Home ARTIKEL HUKUM DAN HAM HUKUM DAN HAM Mengenal Sosok Dortheys Hiyo Eluay Pahlawan Papua (Mengenang 13 Tahun Kematian Dortheys Hiyo Eluay)
Mengenal Sosok Dortheys Hiyo Eluay Pahlawan Papua (Mengenang 13 Tahun Kematian Dortheys Hiyo Eluay)

Penulis: Agustinus Dogomo


Kalau saya mati pasti saya masuk surga, kalau disurga ada orang Indonesia maka saya akan lari. Jika malaikat Tuhan tanya kenapa lari? Saya akan menjawab saya takut Indonesia jajah kami disurga lagi… (Dortheys Hiyo Eluay).

Dortheys Hiyo Eluay lahir 3 November 1937 di Sereh, Sentani, Jayapura. Dortheys Hiyo Eluay Sekolah Dasar lanjutan (Jongensvervolgschool) di Yoka, Sentani pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Ia mempelajari meteorologi dan bekerja sebagai asisten ahli meteorologi di Badan meteorologi dan Geofisika Pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya, Eluay menjadi kelapa adat (ondoafi) karena Ia berasal dari keluarga kepala adat (ondoafi) dan memiliki pendidikan yang tinggi ukuran zaman itu.


Dortheys Hiyo Eluay Masa lalu (1963-1992)

Masa lalu Dortheys Hiyo Eluay 1963 membantu Indonesia dalam memilih orang-orang yang dianggap Pro- Belanda yang memprotes integrasi Indonesia agar kemudian dibunuh. Ia merupakan salah satu dari 1025 orang yang terpilih dalam Dewan Musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat (DMP PEPERA) tahun 1969 dan mengikuti pemugutan suara untuk integrasi dengan Integrasi dengan Indonesia pada tahun 1969.

Ia juga berkampanye untuk bergabung dengan Indonesia. Pada tahun 1971, Theys bergabung ke Partai Kristen Indonesia dan masuk ke parlemen Indonesia. Tahun 1977 Theys pindah ke Partai Golkar dan Ia menjadi Anggota DPRD Irian Jaya hingga 1992.

Kekecewaan ia karena tidak terpilih menjadi DPRD diperiode, ia membentuk Lembaga Musyawarah Adat (LMA) yang menyatukan 250 suku Papua tahun 1992. Dorttheys Hiyo Eluay terpilih dinobatkan selaku Pimpinan Besar Lembaga Masyarakat Papua (LMA) Papua. Ia kemudian menjadi Pimpinan Besar Dewan Papua Merdeka.


Dortheys Hiyo Eluay Tahun 1992-2001

Melalui gerakan reformasi Indonesia tahun 1998 yang dipelopori oleh mahasiswa Indonesia runtuhkan kepemimpinan “raja” Suharto yang memimpin selama 32 Tahaun. Setelah itu tahun 1998 Suharto runtuh yang di tandai dengan pengalian kekuasaan dari Suharto ke B.J. Habibi. Gerakan reformasi ini memberikan angin segar dan terjadi kebangkitan rakyat Papua. Dengan menuntut pengakuan kedaulatan Tanah Papua telah ada tahun 1961. Hal tersebut ditandai dengan tuntutan pertanggungjawaban pelanggaran Hak Asasi Manusia, mempersoalkan integrasi Papua kedalam Indonesia.

Sejak itulah, Dortheys Hiyo Eluay melibatkan diri dalam perjuangan Papua Merdeka. Dalam pembentukan FORERI tanggal 24 Juli 1998 Dortheys Hiyo Eluay ikut menandatangani kesepakatan yang dibuat saat itu. (Agus Alua:2000;18).

