Home KARYA ILMIAH KARYA ILMIAH PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN
KARYA ILMIAH

LAPORAN

PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN

DI SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA

SEMESTER GANJIL 2013/2014

PERIODE JULI – DESEMBER 2013



Disusun oleh:

Elias Duyala

091214125

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

BAB I

PENDAHULUAN

A. Arti, Tujuan dan Status PPL

1. Arti PPL

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan yang dirancang untuk melatih para calon guru agar memiliki kecakapan keguruan secara lengkap dan terintegrasi. Program ini meliputi latihan pembelajaran dan latihan melaksanakan tugas-tugas kependidikan selain pembelajaran. PPL dilaksanakan di sekolah menengah baik SMP maupun SMA / SMK.

PPL merupakan muara dari seluruh program pendidikan prajabatan guru. Oleh karena itu, pelaksanaan PPL dilakukan sesudah mahasiswa memperoleh bekal yang memadahi dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai guru, seperti penguasaan landasan kependidikan, penguasaan mata pelajaran dan pengelolaan proses pembelajaran.

Kecakapan keguruan mempunyai banyak aspek yang berkaitan, yang harus dilatihkan secara bertahap dan terintegrasi. Keseluruhan kecakapan keguruan di atas perlu dilandasi dengan nilai serta sikap keguruan yang positif.

2. Tujuan PPL

PPL bertujuan agar praktikan memiliki kompetensi berikut:

a. Mengenal lingkungan sosial sekolah secara cermat dan menyeluruh, meliputi aspek fisik, tata administratif, serta tata kurikuler dan kegiatan kependidikan.

b. Menerapkan berbagai kecakapan keguruan secara menyeluruh dan terintegrasi dalam situasi nyata di bawah bimbingan Guru Pamong dan Dosen Pembimbing PPL.

c. Mengambil manfaat dari pengalaman ber-PPL agar semakin memiliki kecakapan keguruan secara profesional.

3. Status PPL

PPL merupakan mata kuliah wajib lulus (WL) dengan bobot 2-6 sks dan nilai final minimal C.

B. Tempat PPL

Praktikan melaksanakan kegiatan PPL di SMP Bopkri 2 Yogyakarta yang beralamat di Jalan Sulatan Agung No. 4 Yogyakarta.

C. Waktu PPL

Waktu Program Pengalaman Lapangan

Program Pengalaman Lapangan dilaksanakan selama 2,5 bulan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta dengan sistem Sebaran, dimulai pada tanggal 12 Juli 2013 sampai dengan 23 November 2013.

D. Persiapan program kegiatan

1. Persiapan di Kampus

a. Pembekalaan PPL pertama diadakan oleh prodi yang dilaksanakan di Kampus II Mrican Universitas Sanata Dharma, Pada hari Jumat 14 Juni 2013 dari pukul 07.30 – 09.00. Dalam pembekalan ini Ibu Christina Kristiyani, S.Pd.,M.Pd. selaku koordinator PPL program studi PBI menyampaikan beberapa hal penting seperti menjaga sikap dan kelakuan selama berada di tempat PPL mulai dari awal PPL hingga selesai.

b. Pembekalan kedua adalah pembekalan fakultas yang dilaksanakan di aula Kampus III Paingan Universitas Sanata Dharma pada hari Senin, 17 Juni 2013 pukul 08.00 – 13.00 WIB. Ibu Christina Kristiyani, S.Pd.,M.Pd. selaku koordinator PPL FKIP Universitas Sanata Dharma memberikan pembekalan antara lain mata kuliah prasyarat dan mekanisme PPL, menyampaikan agenda PPL Semester Gasal 2013 / 2014 serta mengenalkan kembali mengenai Kurikulum 2013. Bapak Rohandi, selaku Dekan FKIP juga memberikan pembekalan kepada mahasiswa. Beliau berpesan agar mahasiswa PPL dapat menjaga sopan santun dan menjaga nama baik Universitas Sanata Dharma, yaitu ditunjukkan dengan cara bersikap, berbicara, dan berpakaian. Setelah itu, setiap mahasiswa berkumpul sesuai tempat pelaksanaan PPL dan membentuk koordinator kelompok. Masing-masing mahasiswa mendapatkan buku pedoman PPL dan buku harian yang digunakan selama PPL.

1. Persiapan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

Pada hari Jumat, 12 Juli 2013 telah dilakukan penyerahan mahasiswa PPL oleh perwakilan dosen pembimbing kepada sekolah. Penyerahan dilakukan pada pukul 08.15 WIB di ruang kelas 9A SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Dosen yang hadir yaitu Ibu Christina Lhaksmita Anandari, S.Pd, M. Ed. sebagai dosen pembimbing dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Ibu Chatarina Enny Murwaningtyas,M.Si. sebagai dosen pembimbing dari prodi Pendidikan Matematika . Guru – guru yang mengikuti acara penyerahan yaitu Ibu Christin Dri Wahyuni,S.Pd. sebagai koordinator PPL SMP Bopkri 2 Yogyakarta sekaligus guru pembimbing mata pelajaran Matematika, Ibu Ariaty P.L, S.Pd sebagai guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Inggris, dan Ibu Dra. Yetti Yuliati S. sebagai Kepala Sekolah SMP BOPKRI 2 Yogyakarta sekaligus guru mata pelajaran Bahasa Inggris, menerima kami semua dengan senang hati untuk menimba ilmu selama PPL di sekolah.

A. Peserta Program Pengalaman Lapangan

Peserta Program Pengalaman Lapangan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta adalah mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma yang terdiri dari :

1. Tiga orang mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris :

a. Elias Duyala (091214125)

b. Katarina Diah Rismawati (101214111)

c. Firdianti Citra Siwi (101214105)

2. Tiga orang mahasiswa Program Studi Matematika :

a. Thomas Iskandar Kurniawan (081414072)

b. Theodora Novarinatha (101414062)

c. Irene Larasati (101414069)

3. Lima orang dari Universitas PGRI Yogyakarta :

a. Noni Antika (Prodi PKN)

b. Ignatius Sumantoro (Prodi PKN)

c. Arief Dwi Antoro (Prodi Pendidikan Matematika)

d. Deni Alfian (Prodi Pendidikan Matematika)

e. Yohanes Guarso (Prodi Bimbingan Konseling)

Adapun syarat-syarat yang harus mahasiswa penuhi supaya dapat menjalani PPL ini:

a. Telah mengikuti mata kuliah keahlian dan keterampilan di tingkat fakultas berikut ini dengan nilai minimal C:

- Dasar-dasar Bimbingan Konseling

- Manajemen Sekolah

- Pengantar Pendidikan

- Psikologi Belajar dan Pembelajaran

- Psikologi remaja

b. Telah mengikuti mata kuliah berikut dengan nilai minimal C:

- Approach, Method and Technique

- Curriculum and Material Design

- Instructional Design

- Language Learning Assesment

- Language Teaching Media

- Micro Teaching

BAB II

HASIL OBSERVASI

Pada bab ini, praktikan akan memaparkan hasil observasi yang ditemukan selama menjalani Program Pengalaman Lapangan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Hasil obervasi yang akan dipaparkan adalah berupa tujuan satuan pendidikan, sistem pendidikan satuan pendidikan, kurikulum satuan pendidikan, siswa satuan pendidikan, kondisi fisik dan lingkungan kondisi fisik dan lingkungan sekolah satuan pendidikan, proses belajar mengajar, fasilitas pendidikan, hubungsan antara satuan pendidikan dengan instansi lain, dan usaha-usaha peningkatan kualitas lulusan.

A. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

BOPKRI adalah suatu organisasi berbentuk yayasan yang didirikan sejak jaman perjuangan. Kepanjangan BOPKRI adalah Badan Oesaha Pendidikan Kristen Repoeblik Indonesia. Yayasan BOPKRI didirikan dengan motivasi, idealisme, cita-cita, visi, misi, dan tujuan tertentu.

Adapun misi, visi dan tujuan SMP BOPKRI 2 Yogyakarta adalah sebagai berikut:

1. Misi

Menyelenggarakan pendidikan dasar secara profesional untuk membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter kristiani.

2. Visi

Menjadi SMP swasta di Yogyakarta yang kompetitif berdasarkan kasih.

3. Misi

Melaksanakan pembelajaran untuk menghasilkan siswa yang cerdas, inovatif, dan berbudi pekerti luhur.

4. Nilai Organisasi

a. Kasih

Melakukan apa yang orang lain kita kehendaki berbuat (Matius 6:12)

b. Berintegritas

Mempunyai kepribadian yang jujur, konsisten, tulus, asli dan dapat menjadi teladan.

c. Pelayanan yang tulus

Melaksanakan pekerjaan sebagai bentuk pelayanan yang tulus kepada Tuhan.

d. Kompetitif

Mempunyai kemampuan, keterampilan, pengetahuan yang dibutuhkan untuk berani bersaing dalam dunia pendidikan.

5. Motto

Improve your achievement (tingkatkan prestasimu)

B. Sistem Pendidikan Satuan Pendidikan SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

Sesuai dengan bunyi pasal 15 PP No. 29 tahun 1990, lama pendidikan Sekolah Menengah Pertama adalah 3 tahun. SMP BOPRKI 2 Yogyakarta ini menggunakan sistem semester. Dalam sistem semester ini, 1 tahun ajaran terdiri dari 2 semester yaitu semester ganjil dan semester genap, dan tiap semester berlangsung selama 6 bulan.

C. Kurikulum SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta menyelenggarakan pendidikan dengan memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dimulai pada tahun pelajaran 2006/2007

D. Organisasi Sekolah SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

Struktur organisasi sekolah merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh suatu institusi sekolah. Dengan adanya struktur organisasi sekolah, maka sekolah tersebut dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai suatu lembaga pendidikan yakni melaksanakan proses pembelajaran. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan dilingkungan sekolah baik kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan lainnya akan dapat berjalan dengan baik apabila orangisasi sekolah tersebut dapat terkoordinasi sebagaimana mestinya.

Kepengurusan SMP BOPKRI 2 Yogyakarta 2012/2013

a. Kepala Sekolah : Dra. Yetti Yuliati Soebari

b. Wakil Kepala Sekolah bid. Kurikulum : Christin Dri Wahyuni, S.Pd.

c. Wakil Kepala Sekolah bid. Kesiswaan : Suwandi, S.Pd.

d. Tata Usaha:

Kepala : Rini Isnaeni

Staff : Andreas Sutarjo, Apta Lilik N, SH.

e. Perpustakaan:

Kepala : Ch. Ismoyowati, S.Pd.

Staff : CH. Siswarni

f. Laboratorium : E. Ellyana D.L, S.TP.

g. Bimbingan Konseling : Dra. Siswinarni

h. Wali kelas:

Kelas VII A : Ch. Ismoyowati, S.Pd.

Kelas VII B : Sri Suryantiningsih, S.Pd.

Kelas VIII : Ariaty Puji Lestari, S.Pd.

Kelas IX A : Arias Widayanti, S.Pd.

Kelas IXB : Christin Dri Wahyuni, S.Pd.


1. Wewenang dan Tanggung Jawab Masing-Masing Unsur

a. Kepala Sekolah

1) Menyusun perencanaan

2) Mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengkoordinasikan kegiatan di sekolah

3) Melaksanakan pengawasan

4) Melakukan evaluasi

5) Mengadakan rapat

6) Mengatur kegiatan belajar dan mengajar

7) Menentukan kebijakan

8) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait

9) Mengambil keputusan

10) Mengatur administrasi, ketatausahaan, siswa, ketenagaan, sarana, prasarana, dan keuangan (RAPBS).

b. Wakil Kepala Sekolah

1) Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pendampingan dan pembinaan siswa dengan kelas yang menjadi tanggung jawab

2) Mengevaluasi nilai rapor dan kenaikan kelas

3) Mengevaluasi ketidakhadiran, pelanggaran, dan perilaku siswa

4) Mengevaluasi prestasi akademik masing-masing siswa.

c. Tata Usaha

1) Melaksanakan kegiatan administrasi

2) Merencanakan dan membuat pengelolaan dana

3) Menyaiapkan dan melaksanakan pendataan siswa

4) Menyiapkan data guru dan pegawai

d. Bagian Perpustakaan

1) Perencanaan pengadaan buku / bahan pustaka / media elektronik

2) Pengurusan pelayanan perpustakaan

3) Perencanaan pengembangan perpustakaan

4) Pemeliharaan dan perbaikan buku / bahan pustaka / media elektronik

5) Inventarisasi dan pengadministrasian buku / bahan pustaka / media elektronik

6) Memberikan pelayanan bagi siswa, guru, tenaga pendidik, serta masyarakat

7) Menyusun laporan kegiatan perpustakaan secara berkala

8) Penyampulan buku / bahan pustaka

9) Menyusun tata tertib perpustakaan

e. Bagian Laboratorium

1) Pengadaan alat-alat laboratorium

2) Mengawasi kelengkapan alat-alat laboratorium

f. Wali Kelas

1) Membantu guru pembimbing / konselor melaksanakan tugas-tugasnya khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya

2) Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling

3) Membantu guru mata pelajaran melaksanakan perannya dalam pelayanan bimbingan dan konseling khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya

4) Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing / konselor

5) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan bimbingan dan konseling seperti konferensi kasus

g. Dewan guru

1) Membuat program tahunan, program semester, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan memberikan siswa tambahan pelajaran / les

2) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien

3) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengyaan

4) Melaksanakan kegiatan pembelajaran, penilaian proses belajar siswa, ulangan harian, ulangan umum, dan ujian akhir

5) Melaksanakan analisis hasil ulangan harian

6) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum

7) Mengisi daftar nilai siswa

8) Membuat alat peraga

9) Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada guru lain dalam proses kegiatan belajar mengajar

10) Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni

11) Melaksanakan tugas tertentu di sekolah

12) Mengadakan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya

13) Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran

14) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa

15) Menjaga kebersihan ruangan kelas dan ruangan praktikum

16) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat

h. Bimbingan dan konseling

1) Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling

2) Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar

3) Memberikan sarana dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai

4) Menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling

5) Memberikan layanan bimbingaan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar

6) Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling

7) Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling

8) Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar

9) Menyusun laporan pelaksanaan bimbingsn dan konseling

E. Sumber daya manusia SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta merupakan SMP swasta. Tenaga pengajar SMP ini bersumber dari Guru Tetap Yayasan (GTY), Guru Tidak Tetap (GTT), dan Guru Dinas Pemerintah Kabupaten (DPK). Disamping itu, SMP BOPKRI 2 Yogyakarta juga memiliki tenaga kepegewaian yang terdiri dari Pegawai Tetap Yayasan (PTY) dan Pegwai Tidak Tetap (PTT). Guru dan karyawan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta digambarkan sebagai berikut:

1. Guru:

NO

NAMA

JABATAN

1.

