memantulkan cahaya. Warna samudra pasifik dari tengah tepian, berturut-turut biru, hijau dan coklat. Bentangan pulau hijau bagaikan permadani yang dihiasi guratan seni alur sungai besar dan kecil yang tidak terhitung jumlahnya, gunung, bukit, daratan dan lembah dengan berbagai asesorisnya ditata rapi oleh sang pencipta [atangki] sehingga pemandangan saat menawan hati dan membuat orang serasa ingin melanglang buana di langit ini tanpa mau turun lagi ke bumi”.


Beribu angan bermunculan dibenak ini tatkala berada dilangit biru dirgantara Papua-Pegunungan Bintang. Apa yang akan kupersembahkan kepadamu, persada Papua? artinya bahwa kenapa pemandangan saja sudah disediakan secara teratur bagaimana mengatur otak manusia untuk membuat manusia seperti itu. Maka sebuah idealisme profesionalisme hanya nama tetapi nyawa sebenarnya mati. Bagaimana mungkin nyawa sendirinya saja mati? Bisakah membangunkan nyawa orang lain.


Dari sisi kesulitan dalam permasalah kesehatan sangat tidak memungkin. Khususnya transportasi, namun seorang tenaga kesehatan itu bukan sebuah halangan karena manusia mempunyai akal untuk memikirkan dengan cepat dan menjalankan serta melayani orang lain yang membutuhkan pelayanan seperti ibu melayani kita dengan berbagai cara supaya anak kandungnya tetap hidup sebagaimana mestinya.

Sumber: opini public tahun 2010-2013, [Isak Kalka Alumni D-III Analis Kesehatan Manggala Yogyakarta, 2011]

Isak Kalka Adalah Mahasiswa Papua, Kuliah Di Jurusan Psikologi Klinis, Mercu Buana Yogyakarta

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.