Home KARYA ILMIAH KARYA ILMIAH MANFAAT BUAH MERAH BAGI KESEHATAN MANUSIA
MANFAAT BUAH MERAH BAGI KESEHATAN MANUSIA
KARYA ILMIAH

ILMIAH POPULER

MANFAAT BUAH MERAH BAGI KESEHATAN MANUSIA

(Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Akhir Matakuliah Teknik Ilmiah Populer)

Dosen pengampu: Drs. J. Prapta Diharja S.J., M.Hum

Disusun oleh:

Derius Anglipki Tepmul (101224061)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

Apa itu Buah Merah

Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua. Oleh masyarakat Wamena, buah ini disebut kuansu dan sebutan oleh masyakarat Pegunungan Bintang Kaep (suku Ngalum). Nama ilmiahnya Pandanus Conoideus Lam karena tanaman Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan, namun tinggi tanaman dapat mencapai 16 meter dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5-8 m yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.

Kultivar buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah marun terang, walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yang berbuah berwarna coklat dan coklat kekuningan.

Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu. Namun, banyak pula yang memanfaatkannya sebagai obat. Secara tradisional, Buah Merah dari zaman dahulu secara turun temurun sudah dikonsumsi karena berkhasiat banyak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti mencegah penyakit mata, cacingan, kulit, dan meningkatkan stamina.

Buah Merah (Pandanus Conoideus) merupakan tanaman endemik yang tumbuh di dataran tinggih Pulau Papua. Tanaman buah merah termasuk tanaman keluarga pandan dengan pohon yang menyerupai pandan. Namun tinggi tanaman buah merah dapat mencapai 4 m dengan tinggi batang sekitar 1-2 m yang diperkokoh dengan akar-akaran tunjang pada batang sebelah bawah. Bentuk buah dari buah merah adalah berbentuk lonjong dan buah tertutup daun pandan. Buah merah sendiri panjang buahnya mencapai 55cm diameter 10-15 cm dan berat mencapai 2-3 kg, warna buah saat matang berwarna merah maroon terang.

Penelitian tentang khasiat buah merah pertama kali dilakukan oleh Dosen Universitas Cendrawasih yaitu Drs. I Made Budi M.S, Sebagai ahli gizi dan dosen Universitas Cendrawasih sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa di kawasan pegunungan Jayawijaya yang sering mengkonsumsi buah merah sebagai obat cacing, penyakit kebutaan, juga penyakit kulit. Selain itu pengamatan atas masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina lebih tinggi, walaupun kehidupan sehari-hari mereka serba terbatas dan terbuka dalam berbusana di kondisi alam yang keras serta cuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan Jayawijaya. Keistimewaan fisik penduduk lain yakni jarang terkena penyakit degeneratif seperti : hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan kanker. (Hasil penelitian Drs. I Made Budi M.S).

Khasiat Manfaat Buah Merah

Jika dilihat dari kandungan tokoferol dan betakarotennya yang sangat banyak maka minyak sari buah merah sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia juga karena mengandung berbagai macam vitamin dan mineral. Oleh karena sangat banyaknya kandungan buah merah hingga bisa disebut sebagai multivitamin yang berkhasiat atau dapat dijadikan pendamping obat resep dokter.

Beberapa macam jenis penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan buah merah adalah: HIV/AIDS, kanker payudara, kista rahim, stroke, tumor, Hepatitis, jantung koroner, menormalkan peredaran darah, darah tinggi, Asam urat, Ambeien, Pegel linu, Ganguan mata, ganguan paru-paru, brookitis, asma/sesak nafas, osteoporosis, membantu system kerja otak, meningkatkan libido, stamina, maag/gangguan pencernaan akibat asam lambung. Buah merah juga sangat baik untuk kesehatan anak-anak, ibu hamil dan para kaum manula.

1. AIDS

Walaupun telah bertahun-tahun para ahli mencoba membuat obat yang dapat menyembuhkan AIDS tetap saja obatnya masih belum bisa ditemukan. Mungkin Anda sendiri merasa tidak percaya mengenai khasiat buah merah yang satu ini. Namun khasiat buah merah dalam menyembuhkan AIDS sudah terbukti. Salah satu seorang yang terbebas dari cengkeraman kematian akibat AIDS adalah Agustina Sawery.

