Home KESEHATAN PENGUMUMAN UNDANGAN DISKUSI
UNDANGAN DISKUSI
Saturday, 31 August 2013 01:07

Kekayaan sumber daya alam Tanah Papua yang sangat melimpah merupakan ciptaan Allah Orang Papua, yang diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang setiap suku-suku yang ada ditanah Papua. Orang Papua menyadari bahwa sumber daya alam biotik dan abiotik yang ada di tanah Papua adalah ciptaan Maha Pencipta yang wajib dilestarikan dan dimanfaatkan untuk kemakmuran orang Papua sendiri. Sumber daya yang dimaksud adalah hewan, tumbuhan, mikro organisme, minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Kayanya sumber daya alam tersebut, Papua dijuluki sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Bahkan sejarah membuktikan berbagai negara-negara didunia berkompetisi menggunakan kekuatan militeristik untuk merebut tanah Papua, negara-negara yang maksud adalah Amerika Serikat, Belanda, Jepang, dan Indonesia. Kemudian berlanjut lagi, pacsa kekalahan blok timur (Uni Soviet) pada perang dunia ke II tahun 1989/1990, Amerika Serikat berdiri sebagai negara adikuasa. Dengan memanfaatkan kekuatan politik, militer dan ekonomi, Amerika Serikat mampu menguasai berbagai negara berkembang yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, salah satunya adalah Indonesia.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, sungguh-sungguh dimanfaatkan oleh negara maju, dengan kekuatan ekonominya secara langsung maupun tidak langsung dikondisikan untuk mengikuti pola yang dibangunnya. Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan dukungan sumber daya alam yang sangat melimpah, telah dimanfaatkan oleh berbagai negara maju untuk menjajah Indonesia secara ekonomi dan politik. Pola yang dibangun negara maju, seperti tuntutan ekonomi dan politik merupakan tuntutan yang harus digapai oleh Indonesia. Usaha untuk menggapai tuntutan tesebut, Indonesia selalu devisit anggaran, sehingga melakukan berbagai pinjaman dari bank dunia maupun negara-negara maju lainnya. Pada kepemimpinan era SBY telah menghutang hingga mencapai 300 Triliun US$. Dengan demikian, untuk menutupi utang luar negri tersebut, pemerintah telah membuka ruang seluas-luasnya kepada pihak asing untuk investasi besar-besaran di seluruh Indonesia tanpa pajak (bebas pajak), dengan syarat perusahaan dapat menutupi hutang luar negri. Dengan kekayaan sumber daya alam tanah Papua yang melimpah, dimanfaatkan oleh Indonesia untuk berbagai kepentingannya, dalam waktu yang tidak lama pemerintah telah mengizinkan puluhan perusahaan skala nasional dan internasional untuk melakukan operasi besar-besaran diseluruh tanah Papua.

 


Papua sangat kaya dengan berbagai potensi sumberdaya alam. Sektor pertambangannya sudah mampu memberikan kontribusi lebih dari 50% perekonomian Indonesia, dengan tembaga, emas, minyak dan gas menempati posisi dapat memberikan kontribusi ekonomi . Di bidang pertambangan, memiliki potensi 2,5 miliar ton batuan biji emas dan tembaga, semuanya terdapat di wilayah konsesi Freeport dan masih banyak lagi kearah timur Papua. Di samping itu, masih terdapat beberapa potensi tambang lain seperti batu bara berjumlah 6,3 juta ton, barn gamping di atas areal seluas 190.000 ha, pasir kuarsa seluas 75 ha dengan potensi hasil 21,5 juta ton, lempung sebanyak 1,2 jura ton, marmer sebanyak 350 juta ton, granit sebanyak 125 juta ton dan hasil tambang lainnya seperti pasir besi, nikel dan krom. Karena 90% dari daratan Papua adalah hutan, produk unggulan pun banyak lahir dari belantara yang dipadati lebih dari 1.000 spesies tanaman. Lebih dari 150 varientas di hutan itu merupakan tanaman komersial. Hutan di Papua mencapai 3l.079.185,77 ha, terdiri atas hutan konservasi seluas 6.436.923,05 ha (20,71%), hutan lindung 7.475.821,50 ha (24,05%), hutan produksi tetap 8.171606,57 ha (26,3 %), hutan produksi terbatas 1.816.319 ha (5,84%), dan hutan yang dapat dikonversi 6.354.726 ha (20,45%). Ditambah areal penggunaan lainnya 821.787,91 ha (2,64%). Hutan hutan di tanah Papua memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Indonesia, Contoh, sebanyak 323.987m3, kayu bangunan/timber sebanyak 1.714 m3, kayu balok olahan/block board sebanyak 1.198 m3, triplek/plywood sebanyak 88.050 m3 dan kayu olahan/chips sejumlah 45.289 m3. Di sektor perkebunan, dari 5.459.225 ha lahan yang ada, tak kurang dari 160.547 ha sudah dimanfaatkan untuk perkebunan rakyat (PR) maupun perkebunan besar (PB), tenaga kerja dengan total produksi 62.153 ton. Di sektor perikanan, memiliki kekayaan yang kurang besar di sepanjang 1.170 mil garis pantai yang dipenuhi ribuan pulau pulau kecil. Papua juga memiliki terumbu karang terkaya dan terbaik di dunia. Hutan bakau terluas dan terbaik di dunia, dengan berbagai jenis ikan mulai dari pelagis besar, kecil, kerapu, udang, teripang, kerang, dan lain lain.

