Home KARYA ILMIAH KARYA ILMIAH METAMORFOSIS PADA KUPU-KUPU YANG HIDUP DI DALAM BATANG BAMBU ENDEMIK DI APLIM-APOM
METAMORFOSIS PADA KUPU-KUPU YANG HIDUP DI DALAM BATANG BAMBU ENDEMIK DI APLIM-APOM
KARYA ILMIAH

Penulis: Gutinus Wasini

Aplim-Apom merupakan bagian dari pulau Papua yang terpopuler dengan keanekeragaman sumber daya alam (SDA). Ada berbagai sumber daya alam yang tersimpan di bawah kaki gunung puncak Mandala dan puncak Jamin. Keanekaragaman sumberdaya alam menempati pada ekosistem yang berbeda pula. Salah satuhnya adalah ekosistem hutan hujan tropis yang ditumbuhi berbagai macam pepohonan dan tumbuhan epifit, misalnya anggrek, lumut, dan tumbuhan liana. Pada umumny hewan yang terdapat di ekosistem ini seperti kanguru, mamalia, berbagai jenis burung dan juga ornithoptera serta hewan dua alam (katak). Dari berbagai jenis flora dan fauna tersebut masih banyak yang belum diidentifikasi yang tersimpan di ekosistem hutan hujan tropis Aplim-Apom. Salah satunya adalah tumbuhan "Wipnong”, yang menghasilkan “walak.”

Dari bahasa lokal “wipnong” mempunyai arti tersendiri yang artinya sebutan untuk nama tumbuhan sedangkan “ walak” yang artinya ulat yang terdapat di dalamnya yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang sangat menarik warnanya. Siklus hidup pada ”walak” pada umumnya terdapat di dalam tumbuhan wipnong yang berjenis tumbuhan bambu endemik. Pada awalnya walak adalah ulat yang berkulit halus dan tidak bersegmen yang biasanya hidup di dalam akar tumbuhan wipnong, yang mana akar tumbuhan wipnong dibawah tanah dan menjalar ke segalah arah dan cirinya seperti ketela pohon. Akarnya menjalar di bawah tanah lalu ujung akar tersimpan “walak” atau “ulat” yang pada akhirnya akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Tempat tersimpannya walak bentuknya lonjong seperti buah pisang, lalu walak biasanya hidup di dalam lonjongan tersebut, dan tubuh pada walak dengan sendirinya akan bertambah besar.

Tumbuhan "walak" yang bermetamorfosis kupu-kupu, secara klasifikasi kingdom plantae dan termasuk genus bambu tetapi belum di identifikasi secara mendalam oleh para ilmuhan. Sehingga akan ada riset untuk mengidentifikasi background sekaligus siklus hidup pada walak yang metamorfosis, dihasilkan dari dalam akar tumbuhan wipnong menjadi kupu-kupu.

Asumsi “Walak berasal dari semprutan telur kupu-kupu, tetapi apa sebenarnya yang terjadi? Belum diidentifikasi secara mendalam. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk mengidentifikasi background sekaligus siklus hidup walak yang mengalami metamorfosis berawal dari dalam akar tumbuhan “Wipnong”, hingga menjadi kupu-kupu dewasa.

Apakah Walak berasal dari kupu-kupu yang sudah ada? Ini menjadi kasus utama dalam rencana penelitian nanti. Anehnya dunia tumbuhan bisa menghasilkan hewan atau ada proses pencampuran antara kupu-kupu dewasa dengan backgroundnya melalui telur atau fisiologinya. Pada kasus ini belum mengetahui dengan jelas maka akan diteliti proses metamorfosis kupu-kupu unik yang berasal dari akar tumbuhan”wipnong”, menjadi kupu-kupu. Jenis kupu-kupu ini sering kita menjumpai dimana-mana dan lebih banyak lagi di hutan hujan tropis. Namun belum mengetahui proses siklus hidupnya. Awalnya dari tumbuhan ada campuran dari kupu-kupu dewasa? masih fikti-fikti.

Bagaimanakah metamorfosis “Walak?” Proses metamorfosis walak, sama juga dengan jenis kupu-kupu lain. Namun kupu-kupu yang berasal dari tumbuhan”Wipnong”, belum jelas dimana meletakan atau menyemprot telurnya. Tetapi sementara yang sudah pernah ditemui adalah larva, pupa, hingga dewasa. Proses metamorfosis “Walak”, dimulai dari akar tumbuhan”Wipnong”, yang masih mudah, dan dengan cara perkembangan yang mirip dengan singkong/ ketela pohon. Singkong mempunyai isi yang original dari tumbuhanya, demikian pula “walak”, dihasilkan dari tumbuhan wipnong yang bukan original –mempunyai isi dunia animalia yaitu kupu-kupu.

KEGUNAAN DARI WIBNONG/WALAK

Hasil penelitian ini memperjelas pengetahuan masyarakat Papua karena kupu-kupu khas dan unik ini memiliki nilai dan manfaat dalam kehidupan manusia sebagai berikut:

a. Nilai estetika, karena memiliki warna yang indah untuk membuat orang terhibur

b. Nilai pendidikan, karena kupu-kupu ini menjadi sumber ilmu yang berasal dari hewan (kupu-kupu khas dan unik yang berada di kawasan puncak Aplim-apom) begitu pula backgroundnya sebagai sumber ilmu yang berasal dari tumbuhan”Wipnong”, yang endemic di kawasan Aplim-Apom.

c. Tumbuhan “wipnong”, dimanfaatkan sebagai kebutuhan rekreasi karena memiliki daun yang berbentuk jarum, halus,dan indah

d. Masyarakat local dapat mengkonsumsi “Walak”, sebagai makanan sampingan yang mengandung protein.

Gutinus Wasini Adalah Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Sekertaris Jenderal Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom Se-Jawa Bali, Sulawesi dan Kalimantan Kabupaten Pegunungan Bintang

Share
 


Copyright by KOMAPO.