Agustina Sawery pernah menurun berat tubuhnya dari 50 kg menjadi 27 kg. Ia pernah mengalami infeksi anus, gangguan fungsi hati, mulut bercendawan dan infeksi paru-paru. Nampaknya Agustina tinggal menunggu jam kematiannya. Maka dia datang kepada Drs I Made Budi MS.Saat itu Made sudah dikenal luas di Papua lantaran kerap mengobati penyakit seperti kanker dengan ekstrak buah merah. Kemudian Agustina diberikan ekstrak buah merah yang dia konsumsi tiga kali sehari. Sejak dia mengkonsumsi buah merah keadaannya mulai membaik. Berat badannya yang pernah turun sampai menjadi 27 kg mulai meningkat menjadi 46 kg. Kulitnya yang semua busik menjadi mulus kembali. Rambutnya yang sempat rontok mulai tumbuh lagi. Agustina menjadi jauh lebih bugar.

Dikabarkan bahwa kemampuan buah merah menyembuhkan AIDS adalah karena buah merah mengandung banyak tokoferol dan betakaroten yang sangat tinggi. Kedua kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. Tokoferol dan betakaroten ini akhirnya berkombinasi untuk memecah asam amino yang dibutuhkan oleh virus penyebab AIDS, HIV, sehingga virus tersebut tak dapat melangsungkan hidupnya.


2. Kanker dan Tumor

Khasiat lain dari buah merah adalah mengobati kanker dan tumor. Kanker dan tumor tak diragukan lagi adalah salah satu penyebab kematian terbesar. Disebabkan oleh apa kanker dan tumor itu? Penyakit ini disebabkan oleh ketidakteraturan hormon dalam tubuh yang menyebabkan tumbuhnya daging di jaringan tubuh normal. Buah merah Papua dapat mengobati kanker karena kandungan tokoferolnya yang sangat tinggi, yaitu mencapai 11.000 ppm dan betakarotennya mencapai 7.000 PPM. Kedua senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mencegah pembiakan sel-sel kanker di dalam tubuh.


3. Stroke dan Darah Tinggi
Stroke disebabkan oleh darah yang telah membeku dan penyempitan pembuluh darah. Salah satu penyebab penyakit ini adalah darah tinggi. Tekanan darah tinggi menyebabkan penggumpalan darah sehingga pembuluh darah menyempit, akibatnya supplai darah berkurang. Lebih dari itu, pembuluh darah bisa pecah. Penyakit ini, bila tidak menyebabkan kematian, dapat menyebabkan kelumpuhan anggota badan. Darah tinggi sendiri disebabkan oleh kerja jantung yang memompa darah terlalu cepat. Hal ini salah satunya disebabkan oleh karena darah kekurangan oksigen atau oksigen yang terlalu kental. Buah merah Papua mengandung tokoferol yang dapat mengencerkan darah dan memperlancar sirkulasi darah sehingga kandungan oksigen dalam darah menjadi normal.

4. Asam Urat
Asam urat disebabkan karena terganggunya fungsi lever sehingga lever memproduksi asam urat secara berlebihan. Asam urat akhirnya tertampung di dalam ginjal menjadi batu dan dibawa ke ujung-ujung jari tangan dan kaki serta mengumpul di sana.
Tokoferol dalam buah merah Papua dapat mengencerkan darah dan memperbaiki sistem kerja lever. Sistem kerja lever, setelah diperbaiki, memproduksi kadar asam urat yang normal.


5. Diabetes Mellitus (Kencing Manis)

Penyakit ini disebabkan karena kelenjar pankreas tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai/cukup. Akibatnya, kandungan gula dalam darah menjadi meningkat. Kandungan tokoferol dalam buah merah Papua dapat memperbaiki kerja pankreas sehingga fungsi pankreas menjadi normal kembali.

6. Osteoporosis
Disebabkan pengeroposan tulang, osteoporosis disebabkan oleh kekurangan kalsium pada tulang. Penyakit ini umumnya menyerang mereka yang sudah berusia senja atau kaum manula. Buah merah Papua adalah herbal yang kaya akan kalsium sehingga dapat mencegah dan mengobati osteoporosis. Dalam 100 gram buah merah segar terkandung 54.000 miligram kalsium.


7. Gangguan Mata
Kandungan betakaroten yang tinggi dalam buah merah Papua mampu mengatasi banyak jenis penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A. Betakaroten diserap oleh tubuh dan diolah menjadi vitamin A.

8. Meningkatkan Kecerdasan
Kandungan omega 3 dan omega 6 dalam buah merah dapat merangsang daya kerja otak dan meningkatkan kecerdasan. Oleh karena itu buah merah cocok untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan pelajar.

