Home ARTIKEL BUDAYA
MEMBUDIDAYAKAN PAKAIAN ADAT KOTEKA


Oleh Fransisikus Kasipmabin*


foto:Afriyanto.wordpress.com

Pakaian adat yang biasannya dipakai setiap daerah merupakan bagian dari identitas suku bangsa daerah tertentu. Sampai sekarang inipun, setiap daerah mempertahankan pakaian daerahnya walaupun sebagian besar terkikis oleh pakaian modern misalnya di daerah Yogyakarta mempertahankan pakaian daerah serta tradisi yang diturunkan oleh nenek moyang mereka Hal ini merupakan sangat penting karena dengan pakaian daerah, bahasa, tradisi daerah mempertahankan harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Beberapa bulan yang lalu pemerintah Indonesia mengalami kegoncangan dengan adanya isu eksploitasi dan mengadopsi tarian dan pakaian adat yang ditiru dan atau diambil oleh pemerintah Malaysia. Ini merupakan salah satu contoh ketidaksiapan dalam melindungi berbagai pakaian local yang ada di Indonesia.

Read more...
 
MENGUPAS RAHASIA TARIAN OKSANG SEBAGAI INDUSTRI MASA DEPAN

Oleh Melkior Nikolar Ngalumsine Sitokdana)*


Apakah orang Ngalum sudah mengenal Industri?


Atangki (Allah) menciptakan manusia di Aplim Apom dan memberikan karunia-Nya untuk hidup sesuai dengan harapan-Nya, yaitu hidup berdampingan/bersosial dalam menjaga, melestarikan, dan mengelolah seluruh ciptaan-Nya. Salah satu karunia Atangki yang kita rasakan adalah Tarian Oksang. Tarian Oksang mengandung arti yang sangat mendalam dan tidak diperkenankan untuk mempublikasikan arti dan makna sesungguhya karena mengandung arti/makna suci dan kudus. Namun untuk memperjelas tarian ini, menurut penulis Oksang adalah tarian khas suku Ngalum yang dimainkan oleh sekumpulan orang bertujuan untuk memupuk cinta persaudaraan, perdamaian, dan kesejahteraan. Tarian Oksang dapat dibagi menjadi dua yaitu; Oksang aip (dalam bangunan) Oksang Mangol (diluar bangunan). Tarian Oksang mempunyai makna politik, ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan yang tentunya bermanfaat bagi kehidupan manusia Ngalum. Sebelum masuk di pembahasan tentang tarian Oksang, penulis mencoba menguraikan domain kognitif orang Aplim Apom tentang Oksang.

Read more...
 
BAHASA DAERAH DI TANAH PAPUA SEMAKIN TERKIKIS TANTANGAN BAGI ANAK MUDA PAPUA

 

Oleh Antonius Ningmabin)*

Bisa Terjaga” Tetapi Epenkah Dengan Bahasa Daerah? Pertanyaan ini sangat bertentangan dengan realitas dalam penggunaan bahasa daerah di Papua dan lebih khusus di Kabupaten Pegunungan Bintang. Papua memiliki beragam bahasa berdasarkan suku-suku yang ada di Papua. Setiap suka memiliki bahasa yang berbeda-beda. Salah satu contohnya adalah di Kabupaten Pegunungsn Bintang. Kabupaten ini memiliki lebih dari 4 suka dan di setiap suku memiliki bahasanya sendiri-sendiri. Tidak hanya di Pegunungan Bintang tetapi hampir di seluruh Kabupaten di Papua memiliki perbedaan suku maupun bahasa. Tidak ada bahasa pemersatu.

Read more...
 
KEBIASAAN MAHASISWA YANG BELAJAR ORGANISASI DI TINGKAT KAMPUS

Oleh  Uski Weipchi Bidana)*

Organisasi merupakan dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara keseluruhan bersama-sama. Sehingga dilihat dari itu kita dapat mengetahui bahwa organisasi (organization) ini berdiri atas dasar kebiasaan orang-orang yang berpikiran untuk ingin belajar melatih kepemimpinan.

Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam kelompok.. Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmania semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

Read more...
 
« StartPrev12NextEnd »

Page 2 of 2


Copyright by KOMAPO.