Home BUDAYA BUDAYA
BAHASA SUKU KETENGBAN-PAPUA DIAMBANG KEPUNAHAN
BUDAYA
Monday, 18 May 2015 02:07

Oleh Andir Meku

Papua tidak hanya terkenal karena sumber daya alam yang sangat melimpah, tetapi karena kekayaan kebudayaannya, salah satunya adalah bahasa. Berdasarkan kajian, saat ini kurang lebih ada 280 bahasa lokal, termasuk bahasa Ketengban di Kabupaten Pegunungan Bintang–Provinsi Papua. Bahasa Ketengban memiliki ciri khas dan sebagai identitas bahasa suku ketengban. Bahasa ini sering digunakan juga sebagai media komunikasi antar suku di Pegunungan Bintang sejak turun temurun untuk mempererat solidaritas, transaksi, perdagangan dan kepentingan–kepentingan lain. Namun, perkembangan zaman yang semakin modern ini membuat bahasa Ketengban terancam punah. Jika dibandingkan dengan Bahasa Inggris, Bahasa Ketengban memiliki tenses atau perubahan bentuk waktu lebih dari 16 bentuk waktu (sixteen fundamental tenses). Tentu Bahasa ini memiliki tingkat kesulitan yang kompleks, namun mudah dipelajari dengan berbagai aksen-aksen tertentu, dan sebelum sekolah–sekolah modern dibangun, bahasa Ketengban dijadikan bahasa utama untuk mengakses pendidikan dan bidang-bidang lainnya.

Read more...
 
BENARKAH AP IWOL ITU JEMBATAN ATAU JALAN MENUJU TUHAN?
BUDAYA
Friday, 08 May 2015 15:07

Oleh: Bryan Sevianus Urwan

Konsisten di dalam Tuhan  merupakan hal   yang  tidak mudah   jika kita bertindak  dan berpikir  dengan disiplin  kita sendiri. Segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia  di dunia ini akan berujung kepada kebinasaan. Itulah sebabnya, Tuhan memperingatkan kita agar tidak         terlalu menghabiskan waktu dan energi untuk membicarakan hal-hal yang bersifat berhala.  Mengapa demikian ?  Sebab berhala merupakan suatu tindakan manusia yang kontroversial terhadap Tuhan, tindakan yang bias merusak potensi iman dan pengharapan kepada Tuhan.  Berhala yang dimaksud adalah kita menganggap suatu hal atau barang  lebih utama, lebih penting daripada Tuhan; contoh  pacar lebih penting daripada Tuhan.

Read more...
 
THE NEGATION OF CULTURAL HERITAGE FOR PAPUA
BUDAYA
Wednesday, 04 February 2015 09:30

“Is not a form destruction of the existence of Papua indigenous tribes that had existed since the formation of the Papua Island? Is not it also a confession of ignorance ruler for the identity of the Papuans tribe communities that have existed since a long time ago?

Our views is very clear that there is a systematic setting to state of the existence of Papuans through the bureaucracy of governments, private institutions, Religion, and the indigenous people by development .

In recent years, these settings have already taken the position of indigenous institutions sporadically and break that setting of Papuan people’s life. The indigenous Community became a fertile land for the government official to scoop up all the wealth. Inherent wealth become as the target of the transfer of human identity along with the accompanying identity.

Read more...
 
DAMPAK PERGAULAN BEBAS BAGI REMAJA DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG
BUDAYA
Sunday, 16 February 2014 16:02

Penulis: Salmon Kasipmabin

Remaja adalah masa peralian dari kanak-kanak menjadi dewasa. Kebanyakan para ahli bersependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai 18 tahun. Seorang remaja sudah tidak lagi di katakan kanak-kanak tetapi masih belum cukup matang untuk di katakana dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya inipun sering di lakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan ini sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi kehidupan lingkungan dan keluarga/orang tuanya seperti terkutip dalam (http://rienodjokam.blogspot.com/).

Jaman dauluh masyarakat Pegunungan Bintang atau remaja pegunungan Bintang jarang sekali mengenal istilah pergaulan bebas remaja. Walaupun tetap saja akan terjadi tahap perahlian mereka (remaja jaman dauluh) tetap di lindungi oleh nilai-nilai budaya setempat sehingga masyarakat atau lingkungan dan orng tuanya tidak pernah merasa kuatir serta perasaan buruk sangka untuk anak-anaknya. Sangat berbeda dengan remaja sekarang, dengan seiringnya perkembangan jaman perahlian budayapun terjadi di kalangan masayarakat dan kehidupan social di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dalam perahlian budaya dari luar akan terjadi kekuatiran dan prasangka buruk yang bertubi-tubi bagi orang tua remaja dan lingkungan masyarakat setempat , Karena dampak dari pergaulan bebas remaja yang di mediasi oleh budaya luar akan berdampak buruk terhadap remaja mereka dan lingkunganya. Samapai saat ini persoalan social yang sangat serius di Pegunungan Bintang dan beberapa daerah di Papua dan Indonesia adalah pergaulan bebas remaja. Damapak yang paling serius dari Pergaulan bebas tersebut adalah Minuman keras, Narkotika,Seks bebas dan lain-lain yang mengakibatkan penyakit seperti penyakit HIV dan AIDS.

Read more...
 
DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP OTORITAS KEBUDAYAAN MASYARAKAT APLIM-APOM
BUDAYA
Wednesday, 22 January 2014 00:16

Oleh: Maksimus Asiki

Dewasa ini masyarakat Aplim-Apom secara umum berubah sedemikian rupa, yang selayaknya disadari dan ditanggapi oleh para intelek dan cendekia Aplim-Apom. Perubahan yang disebabkan oleh berbagai kekuatan baik dari dalam maupun dari luar, telah menyebabkan apa yang dikatakan masyarakat dan kebudayaan Aplim-Apom sudah berbeda. Hal ini tampak jelas dalam ciri-ciri kebudayaannya. Seperti kultur agraris,penggunaan tenaga kerja, peran kepemimpinan lokal, integrasi pasar dan lain-lain.

Read more...
 
« StartPrev123NextEnd »

Page 1 of 3


Copyright by KOMAPO.