Home BERITA LOKAL BERITA LOKAL KOMAPO MENGADAKAN DISKUSI PANEL TENTANG SEJARAH PERADABAN MANUSIA APLIM APOM
KOMAPO MENGADAKAN DISKUSI PANEL TENTANG SEJARAH PERADABAN MANUSIA APLIM APOM

Semarang-Komnews, Komapo mengadakan Diskusi Panel tentang” Sejarah Peradaban Manusia Aplim Apom” di Susteran Nasaret, Semarang, 30 Desember 2016 dengan pembicara utama, Andy Urpon, Tokoh Masyarakat Pegunungan Bintang. Beberapa sub topik yang dibahas dalam seminar tersebut adalah tentang kehidupan manusia Aplim Apom sebelum kontak dengan dunia luar, masyarakat Aplim Apom menerima Misionaris, kargoisme dan hilangnya nilai moral dan etika manusia Aplim Apom saat ini.

Dalam pemaparannya Andy Urpon mengatakan bahwa kehidupan manusia Aplim Apom dahulu terpola dan tersistematis, namun setelah pengaruh luar masuk pola-pola hidup yang baik itu sudah hilang. Terutama ditinggalkannya Ap Iwol mengakibatkan moral kaum muda/mudi rusak, salah satunya adalah seksualitas bebas. Sekarang sudah tidak ada batasan tempat/area khusus laki-laki dan perempuan. Semua hidup satu rumah, makan dan tidur bersama-sama, kawin keluarga dekat, rumah tinggal dijadikan sukam, dulu mama yang bantu bersalin sekarang Bapa juga bisa, dikampung tidak ada batasan semua menjadi satu halaman.

Nilai etika dan sopan santun manusia Aplim Apom dulu sudah hilang. Generasi muda-mudi saat ini sudah diluar jangkauan adat, hidup dalam kenikmatan dunia modern sehingga dibutuhkan upaya serius dan membutuhkan waktu yang panjang untuk mengembangkan nilai-nilai hidup manusia Aplim Apom. Upaya paling utama adalah menyadarkan kaum muda-mudi terlebih dulu agar mereka yang menjadi pelopor atau agen pengembangan dan pelestarian nilai-nilai budaya. Selain itu, menurutnya budaya dan agama saat ini dirusak dengan adanya kargoisme dibeberapa tempat. Pusat-pusat kargoisme yang disebutkan adalah Kiwirok, Oksop, Okbi dan Okbap.

Kegiatan yang didukung penuh oleh Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, S.IP ini berjalan sangat dinamis. Seluruh peserta yang mengikuti setiap sesi diskusi panel ini merasa mendapat pencerahan, salah satunya adalah Emiona Tepmul, Mahasiswi Jurusan Keperawatan, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga itu mengatakan dirinya yang belum tahu tentang kebudayaannya kini sudah cukup paham.

“ Jujur saya belum tahu tentang budaya kita tetapi dengan cerita-cerita Bapak Andy saya mendapat banyak hal”, katanya.

Selain itu, Yulia Opki, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Mercubuana, Yogyakarta, yang juga adalah aktivis perempuan Papua ini merasa senang karena pertanyaan dia selama ini tentang kesetaraan gender dalam kebudayaan dijawab pemateri. Pertanyaan dia seputar bagaimana peran perempuan suku Ngalum dalam kebudayaan, terutama dalam hal kepemimpinan dijawab dengan tegas bahwa dalam kebudayaan manusia Aplim Apom perempuan mempunyai peran sentral dalam kehidupan manusia Aplim Apom.

“Secara biologis perempuan yang melahirkan manusia, dan dalam budaya perempuan juga membebaskan anak menjadi dewasa melalui prosesi inisiasi adat. Perempuan memiliki peran penting dalam hal pemanusiaan manusia dalam prosesi inisiasi adat”, ujarnya. (Mecko)

 

Share
 


Copyright by KOMAPO.