Selanjutnya, Dortheys Hiyo Eluay juga mengkritik Tim pencari fakta yang ke Papua dan mengusulkan melakukan dialog damai nasional atau internasional untuk penyelesaian status politik Papua

Deklrasi 1 Agustus 2000 yang dihadiri oleh 700 orang peserta dan melebihi undangan yang dibagi 300 buah. Dalam deklrasi itu, ada beberapa kesepakatan penting dilakukan diantaranya: (1) menyamakan presepsi rakyat ingin Papua merdeka (2) nama Irian Jaya diganti dengan nama “Papua” (3) Perlu dilakukan dialog Nasional antara Rakyat Irian Jaya dengan Presiden Indonesia (4) Dortheys Hiyo Eluay mengundurkan diri dari segala aktivitas dalam NKRI dan menanggalkan segala atribut “Merah Putih” yang disendangkan sejak 1969 dan menyatakan diri sebagai “Pimpinan Gerakan Papua Merdeka” ke depan.

Theys setelah mengundurkan diri secara resmi dari segala aktivitas NKRI, dan bersedia mejadi pempimpin Papua Merdeka. Ia merupakan salah anggota tim 100 utusan rakyat Papua yang dipilih secara transparan dan demokratis untuk melakukan dialog nasional dengan Presiden Indonesia B.J Habibie. Tim 100 diketuai oleh Tom Beanal melakukan dialog Nasional dengan Presiden Indonesia dan menyampaikan tiga aspirasi rakyat Papua. Tiga aspirasi rakyat Papua yakni: (1) Peryataan Status Politik yaitu; Pengakuan kedaulatan Tanah Papua yang sudah ada sejak 1961 merdeka dan berdaulat seperti bangsa lain dimuka bumi. (2) Pertanggungjawaban dibidang HAM di Papua atas peryataan Politik Papua (3) Mempersoalkan Integrasi Tanah Papua kedalam Indonesia yang dikemas dalam materi “Qua Vodis Tanah Papua (Irian Jaya) masih dalam status Tanah jajahan kilas balik perjalanan sejarah 35 Tahun berintegrasi dengan Indonesia. (Agus Alua:2000;49-59).

Musyawarah Rakyat Papua tanggal 23-26 Februari 2000 dilaksanakan di Sentani, Jayapura. Dalam Musyawarah Besar (Mubes) Rakyat Irian Jaya (Papua). Kongres Nasional Rakyat Papua II Rakyat Papua dilaksanakan tangga 29 Mei-4 Juni 2000 di Gedung Gor Jayapuara, Papua. Disebut kongres Nasional Rakyat Papua II karena kongres Nasional Rakyat Papua I dilaksanakan tahun 1961 saat menyepakati atribut Negara Papua Barat. Kongres Nasional Rakyat Papua II dilaksanakan dengan tujuan pelurusan sejarah Papua. Saat itu juga dibuat kendaraan politik dan Dortheys Hiyo Eluay dipilih oleh rakyat Papua sebagai Dewan Presidium Papua (PDP).


Pembunuhan Dortheys Hiyo Eluay

Pada tanggal 10 November 2001, Theys Hiyo Eluay diculik dan lalu ditemukan sudah terbunuh di mobilnya di Skyaland dan penghilangan jejak sopir pribadinya Aristoteles Maksona. Pembunuhan dilakukan oleh Kopasus Tribuna Jayapura. Menurut penyidikan Jenderal I Made Mangku Pastika, yang juga memimpin penyidikan peristiwa Bom Bali 2002, ternyata pembunuhan ini dilakukan oleh oknum-oknum Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Beberapa anggotanya, antara lain Letkol Hartomo, dipecat secara tidak terhormat. Dunia Internasional mengecam pembunuhan Eluay ini.

Dortheys Hiyo Eluay akhirnya dimakamkan di sebuah gelanggang olahraga di tempat kelahirannya Sentani pada sebuah tanah ada yang sudah diwakafkan oleh para tetua suku. Pemakamannya dihadiri kurang lebih 10.000 orang Papua. Pada jalan raya antara Jayapura dan Sentani sebuah monumen kecil didirikan untuk mengenang pembunuhan ini

Dortheys Hiyo Eluay adalah Pahlawan Papua. Ia dibunuh oleh Militer Indonesia karena keberadaan Ia mengancam Negara Indonesia. Dalam perjuang Papua merdeka sekaran membutuhkan tokoh seperti Dortheys Hiyo Eluay sebagai pemimpin perjuangan Papua Barat. Tugas Mahasiswa kerja-kerja untuk melahirkan pemimpin gerakan Papua.


Dibuat Untuk Bahan Diskusi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta

 

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.