Dra. YETTI YULIATI SOEBARI

KEP.SEK

2.

CHRISTIN D.WAHYUNI, SPd.

WAKA.SEK

3.

SUWASDI, SPd.

WAKA SEK

4.

YULIUS, S.Pd.

Guru DPK

5.

ARIATY PUJI LESTARI, S.Pd.

Guru DPK

6.

SRI SURYANTININGSIH, S.Pd.

Guru DPK

7.

CH. ISMOYOWATI, S.Pd.

Guru DPK

8.

RINI SULISTIANI, A.Md.

Guru DPK

9.

Dra. SISWINARNI

Guru GTY

10.

ARIAS WIDAYANTI, S.Pd.

Guru GTY

11.

DIAH SURYANDARU

GTT

12.

AGUS SURYANTO, S.Sn.

GTT

13.

MUH IBRAHIM MUSA A, S.Pd Kor.

GTT

NO

NAMA

JABATAN

14.

ELISABETH ELYANA D.L, S.Tp.

GTT

15.

SUHARTONO

GTT

16.

WIDAYAKA

GTT

17.

MARGARETA SRI MAHANANI

Pemenuhan Jam

18.

TRI MUSDIYATI

Pemenuhan Jam

19.

DIAH GARINI

Pemenuhan Jam

20.

DARMADJI

BATIK

21

CH. SRI SUWARNI

PRAMUKA

22.

ADITYA RANGGA Y, S.Pd Kor.

TAEKWONDO

Tabel 2.2. Daftar guru SMP BOPRKI 2 Yogyakarta

2. Tenaga Administrasi/karyawan

NO

NAMA

JABATAN

1.

RINI ISNAENI

PTY

2.

ANDREAS SUTARJO

PTT

3.

APTA LILIK NURHANDYASTO, SH

PTT

4.

CHRISTIANA SRI SUWARNI

PTY

5.

SARJIMIN

PTY

6.

Y. SLAMET TRIYONO

PTY

7.

ELIVASMANTO

PTT

Tabel 2.3. Daftar karyawan SMP BOPKRI 2 YOGYAKARTA

F. Siswa SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

Jumlah siswa laki-laki dan siswa perempuan SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 203/2014 ini adalah 84 siswa. Untuk lebih jelasnya, jumlah tersebut digambarkan pada tabel dibawah ini:

NO

KELAS

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

1.

VII

13

15

28

2.

VIII

13

15

28

3.

IX

13

15

28

JUMLAH

39

45

84

Tabel 2.4. Jumlah siswa SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

G. Kondisi Fisik dan Lingkungan sekolah SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

1. Luas tanah SMP BOPKRI 2 Yogyakarta : 2407 m2

Luas tanah SMP BOPKRI 2 Yogyakarta adalah 2407 m2. Luas areal sekolah itu sangat mendukung seluruh kegiatan sekolah. Lahan sekolah ini bebas dari hunian liar sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

2. Jenis sarana yang dimiliki sekolah adalah sebagai berikut:

No.

Jenis

Keberadaan

Fungsi

ada

Tidak

Ada

Ya

Tidak

1.

Ruang Kepala Sekolah

ü

ü

2.

Guang Guru

ü

ü

3.

Ruang Layanan Bimbingan

Dan Konseling

ü

ü

4.

Ruang Tamu Umum

ü

ü

5.

Ruang UKS1

ü

ü

6.

Ruang Perpustakaan

ü

ü

7.

Guang Tata Usaha

ü

ü

8.

Ruang Tamu Dinas

ü

ü

9.

Ruang Komputer

ü

ü

10.

Ruang Baca

ü

ü

11.

Laboratorium

ü

ü

12.

Dapur

ü

ü

13.

Kamar Mandi

ü

ü

14.

Gudang

ü

ü

15.

Kantin Sekolah

ü

ü

16.

Ruang Multimedia

ü

ü

Tabel 2.5. Kondisi fisik dan lingkungan sekolah

3. Ruang Kelas

Kondisi Ruang Kelas

Jumlah Ruang Kelas

Baik

6

Rusak Ringan

-

Rusak Berat

-

Total

6

Tabel 2.6. Kondisi ruang Kelas

4. Perpustakaan

Jenis Buku

Jumlah Buku

Buku Teks

967

Buku Penunjang

371

Buku Referensi

500

Buku Fiksi

3.497

Total

5.335

Tabel 2.7. Data perpustakaan sekolah

5. Media Pembelajaran

No.

Jenis

Keberadaan

Ada

Tidak ada

1.

Komputer

ü

2.

OHP

ü

3.

Televisi

ü

4.

LCD

ü

5.

Speaker

ü

6.

Tape Recorder

ü

Tabel 2.8. Media pembelajaran sekolah

6. WC dan kamar mandi:

Peruntukan

Keberadaan

Jumlah

Kondisi

Ada

Tidak

Baik

Tidak Baik

Guru/karyawan

ü

4

ü

Siswa

ü

4

ü

siswi

ü

3

ü

Tabel2.9. Kondisi sanitasi sekolah

7. Laboratorium dan Ruang Praktek

Jenis Lb/

Ruang

Praktek

Keberadaan

Kondisi

Ket.

Ada

Tidak

ada

IPA

ü

Baik

Berfungsi

Ruang Komputer

ü

Baik

Berfungsi

Ruang Multimedia

ü

Baik

Berfungsi

Tabel 2.10. Laboratorium dan ruangan praktek sekolah

8. Prasarana

Jenis

Keberadaan

Berfungsi

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Instalasi air

ü

ü

Jaringan listrik

ü

ü

Jaringan telepon

ü

ü

Akses jalan

ü

ü

Tabel 2.11. Prasarana sekolah

H. Proses Belajar Mengajar SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

1. Kegiatan Guru Secara Umum

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar hampir sama seperti SMP pada umumnya. Dalam arti tertentu, sekolah ini memulai kegiatan belajar mengajar pukul 07.00 WIB. Namun demikian, sebagai sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Kristen, sekolah ini selalu memulai kegiatan belajar dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan kemudian dilanjutkan dengan renungan harian dan doa yang dipimpin oleh guru piket pada hari yang bersangkutan. Kegiatan ini membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit. Selanjutnya, satu jam pelajaran berlangsung selama 40 menit. Waktu istirahat 15 menit. Istirahat pertama adalah setelah jam ketiga dan istirahat kedua adalah setelah jam keenam.

Kegiatan belajar mengajar pada hari Senin berlangsung pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.40, jika diadakan upacara bendera. Jika upacara bendera tidak diadakan maka kegiatan belajar mengajar belangsung sampai pukul 13.00 WIB. Pada hari Selasa dan Rabu, jam pelajaran berlangsung dari pukul 07.00 hingga 12.20 WIB. Namun demikian, pada hari rabu kelas IX ditambah 2 jam pelajaran untuk les, sehingga pelajaran berakhir pukul 13.40 WIB. Pada hari Kamis jam pelajaran dilaksanakan dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. Pada hari Jumat, jam pelajaran dilaksanakan dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 11.25 WIB. Pada hari sabtu, jam pelajaran sedikit berbeda dengan hari yang lain yaitu berlangsung dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 10.05 WIB. Kemudian seluruh siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dimulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 11.25 WIB.