9. Meningkatkan Gairah dan Kesuburan

Buah merah, menurut mereka yang mengkonsumsinya, dapat membantu meningkatkan gairah seksual kaum pria. Efek pengobatan bervariasi, ada yang bereaksi setelah 15 menit meminumnya, ada juga yang setelah satu atau dua jam meminumnya.
Vitamin E dalam buah merah Papua dapat membantu meningkatkan produksi sperma. Selain itu, buah merah mengandung energi tinggi, yaitu 360 kalori. (
Yahya H. Machmud & Wahyu Wiryanta T. Bernard, 2005).

Kandungan Buah Merah

Sampai saat ini senyawa kimia yang terkandung di dalam sari Buah Merah masih tidak seragam, terutama tokoferol dan betakarotennya. Beberapa sampel sari Buah merah yang diteliti menunjukkan kadar kandungan tokoferol dan betakaroten yang berbeda-beda. Jumlah kandungan dua senyawa ini dipengaruhi oleh tempat tumbuh tanaman dan proses pembuatannya. Tokoferol dan betakaroten yang tinggi diperoleh dari buah yang berasal dari tanaman dataran tinggi dan melalui proses pemasakan yang benar.

Proses pemasakan dengan pemanasan tinggi dan waktu lama akan menurunkan dua kandungan tersebut. Kandungan senyawa kimia ini juga dipengaruhi oleh jenis buah merah tersebut. Di pedalaman Papua sendiri bisa ditemukan paling sedikit 14 jenis atau varietas tanaman Buah Merah.

Sampel sari Buah Merah yang berhasil diteliti oleh Fakultas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan kandungan senyawa kimia seperti yang tertera di Tabel berikut ini.

Kandungan Senyawa Kimia Buah Merah

No.

Bahan Kimia

Kandungan

1.

Tokoferol

511 ppm

2.

Alfatokoferol

351 ppm

3.

Betakaroten

59,7 ppm

4.

Protein

0,27%

5.

Kalsium

9,730 mg

6.

Besi

17,885mg

7.

Fosfor

0,774%

8.

Vitamin C

0,088 ug/g

9.

Asam Palmitoleat

1091 mg

10.

Asam oleat

66057 mg

11.

Asam linoleat

5532 mg

12.

Asam alfa linolenat

589 mg

Sementara itu, penelitian I Made Budi terhadap Buah Merah yang dimuat di buku Buah Merah (Penebar Swadaya, 2004) menunjukkan hasil seperti di tabel berikut ini.

No.

Bahan Kimia

Kandungan

1.

Tokoferol

511 ppm

2.

Alfatokoferol

351 ppm

3.

Betakaroten

59,7 ppm

4.

Protein

0,27%

5.

Kalsium

9,730 mg

6.

Besi

17,885mg

7.

Fosfor

0,774%

8.

Vitamin C

0,088 ug/g

9.

Asam Palmitoleat

1091 mg

10.

Asam oleat

66057 mg

11.

Asam linoleat

5532 mg

12.

Asam alfa linolenat

589 mg

No.

Bahan Kimia

Kandungan

1.

Energi

396 kal

2.

Protein

3.300 mg

3.

Lemak

28.100 mg

4.

Serat

20.900 mg

5.

Kalsium

54.000 mg

6.

Fosfor

30mg

7.

Besi

2,44 mg

8.

Vitamin B1

0,90 mg

9.

Vitamin C

25,70 mg

10

Niasin

1,8 mg

11.

Air

34,90 mg

 

 

 

 

Kandungan Nutrisi per 100 Gram Buah Merah

Tokoferol, alfatokoferol, dan betakaroten yang terkandung dalam Buah Merah dalam proses penyembuhan penyakit berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Ketiga senyawa inilah yang membantu proses penyembuhan penyakit kanker, tumor, dan HIV/AIDS. Senyawa antioksidan ini bekerja menekan dan membunuh sel-sel kanker yang berbahaya. Tokoferol yang ada di dalam Buah Merah tersebut adalah vitamin E alami yang bisa mengencerkan darah. Hal ini baik untuk penderita stroke. Salah satu pemicu stroke adalah tekanan darah tinggi dan penyumbatan atau penggumpalan darah di pembuluh darah. Jika tekanan darah meningkat dan terjadi penggumpalan atau penyumbatan di dalam pembuluh darah, pembuluh darah bisa pecah. Pecahnya pembuluh darah ini dinamakan stroke.

