Home BERITA LOKAL BERITA LOKAL BUPATI PEGUNUNGAN BINTANG BERTEMU MAHASISWA DI YOGYAKARTA
BUPATI PEGUNUNGAN BINTANG BERTEMU MAHASISWA DI YOGYAKARTA

Yogyakarta-Komnews, Diselah-selah perjalanan dinas, Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, S.IP bertemu mahasiswa di Yogyakarta, Selasa (9-08/16). Kurang lebih 50-an mahasiswa Pegunungan Bintang yang berstudi di Yogyakarta dan Jawa Tengah berdiskusi selama 3 jam di Hotel Cakra Kusuma, Jl. Kaliurang No. 25 Km 5,2. Yogyakarta. Pada kesempatan itu, Bupati dan mahasiswa diskusi santai, situasinya seperti adik dan kakak kandung yang sedang bercerita santai.

Pertemuan ini dipandu oleh Anike Hipyan, agak sedikit unik dalam pertemuan tersebut yaitu doa pembukaan dan penutup disampaikan dalam bahasa daerah, yakni pembukaan oleh Paskalis Kasipmabin dalam bahasa Suku Ngalum dan penutup oleh Meinus Wasini dalam bahasa Ketengban.

Dalam pertemuan tersebut Bupati mengatakan Ia datang ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan di Solo tetapi menyempatkan diri untuk mengunjungi mahasiswa. “Adik-adik, maksud kedatangan saya disini ada undangan dari Presiden untuk ikut acara di Solo. Tetapi kesempatan ini sekaligus mau ketemu dengan adik-adik. Sebenarnya kemarin Gubernur ajak saya ke sini berkaitan dengan masalah yang terjadi disini (Yogyakarta) tetapi tanggal 9-10 Agustus ada kegiatan di Solo jadi tidak datang”, ujarnya.

Ia menambahkan”, Secara khusus lagi saya ketemu adik-adik ini untuk mau mendengar keluhan-keluhan dari adik-adik karena sejak dilantik sampai sekarang belum bertemu adik-adik untuk diskusi mengenai SDM Pegunungan Bintang. Kesempatan ini saya ingin dengar secara langsung penyampaian adik-adik tentang persoalan yang terjadi karena saya tidak mau hanya mendengarkan dari orang tanpa bertemu langsung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengingatkan kepada mahasiswa untuk harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tempatannya. Ia mengatakan “Di mana bumi di pijak disitu langit dijunjung”, artinya mahasiswa Pegunungan Bintang yang kuliah di luar Papua diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Selanjutnya Ia mengajak mahasiswa untuk sadar akan masa depannya dan jauhi segala hal-hal negatif yang mempengaruhi proses studi di Jawa, terutama Miras. Dalam hal ini mengatakan pepetah, “ lebih baik mati di ujung pena daripada mati di ujung botol”. Maksudnya mahasiswa harus fokus studi sampai berhasil, jauhi Miras yang selama ini mengorbankan banyak anak muda Papua.

Dalam sambutannya, Alfret Richardo Onong, Wakil Sekjen Komapo melaporkan program kerja Komapo jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Program-program yang dilaporkan langsung direspon positif oleh Bupati, dengan meminta penggurus membuat anggaran kegiatan untuk setahun dan ajuhkan ke pemerintah daerah. Dalam hal pengembangan organisasi Bupati berjanji akan ada perhatian khusus baik untuk Imppetang maupun Komapo.

Selanjutnya aspirasi mahasiswa diwakili oleh Anglipki Kaladana. Ia menyampaikan beberapa persoalan yang selama ini terjadi di mitra kerja sama maupun mahasiswa secara langsung, yakni di Universitas Sanata Dharma,Yayasan Binterbusih dan Surya Institut. (Anselina, Andir, Kristian)

Share
 


Copyright by KOMAPO.