Selain melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru juga memiliki tugas tambahan yaitu tugas piket yang dilaksanakan secara bergantian setiap hari.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh setiap guru piket sebagai berikut:

- Memulai kegiatan belajar mengajar dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, membacakan nas kitab suci dan renungan serta memimpin doa.

- Mencatat ketidakhadiran siswa dan guru/karyawan.

- Bertugas untuk mengawasi ketertiban siswa. Bila ada siswa yang terlambat dan siswa yang minta ijin pulang atau keluar dari lingkungan sekolah, maka siswa yang bersangkutan harus meminta ijin kepada guru piket.

- Mengawasi kegiatan belajar mengajar pada hari tersebut.

- Menutup kegiatan belajar mengajar dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan memimpin doa pulang.

2. Kegiatan Guru Dalam Kelas

Sebelum malakukan praktek mengajar, praktikan melakukan observasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas beberapa kali. Tujuan dari observasi ini adalah agar praktikan mengetahui kegiatan pembelajaran, situasi kelas, interaksi antara guru dan peserta didik, cara guru menyampaikan materi pelajaran dan peserta didik menerima materi pelajaran yang diajarkan pada hari itu.

Melihat hasil observasi yang dilakukan oleh praktikan, dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar guru mampu melaksakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Dalam arti tertentu, guru mampu menerapkan aspek utama dalam suatu pembelajaran seperti prapembelajaran, membuka pembelajaran, memulai kegiatan inti pembelajaran, dan menutup pembelajaran. Pada prapembelajaran guru tampak memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran dan media. Pada pembukaan pelajaran, guru menyapa siswa dengan penuh semangat dan guru menyampaikan apa yang akan dipelajari sekaligus kompetensi yang akan dicapai dari proses pembelajaran tersebut. Lebih lanjut, guru menyiapkan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, memperhatikan absensi siswa dengan mencatat ketidakhadiran siswa, dan mengajak siswa untuk mengingat kembali pelajaran pada pertemuan sebelumnya dengan bertanya kepada siswa. Setelah membuka pelajaran guru melakukan apersepsi, yaitu dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan cara memberikan contoh-contoh yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kegiatan inti, guru melibatkan siswa dengan tanya jawab, diskusi, dan jawab soal sehingga siswa berpartisipasi aktif dalam seluruh proses pembelajaran. Guru berusaha memotivasi siswa sehingg siswa sungguh-sungguh terlibat aktif dalam pembelajaran. Dalam kegiatan tanya jawab, guru mengajukan pertanyaan kepada kelas bukan kepada pribadi. Akibatnya situasi kelas menjadi sunyi karena tidak banyak siswa yang berani untuk bertanya atau menjawab. Namun demikian, guru tampak tidak kehilangan ide untuk membangun semangat siswa agar mereka berani bertanya atau menjawab. Pada intinya, guru mampu menuntun kegiatan belajar mengajar sesuai dengan yang telah di rencanakan. Disamping itu, pada waktu siswa mengerjakan tugas, guru sangat perhatian dengan siswa yang tampak dari keaktifan guru untuk berkeliling mengamati aktivitas siswa. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana siswa dapat memahami materi yang telah disampaikan. Tambahan pula, guru membimbing siswa yang tidak mengerti dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

3. Kegiatan Siswa

Dalam proses belajar mengajar, perhatian siswa terpusat pada guru yang sedang menyampaikan materi didepan kelas. Maksudnya adalah siswa fokus pada apa yang guru sampaikan dan tugaskan. Tidak dipungkiri juga bahwa masih ada sebagian kecil dari siswa yang kurang memperhatikan penjelasan guru. Meskipun demikian hal ini dapat diatasi oleh guru yaitu dengan mengeraskan volume suara, bertanya agar siswa tersebut diam ataupun dengan menegur siswa yang bersangkutan. Secara keseluruhan, siswa yang terlibat aktif dalam tanya jawab sedikit sekali. Dan setelah praktikan perhatikan, ternyata siswa yang aktif dikelas adalah siswa yang sama. Artinya siswa tersebut aktif dalam pembahasan topik apa pun. Namun demikian, ketika guru memberikan tugas kepada siswa, secara keseluruhan siswa mengerjakan tugas itu dengan serius. Alasannya, sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan. Ketika siswa menemukan masalah dalam memahami pertanyaan, siswa tampak tidak segan-segan bertanya kepada gurunya. Dari kenyataan ini, praktikan menyimpulkan bahwa interaksi antara guru dan peserta didik berlangsung dengan sangat baik.

I. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki fasilitas pendidikan dan latihan yang memadai untuk kelancaran proses belajar mengajar. Fasilitas tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Fasilitas Belajar di Ruang Kelas

1. Meja dan kursi siswa

2. Meja dan kursi guru

3. Tempat sampah

4. Papan panjang

5. Jam dinding

6. Papan tulis, penghapus, spidol

7. Bendera

8. Almari

b. Fasilitas Belajar di Luar Kelas

1. Halaman sekolah

2. Alat-alat olahraga

3. Alat musik

c. Sumber Belajar

1. Perpustakaan

2. Laboratorium

J. Komite Sekolah

a. Tugas komite sekolah

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki komite sekolah yang bertugas sebagai berikut:

1. Pengontrol

Komite sekolah berhak melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan dan hasil lulusan.

2. Mediator

- Melakukan kerjasama dengan masyarakat.

- Menampung dan menganalisis aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat.

b. Pengurus Komite Sekolah Periode Tahun 2012 s/d Tahun 2014

No

Nama

Jabatan

1

Dominggus Umbu Deta, S.Sos

Ketua I

2

Ngadimin

Ketua II

3

Apta Lilik Nurhandyasto, SH

Sekretaris

5

Dra. Siswinarni

Bendahara

6

D. Anton Yuli Indra. S

Anggota

7

Sum Sudarto

Anggota

8

Suryatin

Anggota

Tabel 2.12. Pengurus Komite Sekolah Periode Tahun 2012 s/d Tahun 2014

K. Hubungan Antara SMP BOPKRI 2 Yogyakarta Dengan Instansi Lain

1. Hubungan sekolah dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Hubungan sekolah dengan Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan administrasi sekolah, kepegawaian, serta keuangan.

2. Hubungan dengan Puskesmas Tresnowati-Mergangsan

Hubungan sekolah dengan instansi kesehatan memberikan dampak yang positif bagi terjaganya dan terjaminnya kesehatan siswa dan karyawan di sekolah terutama untuk mendukung berkembangnya UKS di sekolah dengan penyediaan obat-obatan bagi keperluan UKS sekolah.

3. Hubungan dengan Fakultas Kedokteran Gigi UGM

Kerja sama dengan mahasiswa praktikan Fakultas Kedokteran Gigi UGM dalam usaha untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini dipandang baik sebagai bentuk dukungan dan penanaman nilai kebersihan pada diri siswa, khususnya kebersihan gigi dan mulut.

4. Hubungan dengan perguruan tinggi

Sekolah bekerjasama dengan universitas-universitas dalam bentuk PPL (Program Pengalaman Lapangan). Kerjasama tersebut antara lain dengan Universitas Sanata Dharma dan UPY (Universitas PGRI Yogyakarta).

