Home BERITA LOKAL BERITA LOKAL DUA MAHASISWA ASAL PEGUNUNGAN BINTANG BINAAN YAYASAN BINTERBUSIH LULUS UJIAN SKRIPSI
DUA MAHASISWA ASAL PEGUNUNGAN BINTANG BINAAN YAYASAN BINTERBUSIH LULUS UJIAN SKRIPSI

Yogyakarta-Komnews, Dua mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang binaan Yayasan Binterbusih lulus ujian skripsi. Mereka adalah Lanter Alimdam dan Atamina Meku di perguruan tinggi berbeda. Mahasiswa tersebut adalah mahasiswa penerima beasiswa utusan daerah Pegunungan Bintang di Yayasan Binterbusih yang dikirim pada tahun 2008. Lanter Alimdam lulus dari Akademi Pembangunan Masyarakat Desa (APMD), Yogyakarta, jurusan Sosiastri. Skripsinya Ia meneliti tentang ”Pendampingan Kader Pendidik dan orang tua Anak Usia Dini Pos PAUD(TK/TPA/KB Aisyiyah Al-Ima Gendeng GKIV 186)” dengan dosen pembimbing Drs. Oelin Marlinyantro, M.Si. Ia dengan penuh percaya diri mempertahankan hasil penelitian dihadapan dosen penguji Ratna Sesotya W.,S.Psi., M.Si dan Dra.Widayati.

Atamina Meku, selaku putri Aplim Apom asal suku Ketengban dengan kesungguhan dan ketabahannya menyelesaikan ujian skripsinya dan berhak mendapat gelar S.Km. Skripsinya Ia meneliti tentang “Gambaran Tingkat Kepuasan Kerja di Puskesmas Poncol Kota Semarang. Dosen pembimbingnya adalah Eti Rima Wati dan penguji Retno Astuti dan Eti Rima.

Cerita singkat kisah perjalanan Lanter dan Atamina di Jawa Tengah. Pada tanggal, 8 Agustus tahun 2008 mereka dikirim pemda Pegunungan Bintang di kota Semarang. Di Semarang mereka tidak langsung masuk SMA, selama setahun mereka mengikuti matrikulasi di Yayasan Binterbusih sebagai program persiapan/penyesuaian lingkungan. Setelah matrikulasi setahun mereka masuk SMA, Lanter Alimdam di SMA Santo Michael dan Atamina Meku di SMA Mashei 2. Tahun 2012 mereka menyelesaikan SMA dan masuk perguruan tinggi, Lanter lebih memilih kuliah di Yogyakarta, tepatnya di kampus APMD, sedangkan Atamina di kota Atlas, Semarang dengan memilih salah satu kampus bergengsi di Kota Semarang, yakni Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Dengan kegigihan dan kesungguhannya mereka menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu 4 tahun, jangka waktu tersebut terbilang lebih cepat untuk angkatan mereka dan angkatan diatasnya atau untuk mereka yang berasal dari pedalaman Papua sehinga patut diapresiasi.

Ketika kontributor media ini menyambangi Lanter di kos temannya, Elias Mirin di Baciro, Yogyakarta, Ia mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya yang selama ini memotivasi dan mendukung dirinya.

“Saya pribadi mengucapkan terimaksih kepada Korintus Balyo yang selalu mendukung dan memotivasi saya. Saya mau santai-santai tetapi Pak Kori (sapaan untuk Korintus) selalu ingatkan saya untuk fokus. Kori juga yang mengarahkan saya menyelesaikan skripsi tepat waktu”, ungkapnya.

Lebih lanjut Ia juga mengaku dikuatkan lagi dengan Alfred Onong, yang adalah Wakil Sekjen Komapo yang baru saja lulus ujian dari perguruan tinggi yang sama.

Alfred Onong katakan kepada Lanter “Saya sudah selesai mau pulang kampung, jadi yang lambat-lambat silahkan tinggal”. Mendengar perkataan Onong, Lanter semakin bersemangat untuk menyelesaikan skripsinya.

Lanter berpesan kepada teman-teman seangkatannya untuk segera menyelesaikan pendidikannya “ Saya berpesan kepada teman-teman angkatan matrikulasi Binterbusih Semarang untuk tetap semangat dan secepatnya menyelesaikan pendidikan karena masyarakat sedang menunggu bantuan dari kita”, ujarnya.

Hal senada disampaikan Atamina kepada kontributor media ini via Telphone, bahwa Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dia selama pendidikan, terlebih kepada dosen pembimbing yang mengarahkan dirinya menyelesaikan skripsi.

“ Saya ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman matrikulasi angkatan 2008 yang selalu mendukung saya selama pendidikan sehingga lulus cepat dan mendapat gelar S.KM”, ucapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan dalam bulan Oktober ini dia akan berangkat ke Pegunungan Bintang untuk langsung melayani masyarakat di kampung halamannya. Ia bertekad untuk membantu petugas kesehatan di Puskesmas Borme atau Luban.

Dalam beberapa bulan terakhir ini keberhasilan studi putra-putri Pegunungan Bintang di pulau Jawa semakin meningkat, tanda bahwa bibit-bibit SDM yang pemerintah tanam di pulau Jawa kini saatnya untuk panen. Beberapa yang baru wisuda atau lulus ujian skripsi, antara lain: Lukas Bidana, wisuda Magister Teknik Lingkungan STTL, Yogyakarta, Marthen Tepmul Wisuda dari Program Studi Teknik Penerbangan, STTA Yogyakarta, Alfred Onong, Korintus Balyo, Seris Kulka dari APMD, Yogyakarta, dsb. (Andir Meku)

Share
 


Copyright by KOMAPO.