Home BERITA INTERNASIONAL INTERNASIONAL RAUL CASTRO BERTEMU KEPALA PERDAGANGAN AS
RAUL CASTRO BERTEMU KEPALA PERDAGANGAN AS

London-Komnews, Kepala Perdagangan AS Thomas Donohue dan presiden Kuba, Raul Castro beserta anggota kabinet bidang ekonominya  bertemu secara tertutup di Havana, Kuba, Sabtu (13-01/2017). Dalam pertemuan tersebut membahas sejumlah hal termasuk persiapan menghadapi munculnya administrasi pemerintahan Trump yang bertentangan.

Dirilis kantor berita Reuters, Sabtu (14/2017) pada pertemuan ini mendesak pemerintah Kuba untuk segera menandatangani sejumlah perjanjian perusahaan-perusahaan besar seperti General Electric( GE.N), negosiasi selama 18 bulan berakhir sebelum presiden terpilih Donald Trump mengambil alih kantor perusahaan pada tanggal 20 Januari mendatang. Kedua belah pihak juga membahas isu-isu kepentingan bersama.

“Tujuan dari komunitas bisnis AS telah bergeser dan mencari lebih banyak dari Kuba untuk melestarikan apa yang telah ada untuk segera dijadikan adaministrasi Trump. Perusahaan AS membutuhkan pemerintah Kuba untuk cepat dan secara substansial memperluas produk dan jasanya dan mengizinkan kehadiran perusahaan yang terlihat dengan lebih jelas lagi " pungkas John Kavulich, Presiden perdagangan Amerika–Kuba.

Komunitas bisnis menentang perdagangan selama puluhan tahun dan proses normalisasi mulai dilakukan oleh presiden Barack Obama. Proses termasuk penandatanganan 17 kesepakatan antara kedua bekas musuh perang dingin dan penggunaan perintah eksekutif embargo yang hanya diangkat oleh kongres AS, kini dikuasai oleh partai Republik.

Kuba dan pemerintahan Obama telah berjuang untuk memperdalam perusahaan Semen Détente melalui perjanjian bilateral dan hubungan komersial sejak pemilihan Trump pada bulan November lalu.

Meskipun demikian, Trump mengatakan akan membongkar Détente yang masih rapuh kecuali Kuba memberikan Amerika kesepakatan yang lebih baik dan spesifik.

Trump diharapkan agar meninjau ulang segera kebijakan Kuba setelah dilantik. Isu-isu internasional menjadi isu yang paling sensitif bagi Amerika termasuk Kuba sehingga presiden AS terpilih diharapkan melakukan pendekatan dan negosiasi menyeluruh. (Reuter/Bryan Urwan)

Share
 


Copyright by KOMAPO.