Home BERITA LOKAL BERITA LOKAL APYIMTEAN G.O BIDANA: SAYA TETAP BERJUANG SAMPAI PERGURUAN TINGGI KATOLIK PAPUA HARUS BERDIRI
APYIMTEAN G.O BIDANA: SAYA TETAP BERJUANG SAMPAI PERGURUAN TINGGI KATOLIK PAPUA HARUS BERDIRI

Yogyakarta-Komnews, Pendiri Komapo, Apyimtean Octoviaen Geraldus Bidana, S.Pd.,MPA yang terpilih menjadi Wakil Ketua Yayasan Cendekiawan Awam Katolik Papua, Provinsi Papua dan Papua Barat (ICAKAP) pada bulan Oktober 2016 lalu itu kini bersama rekan-rekannya berjuang mendirikan Perguruan Tinggi Katolik di Tanah Papua. Saat ini Ia menjadi Sekertaris Panitia Pendirian Universitas Katolik Papua di Jayapura.

Kepada media Komapo News, Minggu (03-05/17) Apyimtean bertekad akan berjuang hingga Perguruan Tinggi Katolik di Papua berdiri. “ Saya tetap berjuang sampai Perguruan Tinggi Katolik Papua harus berdiri,” ungkapnya.

Perjuangan Cendikiawan Katolik ini berangkat dari pendidikan di Papua yang semakin lemah, rapuh dan tertinggal, oleh karena itu Ia bersama rekan-rekannya berjuang untuk menyelematkan umat manusia di Tanah Papua melalui pendidikan.

“Berdirinya Perguruan Tinggi Katolik di Papua adalah bentuk karya keselamatan umat manusia di Papua”, ujarnya.

Untuk itu, Ia mengajak calon-calon ilmuwan muda Papua untuk berhimpun di perguruan tinggi yang baru dibentuk itu. “ Tanamkan ilmu yang anda gapai itu pada generasi masa depan bangsa. Kebangkitan Pendidikan juga harus terjadi dari Timur”, ujarnya untuk memotivasi generasi muda Papua untuk menjadi dosen di perguruan tinggi tersebut.

Dengan berbekal pengalaman berorganisasi sejak menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Inpres Oklip tahun 1995 sampai dengan menyelesaikan studi di Universitas Gajah Mada tahun 2013 Ia menjadi katalisator organisasi kepemudaan di Tanah Papua dan juga menjadi inspirator dan motivator bagi muda-mudi Aplim Apom menjadi ilmuwan-ilmuwan masa depan Papua, seperti Melkior N.N Sitokdana, S.Kom., M.Eng, Dosen Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga dan Kristian Hiktaop, S.E., M.Ac, Dosen Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Selain itu Akmin Kisamlu, SE, Pegawai Kementerian Sosial RI dan memberikan dukungan-dukungan moril kepada calon-calon pilot masa depan Papua dari Negri Ok dan Nimi Mek.

Mantan ketua asrama Taruna Bhakti ini juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan seminar ilmiah tingkat lokal hingga internasional, terakhir mengikuti kursus bahasa inggris di Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Bali untuk persiapan studi S3 di luar Negri.

Selain itu dalam waktu dekat akan menerbitkan hasil penelitiannya dalam bentuk buku sebagai acuan penelitian lebih lanjut studi doktoralnya, yaitu: (1) Implementation of strategicallypolicy of developmental planningof human resource of Papuans in special autonomyperiod: Comparison study on the implementation strategically planning on human resource development in Jayapura Regency and Pegunungan Bintang regency in the sector of education. (2) Research mapping OK Tribe, Mek Tribe and Min Tribe authorities in Pegunungan Bintang region to Sundown Province and Western Province of Papua New Guinea. (3) Mean of “Papua Word” according to OK tribes in Pegunungan Bintang regions. (4) Anthropologies and sociologies Papua OK tribe and Nimi Mek tribe in Pegunungan Bintang regions.

Motto hidup dari alumnus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta ini adalah " Satu Untuk Semua dan Semua Untuk Satu” dan “Dengan Belajar Kita Mengajarkan Kehidupan (DISCENDI DOSCEMUS VITAM)”.

Motto hidup Putra Ok-Papua ini telah nampak diberbagai dimensi kehidupan, salah satunya Ia mendorong pemerintah daerah mengirim putra-putri Pegunungan Bintang mengenyam pendidikan di Jawa sejak tahun 2003, mendirikan Komapo dan mewariskan ideologinya kepada generasi muda Aplim Apom untuk bangkit menjadi agen perubahan bagi Papua dan khususnya Pegunungan Bintang. (Mecko)

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.