Home BERITA LOKAL BERITA LOKAL LEONORA: BUDAYA BUKAN UNTUK DIKENANG TAPI UNTUK DILANJUTKAN
LEONORA: BUDAYA BUKAN UNTUK DIKENANG TAPI UNTUK DILANJUTKAN

Salatiga-Komnews, Acara Indonesian International Culture Festival (IICF) yang diselenggarakan Senat Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, dari tanggal 16-22 April 2016 dilapangan basket UKSW ditutup secara meriah dengan berbagai atraksi, Jumat (22-04/2016). Salah satu yang menarik minat pengunjung adalah fashion show bertemakan perkawinan yang ditampilkan oleh 17 etnis di Indonesia.

Salah satu yang unik dan baru terjadi di Kota Salatiga adalah penampilan model berbusana asli Pegunungan Bintang oleh Anggota Himppar, yakni Ikris Yamhin dan Lenora Dabeduku. Penampilan yang khas ini mengandung pesan yang mendalam bagi generasi Papua bahwa menjadi model tidak harus berpakaian gaya modern, dengan gaya yang original orang Papua dapat menunjukkan keberadaannya.

Setelah tampil Leonora Dabeduku berpesan kepada generasi muda Papua untuk terus melanjutkan warisan budaya yang turunkan leluhur suku bangsa di Papua, bahwa budaya bukan untuk dikenang tapi untuk dilanjutkan.

Mereka yang sadar, mereka yang mengerti, mereka yang tahu, mereka akan semakin jatuh cinta. Budaya bukan untuk dikenang, budaya untuk di pertahankan,” ujarnya dalam pesan dinding akun facebooknya, Sabtu (23-04/2016).

Sementara Ikris Yamhin, Putra Aplim Apom, Pegunungan Bintang ini mengatakan dirinya merasa bangga karena bisa tampil dengan busana adat-nya, dan sekaligus mengajak generasi Papua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka ada dan Papua bisa.

“ Bangga sekali, saya orang Papua pertama yang ikut fashion show menggunakan koteka. Kita harus tunjukkan kepada dunia bahwa Papua ada dan Papua bisa”, ujarnya.

Penampilan yang sangat luar biasa ini terjadi karena didukung oleh orang-orang yang luar biasa pula, yaitu segenap penggurus dan anggota Himpunan Mahasiswa Pelajar Papua Barat (Himppar) Salatiga.

Salah satu anggota Himppar yang berperan penting dalam acara fashion show adalah Minda Korwa, dimana bertindak sebagai arsitek seni fashion. Dengan berbekal pengalamannya dalam acara fashion show ia berhasil membuat gebrakan baru yang sangat indah dalam acara puncak IICF kali ini. Usai penampilan Ia merasa bangga dan terharu ketika menyaksikan pasangan modal etnis Papua tampil luar biasa didepan publik Salatiga. Hanya satu kata dan satu kalimat yang Ia sampaikan yaitu” Indah” dan “ Papua Itu Kita”. (Mecko)

Share
 


Copyright by KOMAPO.