Home BUDAYA BUDAYA BENARKAH AP IWOL ITU JEMBATAN ATAU JALAN MENUJU TUHAN?
BENARKAH AP IWOL ITU JEMBATAN ATAU JALAN MENUJU TUHAN?
BUDAYA
Friday, 08 May 2015 15:07

Oleh: Bryan Sevianus Urwan

Konsisten di dalam Tuhan  merupakan hal   yang  tidak mudah   jika kita bertindak  dan berpikir  dengan disiplin  kita sendiri. Segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia  di dunia ini akan berujung kepada kebinasaan. Itulah sebabnya, Tuhan memperingatkan kita agar tidak         terlalu menghabiskan waktu dan energi untuk membicarakan hal-hal yang bersifat berhala.  Mengapa demikian ?  Sebab berhala merupakan suatu tindakan manusia yang kontroversial terhadap Tuhan, tindakan yang bias merusak potensi iman dan pengharapan kepada Tuhan.  Berhala yang dimaksud adalah kita menganggap suatu hal atau barang  lebih utama, lebih penting daripada Tuhan; contoh  pacar lebih penting daripada Tuhan.

Saat ini kebanyakan orang tidak memahami dan menyadari banyak kehancuran dimana-mana akibat bertindak dan berpikir dengan cara pikir, intelektualitas manusia itu sendiri. Bukan lagi melihat kehendak Tuhan . Akibat atau konsekuensi daripada terlalu mengandalkan dengan kapasitas intelektual manusia itu sendiri adalah kompromi dengan dosa dan menghukum diri sendiri, egois, suka menceritakan kelemahan orang lain, jadi tukang malas dan apatis. Kita tidak bisa membantah perkataan Tuhan sendiri bahwa pikiran dan intelektualitas manusia tidak pernah melampaui kehendak dan kemuliaan Tuhan. Kita tiap hari ke gereja dan mengaku kita percaya Tuhan, kita katakan Tuhan adalah Bapa, tetapi hidup kita tidak pernah berubah. Seorang anak pasti mengikuti dan melakukan apa yang disuruh dan diingini bapanya, begitu pula seharusnya kita mesti patuh dan taat kepada Bapa kita yakni Tuhan yang bisa berbuat apa-apa, namun terkadang kita bertindak dan berpikir menurut pikiran kita sendiri dan mengikuti tuan yang tidak buat apa-apa.

Salah satu dosa yang paling mengerikan bagi kita adalah kita menganggap dan menjadikan sesuatu hal lebih penting, menjadi pusat hidup kita. Sebab siapa pun yang mau ikut Tuhan mau tidak mau harus rela untuk melepaskan miliknya yang sangat berharga. Hal ini terbukti dengan perkataan Tuhan Yesus sendiri bahwa “ Baranga siapa mengasihi bapak atau ibunya, saudara laki-laki atau perempuan lebih daripa-Ku tidak layak bagiku–Matius 10: 37.

Manusia menilai dan menyelidiki hal-hal yang dangkal sedangkan Tuhan melihat hati manusia yang paling dalam, Penulis telah membaca berita yang dipublikasikan di web komapo edisi 16 Februari 2015 dalam pernyataan itu mengatakan bahwa “ Ap Iwol sebagai jalan menuju Atangki ( Tuhan ). Pernyataan ini sangat bertentangan dengan fakta dalam Firman Allah karena “ jalan atau jembatan satu-satunya menuju kepada Tuhan sang pencipta adalah melalui Yesus Kristus itu sendiri-Yohanes pasal 14 ayat 6” Kata Yesus kepadanya” Akulah jalan, kebenaran dan hidup . Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa( Tuhan ) kalau tidak melalui Aku ( Yesus ). Sudah jelas-jelas Tuhan Yesus sendiri tegaskan , namun manusia degil masih tidak percaya seperti orang Israel masih degil dan tidak percaya meskipun sudah jelas-jelas Tuhan membela laut Teberau, menurunkan manna dan burung puyuh, bahkan Tuhan sangat jelas kelihatan di depan mereka dalam bentuk tiang api siang dan malam.