Tokoferol tersebut akan membantu mengencerkan darah, mencegah penggumpalan darah, dan memperbaiki sistem kerja jantung, atau menurunkan tekanan darah. Sementara itu, betakaroten di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Vitamin A inilah yang berfungsi membantu menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan mata. Senyawa asam lemak tak jenuh, seperti omega 9, omega 6, dan omega 3 berperan membantu sistem kerja otak. Selain itu, senyawa ini di dalam tubuh juga bisa bekerja sebagai antioksidan. Kalsium dan besi yang ada di dalam buah merah sangat tinggi dan bisa membantu mencegah dan mengobati osteoporosis. Sementara itu, senyawa lainnya, seperti vitamin C dan B hanya sedikit. (Bernard T. Wahyu Wiryanta , 2005).

KISAH KESEMBUHAN


Berikut adalah kesaksian dari mereka yang telah mencoba kehebatan minyak buah merah:

1. Agustina Sawery (AIDS). Karena dihimpit kemiskinan, Agustina Sawery terpaksa menjadi seorang pekerja seks komersial. Pekerjaan ini menyebabkan Agustina terkena penyakit AIDS. Hal ini diketahuinya setelah pada bulan Desember 2003, dirinya divonis menderita AIDS oleh dokter.
Perempuan yang baru berusia 23 tahun ini tubuhnya menjadi kurus kering, hanya tersisa tulang dibalut kulit. Berat tubuhnya turun dari sebelumnya 50 kilogram lebih menjadi hanya 27 kilogram. Dia juga mengalami infeksi anus, gangguan fungsi hati, mulut bercendawan dan infeksi paru-paru. Semua penyakit itu diakibatkan kekebalan tubuhnya dirontokkan oleh virus HIV penyebab AIDS.

Sejak itu Agustina dirawat selama tiga bulan di RSUD Jayapura. Karena fungsi hati rusak, ia tak dapat menelan obat dan makanan apapun, oleh karena itu ia bergantung hanya pada infus. Melalui Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, ia dipertemukan dengan Drs. I Made Budi MS. Sejak April 2004, Agustina mengkonsumsi ekstrak buah merah pemberian Made.


Perlahan-lahan kondisi Agustina membaik. Tiga bulan mengkonsumsi ekstrak buah merah, berat tubuhnya pulih menjadi 46 kilogram. Selain itu wajahnya menjadi lebih ceria dan sorot matanya semakin bersinar. Kulitnya yang semula busik kembali mulus. Rambutnya yang tadinya rontok tumbuh kembali. Singkat kata, Agustina menjadi lebih bugar. Padalah sebelumnya, menurut kesaksian Made, kondisinya sudah sangat parah dan tak ada lagi harapan.

2. Heni Winarti (Kanker Otak). Ibu Guru SD Tlekung yang lahir ada tahun 1961 dan tinggal kota Apel, Batu, Jawa Timur ini pada pertengahan 2004 merasakan sakit pada kepalanya, dan telinganya mulai mendengung sehingga aktivitasnya terganggu. Kondisi ini bisa terulang beberapa kali dalam sehari. Setelah Heni pergi ke dokter dan kepalanya di-scan, Heni dinyatakan menderita kanker otak dan harus dioperasi. Namun begitu Heni menolak untuk dioperasi. Pada akhir 2004, dia diberi minyak buah merah oleh rekan-rekannya. Setelah mengkonsumsi satu sendok makan setiap hari selama seminggu, kesehatannya mulai membaik. Sakit di kepalanya berkurang dan hanya sesekali menyerang, tidak seperti sebelumnya. Sejak sat itu, Heni memesan minyak buah merah langsung dari Wamena, sentra buah merah. Dosisnya dia tingkatkan menjadi dua kali sehari. Sejak itu sakit kepalanya mereda. Bahkan dia tidak perlu lagi ke dokter. Aktivitasnya dan kegiatan mengajarnya kembali normal.

3. Ny. Subari (Cerebral Apoplexy). Ny. Subari, pada bulan September 2002 terserang cerebral apoplexy sehingga tubuh sebelah kirinya tak bisa digerakkan, mati sama sekali. Ketika itu pandangannya kabur, pusing dan stress. Setelah meminum ekstrak buah merah dua sendok makan sehari selama tiga bulan, ia dapat melepas tongkatnya dan kembali beraktivitas.