5. Hubungan dengan SMA/SMK di Kota Yogyakarta

Hubungan dengan SMA/SMK di Kota Yogyakarta antara lain dengan SMK Marsudi Luhur, SMA BOPKRI 2, Dan sebagainya. Terutama menjelang UN dan atau setelah UN.

6. Hubungan dengan lembaga bimbingan belajar

Hubungan dengan lembaga bimbingan belajar antara lain dengan Neutron, English First, dan sebagainya. Hubungan ini dilakukan untuk memberikan try out bebas biaya sebagai program persiapan sebelum UN.

7. Hubungan dengan Iman Pengharapan kasih (Yayasan IPK)

Yayasan ini akan memberikan beasiswa kepada siswa dengan harapan bahwa prestasi belajar siswa semakin meningkat.

L. Usaha-Usaha Peningkatan Kualitas Lulusan

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki kiat-kiat atau usaha dalam meningkatkan kualitas lulusan. Usaha tersebut antara lain; pengadaan les untuk siswa kelas IX, drilling soal-soal latihan untuk siswa kelas IX, serta pengadaan buku-buku pelajaran dan buku-buku penunjang lainya sebagai referensi belajar.


BAB III

PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN

A. Kegiatan Pembelajaran

A. 1. Observasi Proses Pembelajaran

Dalam observasi proses pembelajaran, praktikan pertama-tama malakukan observasi kelas. Observasi kelas dilakukan pada saat guru pamong mengajar di kelas. Ada tiga kelas yang menjadi tujuan observasi ini yaitu kelas VIII, kelas VII dan kelas IX. Observasi pertama dilakukan oleh praktikan pada kelas VII dengan materi ajar procedure text. Observasi kedua dilakukan di kelas VII dengan materi ajar speaking/ tentang invitation. Selanjutnya observasi ketiga dilakukan di kelas VIII dengan materi ajar descriptive text dan yang observasi terakhir kelas IX dengan materi ajar procedure text. Tujuan dilakukannya observasi kelas adalah untuk mengenal, mengetahui lebih dalam mengenai karakter kelas, dan terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar siswa dan guru. Kegiatan observasi ini sangat bermanfaat bagi praktikan karena dengan melakukan observasi praktikan memperoleh gambaran mengenai berbagai kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar. Hasil observasi ini membantu praktikan dalam merencana kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru pertama-tama menyapa para siswa dengan memberikan salam dan mengecek kehadiran siswa. Dalam mengecek kehadiran siswa, guru hanya bertanya kepada semua siswa siapa yang tidak masuk pada hari itu. Jika ada siswa yang tidak masuk guru akan bertanya lebih lanjut mengapa siswa tersebut tidak masuk sekolah. Sebelum memulai pelajaran guru mengajak siswa untuk mengingat pelajaran pada pertemuan sebelumnya dengan bertanya kepada siswa. Setelah itu guru mencoba mengaitkan materi yang akan dipelajari hari itu dengan kehidupan sehari-hari sehingga materi yang akan dibahas mudah diterima dan ditangkap dan dicerna oleh siswa. Untuk itu guru bertanya kepada siswa tentang kehidupan mereka sehari-hari yang tentunya memiliki kaitan dengan materi hari itu. Tujuan dari lain dari aktivitas ini adalah supaya siswa termotivasi untuk mengetahui lebih banyak tentang materi yang akan dipelajari. Setelah itu guru masuk pada materi pelajaran. Pada kegiatan ini, guru tampak sangat komunikatif, kreatif dan bersemangat. Hal ini terlihat dari cara guru mengajar, materi yang disajikan dan semangat guru. Guru selalu mengusahakan agar semua siswa terlibat dalam seluruh proses belajar mengajar baik dengan bertanya maupun dengan menjawab pertanyaan. Apa bila ada siswa yang bertanya, guru memberikan respon positif dan antusias. Guru pun sering kali memberi pujian kepada siswa yang mau terlibat aktif di kelas. Selain itu, guru pun sering kali mengingatkan siswa agar mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Artinya guru mengajak siswa untuk terlibat aktif. Misalnya, ketika ada siswa yang mengantuk, melamun, atau sibuk sendiri pada saat guru menjelaskan materi, guru langsung mengingatkan siswa tersebut dengan lembut dan ramah. Pada saat mengerjakan soal, apabila siswa mengalami kesulitan maka guru berusaha membimbing siswa hingga siswa mengerti dan bisa menjawab soal yang diberikan. Pada akhir pelajaran guru selalu menyimpulkan apa yang telah dipelajari pada hari itu. Supaya siswa lebih memahami materi maka guru memberikan siswa tugas sebagai pekerjaan rumah.

Dalam pembelajaran itu, guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Dengan metode ini guru tampak terbantu terutama dalam hal penyampaian dan pendalaman materi.

Kegiatan observasi yang dilakukan oleh praktikan berlangsung dua kali. Observasi ini dilakukan dengan guru yang berbeda. Obervasi pertama dilakukan pada hari Rabu 24 Juli 2013 di kelas VII, jam ke 7 dengan materi procedure text. Observasi kedua dilaksanakan pada hari Rabu 31 Juli 2013. Observasi ketiga di kelas VIII dengan materi descriptive text dilaksanakan pada hari Rabu 11 September 2013, bertujuan untuk memahami lebih untuk cara belajar menggajar.

A. 2. Observasi Kegiatan Siswa Selama Proses Belajar Mengajar

Selama proses belajar mengajar berlangsung, aktivitas siswa di dalam kelas VII , dan VIII sangat berbeda. Pada saat berada dikelas VII , siswa yang aktif dalam menjawab dan bertanya cukup banyak. Siswa yang aktif kelihatannya mengikuti proses belajar mengajar dengan sungguh. Hal ini tampak dari apabila diberi kesempatan untuk maju ke depan kelas, siswa aktif memberanikan diri untuk memanfaatkan kesempatan ini. Namun demikian, siswa yang kurang aktif pun masih banyak. Siswa yang kurang aktif lebih banyak diam, melamun, dan berbicara dengan temannya pada saat guru menjelaskan materi pelajaran. Siswa ini tampak kurang berminat belajar. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan mereka untuk selalu bercanda dengan temannya pada saat pelajaran berlangsung. Mereka kurang memperhatikan penjelasan guru di depan kelas. Oleh karena itu, guru selalu mengingatkan mereka untuk fokus pada pelajaran.

Pada saat observasi siswa di kelas VIII, pada awal pelajaran siswa tampak kurang aktif menjawab pertanyaan guru. Namun demikian guru berusaha membangkitkan semangat siswa dengan bertanya kepada siswa tertentu. Guru memancing siswa dengan bertanya mengenai isi dari renungan pagi itu. Cara ini tampaknya cukup membantu siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Pada saat pelajaran dimulai, siswa tampak antusias mengikuti pelajaran karena guru bercerita tentang pengalamannya sediri ketika berada disuatu tempat. Tentunya cerita ini ada kaitanya dengan pelajaran hari itu. Di kelas ini, siswa yang aktif sangat sedikit. Namun pada topic tertentu siswa dikelas ini tampak sangat aktif namu ada beberapa dari siswa yang selalu main menggangu temanya, tetapi ketika guru mendiam kan siswa tersebut dengan menanyakan soal/pertanyaan.