Kemudian sumber daya alam yang masih ada akan dikeruk habis-habis oleh pemerintah Indonesia dan pihak asing demi kepentingan ekonominya. Investasi kapitalisme di Papua semakin menguat, tanah dan hutan semakin hari semakin berkurang, eksistensi pemilik hak ulayat yang ada di Papua semakin hari semakin terpinggirkan. Sejumlah perusahaan besar skala nasional dan internasional sedang beroperasi di tanah Papua, seperti Freeport, BIPI, MIFFE, tambang di Degewo Paniai, perusahaan kepala sawit dibeberapa kabupaten, perusahaan kayu, dsb, telah yang mengancurkan alam serta melumpuhkan eksistensi suku bangsa Papua. Sejumlah perusahaan yang masuk sama sekali tidak memberikan manfaat, malah perusahaan mengacurkan lingkungan hidup, termasuk nyawa manusia yang notabennya adalah pemiliknya hak ulayat dibunuh habis-habis secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun berbagai masalah yang berkaitan dengan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di Papua meningkat dan tidak terselesaikan secara tuntas, pemerintah secara terbuka mengizinkan berbagai perusahaan masuk ke seluruh tanah Papua, dengan alasan meningkatkan kejahteraan rakyat. Misalnya, dalam waktu dekat, akan masuk beberapa perusahaan di selatan Papua, yaitu PT Antam dan Conoco Philips. Kedua perusahaan tersebut akan masuk diwilayah Pegunugan Bintang, Bovendigoel, Mappi, Asmat, dan Merauke. PT. Antam akan beroperasi di wilayah Pegunungan Bintang, dengan konsentrasi penambangan emas. Sedangkan Conoco akan beroperasi mulai dari Pegunungan Bintang ke wilayah Bovendigoel, Mappi, Asmat dan Merauke, dengan konsentrasi penambangan minyak bumi. Dengan melihat sejumlah persoalan yang terjadi dan akan terjadi akibat eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam di Papua, kami mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Merauke telah mengadakan diskusi di asrama Mappi, Jembatan Janti Yogyakarta, sabtu 24 Agustus 2013. Berdasarkan keputusan bersama, seluruh mahasiswa Papua harus bersatu dalam satu wadah untuk menyuarakan segala persoalan yang berkaitan dengan sumber daya alam tanah Papua.

 

Dengan demikian, Forum Peduli Sumber Daya Alam Tanah Papua mengundang mahasiswa papua yang kuliah di Yogyakarta, untuk hadir dalam kegiatan sosialisasi masuknya perusahaan di daerah tersebut. Kegiatan sosialisasi diselenggarakan pada:

 

 

Hari/tanggal : Sabtu, 31 Agustus 2013

Tempat : Ruang Seminar LPPM Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Waktu : Pukul 09.00- selesai

Agenda : Sosialisasi Masuknya Perusahaan Conoco Phillips dan PT. Antam

Demikian surat undangan ini kami buat dengan sesunguhnya, atas perhatian dan partisipasi kawan kawan kami ucapkan terimakasih.

Yogyakarta, 29 Agustus 2013

Hormat kami,

BPH FOPSUDATAPA

Fransiskus Kasipmabin Maria Margaretha Yawanop

Ketua Sekretaris

 

 


 

Share
 


Copyright by KOMAPO.