Home BERITA LOKAL
TELAH HADIR MAJALAH OKNEWS, BERITA DARI NEGERI OK UNTUK PENCERAHAN DAN PEMBERDAYAAN

Yogyakarta-Komnews, Telah hadir majalah lokal Pegunungan Bintang, OkNews berita dari Negeri Ok untuk Pencerahan dan Pembebasan. Majalah ini diterbitkan melalui Institut Pemberdayaan Masyarakat Pegunungan Bintang yang dibangun oleh Intelektual Aplim Apom yang merindukan adanya pencerahan dan pemberdayaan terhadap masyarakat Pegunungan Bintang khususnya dan pada umumnya Papua, mereka adalah Pieter Kalakmabin, Am, Tek dan Drs. Theodorus Sitokdana. Media ini direncanakan akan diluncurkan pada tanggal 5 Mei 2015 di Oksibil bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pegunungan Bintang yang ke XII. Hal tersebut disampaikan Frans Kasipmabin selaku sekertaris redaksi Oknews pada kontributor media Komapo News di Yogyakarta, Jumat (01-05/2015).

 
53 TAHUN MISKIN DAN TERTINDAN BERSAMA NKRI


Yogyakarta, Komnews, Mahasiswa Papua yang berada di daerah Istimewa Yogyakarta turun jalan dalam rangka memperingati 53 tahun Papua dianektasi masuk ke dalam pangkuan NKRI. Tanggal 1 mei ini merupakan penyerahan Papua kepada Indonesia dari PBB yang menjadi awal dari penjajahan dan perekayasaan atas Papua.

Seluruh rakyat Papua di Tanah Air maupun di luar tanah air seperti Indonesia (seluruh dunia) tanggal 1 mei setiap tahun melakukan aksi menuntut kepada Indonesia, Amerika, PBB untuk segera mengembalikan hak kemerdekaanya kepada bangsa Papua Barat. Papua telah merdeka tetapi oleh Indonesia Papua di caplok secara illegal dangan cara paksa sehingga mengalami intimidasi, kekerasan, bahkan pembunuhan yang di alami oleh bangsa papua untuk sebuah harga NKRI.

Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Yogyakarta melakukan aksi damai di alun alun selatan Kota Yogyakarta, KM nol, 1 mei 2015. Mahasiswa Papua Yogyakarta mulai kumpul di Asarama mahasiswa Papua Yogyakarta pukul 08.00. Massa Aksi mulai turun jalan dari asrama Papua menuju Titik Nol Kilo Meter dengan berjalan kaki.

 
MUBES KOMPAJA PERKUAT KADERISASI

Yogyakarta-Komnews, Komunitas Mahasiswa Papua Janabadra ( Kompaja ) mengadakan musyawarah besar (Mubes) di ruang 1.15 fakultas Ekonomi Universitas Janabadra Yogyakarta, sabtu (18/04/2015).

Dalam musyawarah besar tersebut Sergius Hae, Mahasiswa Fakultas Ekonomi terpilih menjadi ketua KOPMAJA dalam kepengurusan 2015-2016, mengalahkan saudara Yohanes Bame dari fakultas Teknik Sipil. Mubes ini dihadiri oleh seluruh anggota komunitas mahasiswa Papua Janabadra.

 
PERAYAAN PASKAH KOMAPO TAHUN 2015

Yogyakarta-Komnews, Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom (KOMAPO) Se-Jawa Bali, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera merayakan paskah tahun 2015 di gedung Diklat Provinsi Jawa Tengah, Bayumanik Semarang, dari tanggal 02-05 April 2015.

Perayaan Paskah merupakan kegiatan rutin bagi umat Kristiani di seluruh dunia, dimana momen ini diperingati sebagai hari sengsara dan wafat Tuhan Yesus Sang Penebus Dosa dan Penyelamat umat manusia di dunia. Tak terkecuali, setiap tahun keluarga besar Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom (KOMAPO) juga selalu mengadakan perayaan ini.

 
KONSOLIDASI ORGANISASI ANTARA IMPPETANG DAN KOMAPO DI YOGYAKARTA

Yogyakarta-Komnews, Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPETANG) dan Komunitas Mahasiswa Pelajar Mahasiswa Aplim Apom (KOMAPO) melakukan konsolidasi organisasi guna membangun kesepamahan untuk penyatuan organisasi kedepan, pasalnya kedua organisasi ini berasal dari satu wilayah pemerintahan, yakni dari Pegunungan Bintang namun membangun dua organisasi yang berbeda.

Kedua organisasi ini masing-masing memiliki wilayah otoritas yang berbeda-beda, yakni wilayah kerja IMPPETANG mencakup Sorong sampai Merauke, sedangkan KOMAPO dari Maluku sampai Aceh. Dengan adanya dualisme organisasi ini ada banyak hal yang sedang dan akan berdampak pada proses pembangunan daerah, yakni: Adanya persaingan yang tidak sehat diantara mahasiswa maupun alumni dari kedua organisasi, Membangun isu yang saling menjatuhkan, Selalu membingungkan pemerintah daerah dalam hal pembinaan dan pengkaderan, Pembagian porsi anggaran pengembangan organisasi yang tidak merata sehingga pola pengembangan organisasi juga masih parsial, Kedua organisasi belum menunjukkan arah pengembangan organisasi yang mendidik dan berkepribadian.

 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 10 of 57


Copyright by KOMAPO.