Berdasarkan hasil observasi ini, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VII VIII memiliki kemauan belajar yang cukup tinggi, walaupun mereka tidak memperhatikan pada guru. Ketika praktikan observasi di kelas IX sangat tenang dan mereka fokus peratikan kepada guru, ini karena sebelumnya kepala sekolah mengumumkan saat upacara atau, saat mengajar di kelas bahwa, kalian kelas IX ketika waktu belajar jangan main kalian fokus karena sudah dekat ujian. Jadi untuk kelas IX sangat aktif dalam belajar.

A. 3. Persiapan Mengajar

Sebelum praktek mengajar, praktikan melakukan persiapan. Ada beberapa persiapan yang dilakukan oleh praktikan seperti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menyusun materi pelajaran, menentukan metode pengajaran dan menyusun media pengajaran.

A. 3. 1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Kegiatan yang pertama dilakukan oleh praktikan dalam persiapan mengajar adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP). RPP ini disusun berdasarkan materi yang terdapat di dalam kurikulum terbaru (KTSP). Tujuan dari penyusunan ini adalah agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara sistematis sesuai rencana. Agar penyusunan RPP ini sesuai dengan kebutuhan siswa, praktikan konsultasi dengan dosen pembimbing dan guru pamong.

A. 3. 2. Menyusun Materi Pelejaran

Dalam penyusunan materi pelajaran, praktikan harus menyusun materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK-KD) yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan RI. Sebagian besar dari materi yang akan diajarkan diambil dari buku paket wajib bahasa Inggris di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta ini, yakni untuk kelas VII, VIII dan IX SMP; English in Focus (BSF). Disamping itu, praktikan juga mengambil beberapa sumber pelajaran dari internet dan buku sebagai pendukung penyusunan materi. Materi yang sudah ditemukan, praktikan konsultasikan dengan guru pamong atau dosen pembimbing.


A. 3. 3. Menentukan Metode Pengajaran

Metode pengajaran merupakan hal penting yang patut menjadi perhatian bagi praktikan dalam merencanakan sebuah pengajaran. Dalam pelaksanaan praktek mengajar, praktikan menggunakan berbagai metode seperti diskusi, ceramah, tanya jawab, Communicative Language Teaching, colaborative, dan demonstrasi. Metode ini tentunya bisa membantu praktikan dalam proses pengajaran sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan baik sebagaimana yang sudah direncanakan.

A. 1. Menyusun Media Pengajaran

Media yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah lembar kerja siswa, dan gambar. Lembar kerja siswa disusun sesuai dengan materi yang diajarkan. Lembar kerja ini pun harus tampak menarik dan siswa bisa dapat memahami sehingga siswa semangat untuk mengerjakan tugas mereka. Video digunakan pada saat mengajar listening dan tentunya sesuai dengan materi yang diajarkan pada hari itu. Lembar kerja juga praktikan menyisipkan gambar ini digunakan untuk menarik minat siswa dan memengeri mengenai pelajaran yang sedang diajarkan.

B. Praktik Mengajar

Dalam praktik mengajar, SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memberi kesempatan praktikan untuk praktek mengajar sebanyak delapan kali pertemuan dan satu kali pertemuan untuk penilaian dari dosen pembimbing. Praktikan mengajar di kelas VII 3 kali kelas VIII 3 kali dan kelas IX 2 kali. Alokasi waktu mengajar berbeda-beda, ada yang 1 x 40 menit, dan ada juga yang 2 x 40 menit satu kali pertemuan.

Dibawah ini adalah waktu pelaksanaan praktek mengajar dan materi pembelajaran selama melakukan PPL.

No

Hari

Tanggal

Jam ke-

Kelas

Materi

1

Sabtu

14 September 2013

5

8

Reading:Invitation Card/ party

2

Senin

16 September 2013

4-5

8

Reading:short functional text,(Invitation Cards and announcement)

3

Sabtu

28 Sebtember 2013

3-4

9

Reading: short functional texts (and Descriptive text)

4

Rabu

13 November 2013

1

7

Writing : Descriptive text about professions

5

Sabtu

26 Oktuber 2013

5

8

Speaking :Expressions for asking, giving,and disagreeing with opinions.

6

Sabtu

16 November 2013

1

7

Speaking : Expression to ask information and expressions to give information

7

Senin

4 November 2013

6-7

9

Listening : Listen to short functuational text,expressions of showing attention, and admiration

8

Sabtu

23 November 2013

1

7

Listening : Expressions for giving something

Tabel 3.13. Pelaksanaan Praktik Mengajar

Pembahasan dibawah ini merupakan proses kegiatan pembelajaran secara garis besar yang dilakukan oleh praktikan.

B. 1. Membuka Pelajaran

Membuka pelajaran adalah kegiatan awal yang harus dilakukan oleh praktikan sebelum memasuki materi pelajaran. Ada beberapa tindakan yang dilakukan oleh praktikan pada tahap ini yaitu mengucapkan salam, mengabsen siswa, mengingatkan materi sebelumnya dan memberitaukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menjelaskan gambaran umum mengenai materi yang akan diajarkan.

B. 2. Inti Pelajaran

Metode yang digunakan oleh praktikan dalam pembelajaran adalah metode diskusi, ceramah, tanya jawab yaitu, Communicative Language Teaching ( CLT), dan demonstrasi. Sebelum memulai pelajaran praktikan memberikan gambaran topic yang akan diajarkan, kemudian praktikan memancing siswa untuk fokus pada topic tersebut dengan tanya jawab sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan yang cukup dan mampu menyerap serta memahami pelajaran yang diajarkan. Untuk membantu siswa memahami pelajaran, praktikan selalu menyiapkan latihan agar siswa semakin memahami pelajaran. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam memahami materi pelajaran.

B. 3. Menutup Pelajaran

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh praktikan pada akhir pelajaran ini seperti merangkum pelajaran bersama dengan siswa, melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa dan pada akhirnya praktikan memberi pekerjaan rumah kepada siswa. Disamping itu praktikan juga memberikan penegasan pada hal-hal penting.

B. 4. Mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami siswa kelas tertentu

Pada saat observasi dan praktik mengajar, praktikan mengamati dan menemukan beberapa kesulitan belajar yang dialami oleh para siswa yaitu:

a. Siswa kurang merespon pertanyaan praktikan

b. Siswa tidak membawa kamus ke kelas

c. Siswa kurang memperhatikan penjelasan praktikan

d. Siswa tidak belajar dengan serius

e. Siswa kurang percaya diri dengan kemampuan bahasa inggrisnya.

f. Siswa kurang fokus pada pelajaran, dan sering bermain- main dengan teman sebangku

B. 5. Peta Kerawanan Kelas

a). Peta Kerawanan Kelas VII A



b). Peta Kerawanan Kelas VII B


c). Peta Kerawanan Kelas VIII




C. Kegiatan Ekstrakurikuler

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki beberapa kegiatan ekstrakulikuler seperti taekwondo, band, membatik, pramuka, vocal, dan melukis. Selama berada di sekolah ini, praktikan tidak bergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler dikarenakan praktikan memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan sehingga praktikan kesulitan membagi waktu.

D. Kegiatan Administrasi

D. 1. Kegiatan administrasi kepegawaian, kesiswaan dan sekolah

Selain kegiatan mengajar di kelas VII dan VIII, praktikan juga melaksanakan tugas administrasi. Tugas administrasi yang dilakukan oleh praktikan antara lain membantu guru kesiswaan dan juga menggantikan guru ketika guru tidak masuk. Praktikan tidak memiliki tugas administrasi lain selain membantu guru kesiswaan atau adajika ada acara membantu karjawan menyusun bangku dan lainya, karena yang lain guru atau pegawai administrasi tidak memberi kesempatan kepada praktikan untuk membantu menangani administrasi kepegawaian, kesiswaan, dan sekolah, praktikan juga merasa bahwa administrasi sekolah merupakan hal yang bersifat rahasia.