Siapa yang mampu dan berani menjalankan ke 10 Firman Allah yang disebut hukum taurat ? Tidak ada manusia di seluruh dunia ini yang bisa menggenapi hukum taurat itu. Itulah sebabnya Tuhan Yesus katakan “ Aku ( Yesus) datang untuk menggenapi hukum taurat itu, bukan menyingkirkannya “. ( Baca di Matius 5: 17) biar tidak tipu sana-sini. Kuncinya adalah sekarang bertobat dan menerima Kristus dalam hidup kita agar Yesus itu yang memimpin hidup kita, kalau tidak hidup kita makin terseok-seok. Apalagi angka HIV /AIDS di Papua tinggi. Apa yang salah dengan semua ini ? Padahal dunia mengakui bahwa Papua adalah mayoritas orang Kristen. Seharusnya dimana ada orang Kristen ada disitu pasti ada mujzat, ada pemuliahan, ada damai sejahtera dan teguran-teguran. Sungguh tragis kalau kita terlalu mengandalkan budaya dan adat kita sendiri maka suatu hari pasti kita terpleset karena kita membangun fondasi yang tidak kuat dan kokoh.

Mengomentari pernyataan mengenai Ap Iwol sebagai jalan menuju Atangki ( Tuhan ) merupakan pernyataan yang keliru dan tentu kita pasti memahaminya. Penulis sangat antusias menanggapi pernyataan ini karena hal ini memotivasi saya untuk melihat fakta kebenaran yang terjadi di tanah Lim–Apom. Dengan iman, penulis tidak sependapat dengan pernyataan tersebut karena Keyakinan bahwa hanya melalui Yesus Kristus sajalah kita menuju kepada Atangki ( Tuhan), meskipun kita menjadi jenius, pintar dalam segala hal. Penulis tidak mengatakan pelestarian akan Ap Iwol adalah suatu hal yang tabu atau tak bermanfaat, namun saat ini kebanyakan dari kita yang sudah melewati proses inisiasi masih saja hidup dibawah pengaruh alkohol alias mabuk minuman keras, main perempuan sembarangan, terjerumus dalam perselingkuhan, ciptakan politik balas dendam dan, haus akan jabatan, dan masih banyak kasus yang saya yakin bahwa itu masih saja terjadi.

Pertanyaannya adalah apakah buah atau kualitas dari AP iwol itu seperti itu ? penulis yakin bahwa hal–hal itu masih berkembang dalam diri kita, seharusnya kita sadar dan segera bertobat, kalau tidak kita sendiri akan menghancurkan segala potensi yang Tuhan percayakan untuk dipelihara di negeri Lim Apom. Kita akan menjadi orang yang suka mengeluh dan menyalahkan orang lain bahkan mengkambinghitamkan satu sama lain, padahal kita tidak menyadari kesalahan dan kehancuran akibat ulah kita sendiri.

Beberapa tahun terakhir gereja dan Ap Iwol dijadikan bahkan dimanfaatkan sebagai organisasi atau media untuk mengurus kepentingan adu –domba politik, transaksi bisnis, urus mas kawin, dan mencari suara partai politik. Bukankah lembaga-lembaga seperti itu adalah tempat dimana mengajarkan dan menegur manusia Lim Apom untuk tidak hidup sembarangan, tempat memuridkan manusia untuk menjadi manusia unggul?

Penulis percaya, Tuhan Yesus tidak pernah suruh, ayo bangun gereja mewah–mewah , justru secara otomatis dia bangun jemaat. “ Di atas batu ini Aku ( Tuhan ) akan membangun jemaat dan alam maut tidak akan menguasainya-Baca Matius 16:18. Jadi Gereja bicara aturan jadi perlu sadar bahwa justru gereja dan orang-orang yang ada dalam gereja membuat orang tidak bisa mengenal Tuhan. AP Iwol juga bisa membuat orang menjadi butah akan pengenalan akan Tuhan dan hatinya semakin jauh dari Kehendak Tuhan. Ini yang perlu mewaspadai jika Ap Iwol tidak mampu memproduksikan manusia yang suka kompromi dan toleranis dengan dosa dan kedegilan.

Keta perlu belajar dari Amsal, salah seorang yang paling bijak pada zaman dahaulu mengatakan “ ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Penulis sangat percaya bahwa orang yang berpikir dan melakukan tindakan berdasarkan cara pikir Tuhan adalah orang yang luar biasa. Orang itu sama halnya mencari hidup yang sejati. Ingat bahwa Bapa segala orang beriman–Abraham dibenarkan karena iman bukan menjadi orang benar. Saya percaya siapaun yang mau mendengar Tuhan bicara, hidupnya pasti berubah. Tuhan Yesus terlalu baik dan sangat menincanti kita. Amin

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.