Home BERITA LOKAL
EKSPLOITASI VS KONSERVASI KABUPATEN TAMBRAUW

Yogyakarta-Komnews, Mahasiswa asal Kabupaten Tambrauw yang sedang studi Yogyakarta belum lama ini mengadakan diskusi tentang Eksploitasi Vs Konvervasi di kabupaten Tambrauw.  Berikut hasil diskusi yang dirangkum media ini:

 
KNPI PEGUNUNGAN BINTANG MELAKUKAN EVALUASI TAHUNAN

Oksibil-Komnews, Bertempat di Kantor Sekertariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pegunungan Bintang, Jalan Okpol, Oksibil, Senin (21-12/2015) pihaknya melakukan evaluasi tahunan untuk tahun anggaran 2015. Kepada media ini ketua KNPI, Albertus Adii mengatakan bahwa tahun anggaran 2015 pihaknya membangun Aula KNPI dan melaksanakan sejumlah kegiatan, seperti melaksanakan Hari Ulang Tahun KNPI dan natal bersama.

 
PEGUNUNGAN BINTANG: DANA DESA TAHAP 03 DICAIRKAN

Oksibil-Komnews, Mulai tanggal 21 Desember 2016 dana desa tahap III tahun anggaran 2015 bagi 277 kampung se-Kabupaten Pegunugnan Bintang dicairkan, hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendapatan Kampung, Lisanias Bawi, S.Pd., M.Si kepada media ini di Oksibil, Senin (21-12/2015). “ mulai hari ini dana desa tahap  II tahun anggaran 2015 dicairkan”, ungkapnya.

 
PASANGAN NOMOR URUT 03 MENGAJUKAN GUGATAN KE MK

Oksibil-Komnews, Tidak hanya pasangan nomor urut 01, pasangan nomor 03 juga telah mengajukan gugatan ke MK terkait persoalan Pilkada Kabupaten Pegunungan Bintang beberapa minggu yang lalu, hal tersebut disampaikan anggota Panwas, David Kalaka, S.IP., M.Si kepada media ini di Oksibil,  Senin (21-12/2015). Substansi gugatan pasangan nomor urut 03 adalah pelanggaran yang dilakukan pasangan nomor urut 01 yakni melakukan kampanye diluar jadwal dan tim sukses pasangan tertentu menjemput PPD Weime ke Jayapura. Sedangkan substansi gugatan yang diajukan pasangan nomor 01 adalah penyelewengan dan money politic di distrik Weime, Nongme dan Oksop.

 
PEMILUKADA PEGUNUNGAN BINTANG, PASANGAN NOMOR URUT 01 GUGAT KE MK

Oksibil-Komnews, Penetapan suara Pemilukada Pegunungan Bintang oleh KPUD setempat dinilai tidak sah oleh sejumlah kalangan, baik melalui aksi-aksi damai di kota Oksibil maupun kicauan di media sosial facebook.

Sebelumnya sejumlah masa mendatangi gedung Soskat, Oksibil untuk mendesak KPU membatalkan penetapan suara karena menurut pihaknya beberapa distrik yang sudah bermasalah dalam proses pemilihan, yakni distrik Nongme, Weime dan Oksop harus diselesaikan terlebih dahulu. Pihaknya juga menuntut PPD yang terlambat melaporkan suara ke KPUD dihanguskan, pihaknya merujuk pada regulasi nasional tentang waktu pelaksanaan, yakni tanggal 16 Desember 2015 adalah batas pelaporan suara dari PPD Distrik ke KPUD setempat dan pada tanggal 17 Desember pengumuman pasangan calon yang menang.

 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 6 of 57


Copyright by KOMAPO.