Home BERITA NASIONAL NASIONAL WAW! KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA TERNYATA TERTINGGI DI PAPUA
WAW! KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI INDONESIA TERNYATA TERTINGGI DI PAPUA

Yogyakarta-Komnews, Papua dikenal dengan nama Bumi Cenderawasih atau Surga Ke Kecil Yang Jatuh Ke Bumi. Juluhkan ini benar adanya, pasalnya daerah ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan tidak dimiliki oleh belahan dunia manapun, sumber daya alam yang terkenal yakni ada gaharu, emas, uranium, gas, minyak bumi, beragam jenis biota laut, panorama pegunungan yang sangat indah, dsb, namun kehidupan manusia Papua tidak sebanding dengan kekayaan sumber daya alam tersebut. Banyak korban berjatuhan dimana-mana akibat keegoisan, apatisme, konsumerisme , irihati dan kecerobohan.

Beberapa tahun terakhir , fakta membuktikan bahwa HIV/AIDS tertinggi di Indonesia disabet oleh Papua, artinya Papua menjadi peringkat satu HIV/AIDS di republik ini. Selain itu, kini kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia justru tertinggi di Papua.

Menteri pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Yembise menyatakan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia tertinggi di Papua. Tingginya konsumsi minuman Keras ( miras) di Papua ditengarai sebagai akar maraknya kasus kekerasan tersebut .

“ Saya prihatin kasus kekerasan perempuan di Papua tinggi sekali. Pemda, gereja, dan mesjid bersama-sama menangani masalah ini “ ujarnya kepada metro Tv usai mengunjungi Mesjid Al-Falah dan gereja GKI Imanuel di Nabire Selasa lalu.

Data komnas HAM perempuan tahun 2013 menunjukan rata-rata kasus kekerasan pada perempuan di Papua mencapai 1.360 kasus untuk tiap 10 ribu perempuan. Kebanyakan kekerasan terjadi dalam bentuk kekrasan dalam rumah tangga ( KDRT).

Yohanna mengungkapkan mayoritas kasus kekerasan pada perempuan didominasi oleh KDRT dengan persentase 56%, kekerasan seksual 24%, perdaganagan perempuan 18% dan kasus lainnya 2%.

Hasil pertemuan sejumlah pejabat di Jayapura dan Nabire terungkap konsumsi miras menjadi penyebab utama kasus kekerasan di bumi Cenderawasih ini. Untuk menekan tingkat kekerasaan akibat miras, Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano melakukan sebuah langkah ekstrem . Juka ada orang mabuk di jalan , polisi menangkap dan merendamnya di kolam yang ada buayanya agar mereka kapok. Selain itu dirinya juga membuka tempat khusus untuk lapor kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kantor Perempuan Kota Jayapura yang telah bekerja sama dengan kepolisian .” Tidak dipungut biaya alias gratis untuk melapor” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire , Mesak Magai mengungkapkan kekerasan terjadi usai mabuk-mabukan. Laki-laki pulang ke runmah sambil marah-marah. Jika istri melakukan kesalahan sedikit, spontan suami yang mabuk memukul atau menendang istri. Perilaku seperti ini, lanjut dia menyebabkan trauma pada anak-anak . Pasalnya praktik kekerasan itu dilakukan di depan mata mereka.

Hampir semua pejabat yang ditemui menuding miras sebagai faktor utama tingginya kasus kekerasan di Papua , Yohanna meminta pemerintah terkait melakukan riset terlebih dahulu,

Banyak yang bilang kekerasan pada perempuan di Papua tinggi karena miras, adat dan budaya , tapi saya belum bisa bilang itu secara resmi , harus diteliti dulu”, kata dia.

Dirinya berjanji akan memerintahkan jajarannya untuk turun ke desa-desa , gereja, dan mesjid untuk melakukan sosialisasi dan kampanye antikekerasan pada perempuan. Dia juga memeringatkan praktik kekerasan pada istri kini digolongkan dalam ranah pidana. Hal ini sesuai amanah UU No. 23 /2004 tentang pencegahan KDRT.

Sudah saatnya para kaum Adam intropeksi diri dan sadar sebagai pria Papua sejati yang tahu adat dan memiliki moral dan kemanusiaan. Jika belum ada kesadaran dan motivasi diri atas miras atau masih ditemukan orang mabuk setiap pagi dipinggir jalan, penghargaan dan cinta kasih terhadap perempuan Papua di negerinya sendiri dihancurkan, dirampas, dan diabaikan. (MetroTv/Komnews/Bryan sevian)

Share
 


Copyright by KOMAPO.