D. 2. Pendayagunaan Perpustakaan

SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki perpustakaan yang memiliki buku cukup lengkap. Pada tahun 2013, sekolah mendapat bantuan buku dari Dinas kota yang mana jumlah bukunya cukup banyak. Sebelum buku ini dibaca atau dipinjam oleh siswa atau pun guru, terlebih dahulu buku ini akan ditempeli aturan peminjaman dan daftar pengembalian buku, di beri cap sekolah, disampul, mengindeks buku-buku tersebut, dan seterusnya. Selama PPL di sekolah ini, praktikan terlibat membantu proses itu sehingga praktikan bisa terlibat di bidang perpustakaan.

E. Kegiatan Lain-lain

Ada beberapa kegiatan yang praktikan lakukan selama PPL di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta, seperti:

1. Membantu guru piket.

Kegiatan ini praktikan lakukan tanpa adanya jadwal tetap dari pihak sekolah dalam arti bahwa siapa saja guru yang meminta bantuan dari praktikan untuk membantu tugas piket maka praktikan terlibat disitu. Namun praktikan tidak melakukan tugas piket tersebut secara penuh. Biasanya guru meminta kepada praktikan sehari sebelum guru yang bersangkutan bertugas misalnya praktikan diminta untuk membawakan renungan pagi, mencatat buku piket, dan menutup kegiatan belajar dengan doa sebelum pulang. Meskipun demikian, praktikan secara aktif berada diruangan guru sehingga praktikan banyak belajar dari guru piket pada hari tersebut hal yang tidak pernah lakukan sebelumnya bisa belajar banyak hal tersebut.

2. Mengantikan tugas guru pelajaran yang tidak hadir.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang mengasikkan karena pada kesempatan ini praktikan bisa berdinamika dan bersosialisasi dengan para siswa. Kegiatan ini praktikan lakukan apabila ada permintaan dari guru piket pada hari yang bersangkutan. Praktikan selalu menerima permintaan tersebut. Praktikan masuk ke kelas tersebut kemudian menyampaikan materi atau tugas yang dititipkan oleh guru mata pelajaran. Hal ini praktikan lakukan sampai pelajaran itu selesai.

3. Mendampingi siswa mengerjakan tugas.

Kegiatan ini siswa lakukan pada saat siswa mengerjakan tugas mereka baik yang mereka lakukan diperpus maupun mendatangi praktikan bertanya tentang pelajaran yang sukar untuk mereka. Mereka terutama bertanya mengenai pelajaran bahasa inggris.

4. Menyusun Laporan

Penyusunan laporan ini dilakukan oleh praktikan dengan cara menyicil. Praktikan membuat laporan ini hampir setiap masuk sekolah. Artinya laporan ini sudah di kerjakan jauh-jauh hari sebelum laporan ini selesai sehingga praktikan tidak mengalami kesulitan apa bila ada data yang kurang dan sebagainya.


BAB IV

REFLEKSI

A. Manfaat PPL bagi praktikan

Praktikan merasa bahwa PPL di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta memberi banyak sekali pengalaman bermanfaat yang bisa menjadi bekal dan modal untuk praktikan manfaatkan apa bila praktikan menjadi guru kelak. Meskipun progam ini terbilang singkat namun program ini cukup membantu praktikan dalam mengenali dan mengerti apa yang sebenarnya dialami oleh para guru di sekolah. Adapun beberapa manfaat yang praktikan temukan selama PPL:

1. Praktikan memiliki kesempatan untuk praktek mengajar sehingga ilmu yang telah didapat dari bangku kuliah bisa diterapkan dalam praktek ini.

2. Praktikan bisa mengenali lingkungan sekolah secara menyeluruh seperti lingkungan fisik, tata administrasi sekolah, kegiatan kependidikan dan kegiatan ekstrakulikuler.

3. Praktikan bisa belajar bagaimana sekolah menyelenggarakan pembelajaran setiap harinya; mulai dari doa pagi bersama sampai doa penutup bersama.

4. Praktikan bisa belajar bagaimana sekolah atau dalam hal ini para guru memperhatikan perkembangan setiap siswa.

5. Praktikan dapat belajar bagaimana proses mengajar di sekolah mulai dari persiapan yang meliputi penyususan RPP, pembuatan materi pembelajaran, pembuatan soal-soal latihan, pembuatan alat peraga, dan konsultasi dengan dosen dan guru pamong.

6. Praktikan belajar bagaimana menghadapi siswa-siswa yang memiliki kemampuan, karakter, dan semangat berbeda.

7. Praktikan bisa latihan menjadi tenaga pendidik dan bersosialisasi dengan lingkungan sekolah, baik dengan guru, karyawan maupun dengan siswa.

8. Praktikan bisa mengenali kemampuan dan kelemahan sediri sebagai calon guru. Dengan mengenali kemampuan dan kelemahan sendiri, praktikan semakin ditantang untuk mengasah kemampuan yang sudah ada dan memperbaiki kekurangan yang ada sehingga praktikan bisa menjadi guru yang humanis, cerdas dan profesional.

B. Hambatan yang dihadapi

Selama melakukan PPL di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta, praktikan mengalami beberapa hambatan seperti:

1. Praktikan masih kesulitan mengajar apabila pelajaran itu hanya satu jam.

2. Praktikan masih kesulitan membuat soal latihan yang sesuai dengan level kemampuan siswa.

3. Praktikan kurang kreatif dalam membuat praga mengajar.

4. Praktikan masih kesulitan dalam hal membuat semua siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

5. Praktikan masih kesulitan menyusun RPP dengan

6. Praktikan masih kesulitan untuk menjelaskan mata pelajran yang mengajar.

7. Praktikan masih kesulitan manajemen waktu.

8. Praktikan kurang memahami sepenuhnya materi yang dingajar

9. Praktikan tidak menutup pelajaran dengan baik, karena waktu tidak cukup jika 1 jam pelajaran.

10. Praktikan masih kesulitan menyusun silabus

C. Kelebihan dan kekuatan yang dimiliki praktikan

Kelebihan dan kekuatan praktikan selama melakukan kegiatan dan praktek mengajar di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta yaitu:

1. Praktikan mampu menguasai materi pelajaran dengan baik walaupun ada tantangan yang hadapi praktikan.

2. Praktikan mampu membuat RPP yang sesuai dengan keinginan guru bidang studi dan standar pembuatan RPP walaupun banyak tantangan atau kesulitan .

3. Praktikan mampu memfokuskan perhatian siswa pada materi yang sedang dipelajari.

4. Suara praktikan sangat jelas sehingga semua siswa dikelas bisa mendapatkan informasi atau penjelasan yang praktikan sampaikan.

5. Praktikan mampu menyiapkan bahan pelajaran sesuai dengan waktu yang disediakan.

6. Praktikan mampu memancing siswa untuk tahu lebih jauh mengenai materi yang sudah dipelajari. Hal ini praktikan alami ketika ada siswa yang tanya mengenai materi yang baru dipelajari di luar kelas.