4. Hari Tjahyono (Wasir). Hari merasakan panas dan sakit ketika duduk dan buang air besar. Saat berobat di rumah sakit di Wamena, ia diberikan obat yang dimasukkan melalui lubang dubur. Walaupun demikian, penyakitnya tak kunjung sembuh. Seorang rekannya kemudian memberikan satu botol minyak buah merah. Setelah meminum minyak buah merah sekali sehari, panas di duburnya mulai menghilang. Wasir yang dideritanya sembuh setelah seminggu mengkonsumsi buah merah.

5. Wardoyo (Hepatitis B) Pada awal 1997, Wardoyo diserang hepatitis B yang membuat kulitnya menjadi kuning dan wajahnya pucat pasi. Perut bagian atasnya membengkak dan ulu hatinya terasa sangat nyeri. Selain itu badannya sering lemas, kepalanya sering terasa pusing, dan mengalami sulit tidur. Pada waktu itu Wardoyo mengira hal ini disebabkan karena kelelahan bekerja. Setelah memeriksakan darahnya di RS Pertamina Cirebon, diketahui nilai SGPT dan SGOT-nya meningkat melampaui ambang normal, pertanda hatinya mengalami kerusakan. Dokter yang memeriksanya mengambil kesimpulan bahwa Wardoyo terkena hepatitis B.

Berobat ke sana-sini dan dirawat inap di RS Pertamina tak membuat keadaannya menjadi lebih baik. Malah kondisi badannya terus menurun. Kemudian, setahun lalu, ketika diadakan pameran, anjungan Papua memamerkan sari buah merah yang dipromosikan dapat menyembuhkan banyak penyakit, salah satunya hepatitis B. Maka dibelinya dua botol sari buah merah. Cairan itu diminumnya dua kali sehari. Pada waktu itu, kadar SGPT dan SGOT-nya menurun mencapai kadar normal. Setalah meminum tuntas dua botol sari buah merah, dia mengalami kesembuhan total.

6. Doni (Asam Urat)
Awal tahun 2005 Doni asal Purbalingga Jawa Tengah, mengenal minyak buah merah. Sebelumnya dia menderita asam urat. Setiap malam dia tidak bisa tidur nyenyak, linu - linu di kakinya yang kadang sampai membengkak membuatnya sulit untuk beristirahat. Ditambah setiap malam sering kali dia berkeringat. Ditawarkan oleh seorang teman dia mencoba mengkonsumsi minyak buah merah 2 kali sehari. Baru 3 hari pemakaian linu linu di kakinya sudah berkurang. setelah 2 minggu mengkonsumsi yang bersangkutan memeriksakan ke dokter. Dan hasilnya dia sembuh total. Meski demikian dia tetap melanjutkan konsumsi buah merah bersama istrinya yang juga sembuh dari penyakit maag dan pegal linu di sekitar pinggang Dan berbagai kesaksian lainnya seperti TBC, kanker paru paru, maag dan ambein menahun, darah tinggi, lupus.

Ada banyak lagi kisah-kisah mengenai betapa mujarabnya buah merah menyembuhkan penyakit. Banyak orang yang terbebas dari penyakit-penyakit seperti kanker kandungan, kanker paru, kanker payudara, stroke, maag, kencing batu, leukimia, wasir / ambeien, stroke, paru paru, gangguan mata, dan sebagainya. (Bernard T. Wahyu Wiryanta , 2005)

Selain khasiat-khasiat yang telah disebutkan di atas, buah merah juga sangat baik untuk meningkatkan metabolisme dan kekebalan tubuh bagi yang sehat. Buah merah mengandung banyak vitamin dan gizi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

T. Wahyu Wiryanta Bernard , 2005. Keajaiban Buah Merah Kesaksian Dari Mereka yang Tersembuhkan, Akromedia Pustaka, Jakarta.

Budi I. Made . M.S., dkk, 2005. Tanya Jawab Seputar Buah Merah, Penebar swadaya, Jakarta

Yahya H. Machmud & Wahyu Wiryanta T. Bernard, 2005. Khasiat & Manfaat Buah Merah: Si Emas Merah dari Papua. Akromedia Pustaka, Jakarta.

http://serbamuslim.blogspot.com/2011/03/extrak-buah-merah-plus-habbatusauda.html

Sumber Gambar

http://buahmerah.baliwae.com

http://ew-futures.blogspot.com/2013/11/khasiat-manfaat-buah-merah-papua.html

http://www.buah-merah.info/khasiat.htm

http://www.buah-merah.info/index-indonesia.htm

Share
 


Copyright by KOMAPO.