7. Praktikan mampu membuat pelajaran menjadi lebih menarik.

8. Praktikan mampu menghargai usaha siswa dalam menjawab pertanyaan maupun dalam bertanya.

9. Praktikan bisa dekat dengan semua siswa sehingga praktikan sering ditanya oleh siswa apabila ada sesuatu yang mereka tidak mengerti berkaitan dengan pelajaran bahasa Inggris.

10. Praktikan mampu mengontrol emosi saat mengajar di dalam kelas.

11. Praktikan terbuka dengan masukan yang diberikan oleh guru pamong atau pun guru yang lain.

12. Praktikan mampu membangun relasi yang sehat dengan kepala sekolah, guru, pegawai, penjaga sekolah dan siswa.

13. Praktikan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

14. Praktikan mampu membangun komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, guru pamong, karyawan, dan siswa.

D. Kelemahan diri sebagai calon guru

Kelemahan-kelemahan yang praktikan sadari selama melakukan kegiatan dan praktek mengajar di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta antara lain:

1. Praktikan masih kurang mempersiapkan diri sebelum mengajar.

2. Praktikan kurang sistematis dalam mengajar.

3. Praktikan kurang kosultasi RPP kepada guru pamong dan dosen pembimbing.

4. Praktikan kadang menunda membuat buku harian.

5. Praktikan kadang lambat menyiapkan sarana mengajar

6. Praktikan kadang kurang pro-aktif dalam menanyakan informasi sekolah.

7. Terkadang praktikan mengajar terlalu cepat.

8. Suara praktikan kadang siswa tidak dapat memahami

9. Praktikan sesekali membuat kesalahan dalam pengucapan kosakata dan penggunaan tensis.

10. Praktikan sesekali salah membuat kosa kata dalam kalimat bahan pembelajaran.

E. Usaha-usaha untuk mengatasi kelemahan diri

Usaha-usaha yang dilakukan oleh praktikan untuk mengatasi segala kelemahan yang ada pada diri praktikan adalah:

1. Praktikan akan lebih serius dalam mempersiapkan diri sebelum mengajar dengan banyak berlatih sendiri.

2. Praktikan akan belajar lebih banyak lagi sehingga praktikan bisa mengajar dengan sistematis.

3. Praktikan akan berusaha untuk lebih cekatan dalam mempersiapkan sarana mengajar sehingga waktu tidak terbuang begitu saja.

4. Praktikan akan memberanikan diri untuk bertanya dan bersosialisai dengan siapa saja sehingga praktikan tidak ketinggalan informasi.

5. Praktikan akan berlatih mengajar dengan tempo yang lebih lambat sehingga semua siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

6. Praktikan akan belajar lebih banyak lagi dalam pengucapan kosakata dan penggunaan tensis ketika mengajar. Hal ini harus praktikan sadari terus menerus karena penguasaan pengucapaan dan penggunaan tensis dan pronunciation / ungkapan merupakan hal penting dalam mengajar bahasa inggris.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah mengalami dan berdinamika bersama seluruh keluarga besar SMP BOPKRI 2 Yogyakarta, praktikan dapat menyimpulkan bahwa Program Pengalaman Lapangan di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta membentuk pribadi praktikan dan sekaligus memberi arti hidup bagi praktikan. Pembentukan pribadi ini praktikan alami selama berada bersama keluarga besar SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Disamping itu praktikan juga berusaha bersama seluruh keluarga besar SMP BOPKRI 2 Yogyakarta sehingga praktikan merasa bahwa PPL ini memberi arti hidup terutama dalam hal mengasihi, melayani, mencintai, berbagi, bekerjasama, terbuka, dan saling membantu.

Pengalaman suka dan duka praktikan mengalami di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta, tetapi dari suka dan duka itu tidak menyerah, praktikan selalu mencoba apa yang disampaikan dari kepala sekolah, guru pamong, maupun dari dosen pembimbing. Karena praktikan sadar bahwa praktikan adalah belajar, selama PPL di sekolah ini merupakan pengalaman berarti bagi praktikan karena hal ini yang bisa membantu praktikan untuk lebih berkembang dalam mengajar dan bersosialisai dengan banyak orang.

B. Saran-saran

Pada bagian ini, praktikan akan memberikan saran yang membangun dan berarti untuk meningkatkan suatu kualiatas pembelajaran khususnya di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Berikut ini adalah beberapa saran dari praktikan dan semoga dapat bermanfaat.

1. Untuk SMP BOPKRI 2 Yogyakarta

a. Sekolah memfasilitasi siswa English Corner. English corner bisa ditempatkan disetiap kelas. Salah satu sisi kelas dijadikan sebagai English corner.

b. Sekolah menyediakan tempat untuk belajar kelompok yang nyaman di luar ruangan sekolah agar siswa dapat belajar.

c. Sekolah menetapkan satu hari untuk ke perpustakaan. Kegiatan ini disebut CINTA PERPUSTAKAAN. Praktikan mengusulkan kegiatan ini agar siswa rajin ke perpustakaan. Dengan demikian siswa didorong untuk membaca buku.

d. Sekolah perlu memikirkan bagian olahraga yang berguna untuk membawah nama baik sekolah, seperti membentuk tim sepak bola atau yang lainnya.

e. Sekolah perlu memikirkan kegiatan yang bisa dijadikan sebagai kegiatan unggulan SMP BOPKRI 2 Yogyakarta. Kegiatan ini berfungsi sebagai sarana promosi sekolah dan pengembangan keterampilan siswa.

f. Untuk mahasiswa yang akan melaksanakan PPL diharapkan agar bisa membuat pengajaran yang menarik dan inovatif sehingga siswa termotivasi dalam belajar walaupun ada beberapa kelemahan dari praktikan.

2. Untuk Mahasiswa Praktikan

a. Hendaknya serius dalam mengembangkan tugasnya sebagai calon guru karena ketika PPL seorang mahasiswa membawa nama universitas dan pribadi.

b. Bersikap yang sopan dan ramah serta kritis sehingga bisa diterima di sekolah tempat PPL.

c. Bersikap dewasa terutama dalam menjalin hubugan dengan para guru, karyawan, siswa, dan praktikan lainnya.

d. Dapat lebih disiplin dalam segala hal seperti berangkat ke sekolah, mengajar dan sebagainya.

3. Untuk Pihak Universitas Sanata Dharma

Diharapkan supaya pihak Universitas dapat tetap memelihara dan meningkatkan hubungan yang sudah baik dengan pihak sekolah, sehingga tercipta kerjasama yang lebih baik lagi. Singkatnya, Universitas tetap memiliki sekolah partner sebagai tempat untuk penempatan mahasiswa PPL di masa berikutnya.

Demikianlah relfeksi dan saran yang bisa praktikan tuliskan pada laporan akhir ini. Praktikan berharap agar saran-saran itu sungguh-sungguh berguna bagi pihak sekolah maupun pihak Universitas Sanata Dharma. Praktikan juga menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak SMP BOPKRI 2 Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma karena praktikan boleh berproses bersama dalam Program Pengalaman Lapangan ini. Praktikan juga menyampaikan permohonan maaf kepada kepala sekolah, guru-guru dan karyawan,apabila selama PPL, praktikan pernah melakukan kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan praktek menggajar bersama guru dan siswa di SMP BOKRI 2 Yogyakarta.

Akhirnya praktikan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran praktikan selama PPL dan dalam menyelesaikan laporan PPL di SMP BOPKRI 2 Yogyakarta.

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.